Padukan Tradisional & Modern, Pasar Prawirotaman Terapkan Transaksi Digital

Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti (kiri) meninjau beberapa fasilitas di Pasar Prawirotaman. - Ist/Diskominfosan.
07 Desember 2020 06:27 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Restorasi Pasar Prawirotaman telah rampung. Bangunan pasar yang awalnya satu lantai kini menjelma gedung empat lantai dengan sarana dan prasarana yang memadukan antara pasar tradisional dengan pasar modern.

Peresmian Pembangunan Gedung Pasar Prawirotaman secara simbolis diresmikan oleh Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti. Dalam sambutannya, Haryadi menuturkan jika Pasar Prawirotaman kelak akan menjadi ikon pariwsata, perekonomian, sekaligus zona kreatif bagi generasi muda. Prawirotaman dengan wajah baru hadir dan menjadi titik awal kebangkitan perekonomian masyarakat Jogja. "Pasar ini adalah pasar yang baru direnovasi. Pasar tradisional Prawirotaman yang baru direstorasi dan direnovasi sehingga berpenampilan baru," katanya.

Dahulu Pasar Prawirotaman hanya bangunan satu lantai. Melalui restorasi dan renovasi yang dilakukan Pemkot Jogja, saat ini Pasar Prawirotaman menjadi banguman modern empat lantai, di mana lantai empatnya sebagai pusat kegiatan ekonomi kreatif.

"Kami bangun sebuah pasar rakyat yang sehat dan modern tanpa meninggalkan identitas kelokalan dan tradisi budaya Jogja. Selain sebagaimana layaknya sebuah pasar, Pasar Prawirotaman juga menyediakan fasilitas bagi pelaku ekonomi kreatif seperti co-working space, studio musik dan foto, serta mezzanine sebagai spot berimajinasi sambil menikmati keindahan sunset Kota Jogja," terangnya.

"Tentunya fungsi pasar akan tetap sama yaitu tempat transaksi pembeli dan penjual tradisional juga sama, yang berbeda adalah mekanisme transaksinya," ujar Haryadi.

Dukungan transaksi non-tunai yang dikembangkan bersama BPD DIY, akan diterapkan di Pasar Prawirotaman. Bagi Haryadi, pengembangan ini merupakan prestasi yang luar biasa, karena Pasar Prawirotaman akan menjadi pasar tradisional pertama yang mengedepankan transksi digital.

"Izinkan saya kalau boleh menyampaikan, kalau bapak ibu datang ke pasar tradisional ini tidak perlu membawa uang, yang jelas bawa kartu, saldonya cukup sehingga bisa bertransaksi di Pasar Praworitaman," ujarnya.

Tak perlu khawatir kesulitan lakukan transaksi, Haryadi menegaskan bahwa akan ada pendampingan atau sarana konsultasi bagi pembeli yang belum mahir melakukan transaksi secara digital di Pasar Prawirotaman. "Apabila tidak bisa bertransaksi di sini juga disediakan pula tempat untuk berkonsusltasi, tempat untuk bertanya dan juga menyelesaikan transaksi dengan elektronik," jelasnya. 

Ia menjelaskan transaksi digital bukan berarti bank mitra yakni BPD DIY yang membayarkan belanjaan pembeli. Namun, konsumen tetap yang melakukan pembayaran, hanya saja harus membuat rekening terlebih dahulu dan memastikan ada saldo dalam tabungannya. "Jangan lupa, disi rekeningnya dulu, pastikan rekeningnya ada isinya. Lalu silahkan datang ke pasar ini tanpa membawa uang tunai," tambahnya.

Sarana dan prasarana Pasar Prawirotaman telah didesain agar protokol kesehatan dapat diterapkan. Konsep green building yang diusung, membuat Haryadi mewanti-wanti masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kesehatan pasar. Dia mengajak seluruh masyarakat Kota Jogja, para pedagang, pengunjung bersama-sama menjaga fasilitas yang sudah dibangun dengan sangat baik.

“Sebab aspek perilaku masyarakat juga turut memberikan andil mengubah paradigma pasar tradisional yang dahulu kental dengan suasana kotor, dan tidak terawat. Maka saat ini kita memasuki era adaptasi kebiasaan baru di pasar tradisional, yaitu kebiasaan menjaga kebersihan pasar, menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menerapkan protokol Covid-19 secara konsisten," tegasnya.

"Demikian pula dengan aspek modernitas yang kita bangun. Dengan konsep green building diharapkan pengunjung menjadi lebih nyaman berbelanja, lebih bersih, rapi, dan tertata. Selain itu fasilitas wifi turut memberikan aspek modern pasar ini. Hal ini untuk mendukung salah satunya digitalisasi pasar melalui transaksi non-tunai," ungkap Haryadi.

Perpaduan pasar modern dan tradisional membuat kemajuan teknologi tetap diimplementasilan tanpa meninggalkan kultur dan budaya pasar tradisional yang syarat akan budaya tawar menawar. "Pasar tradisional tidak sebatas jual-beli barang, tapi ada kepercayaan dan kejujuran yang dipelihara dalam hubungan penjual dan pembeli. Dari pasar tradisional, tertanam benih-benih kepedulian yang menempatkan sisi kemanusiaan. Ada nilai kearifan lokal, serta ruang komunikasi budaya lewat tawar menawar harga," ucapnya.

"Pasar Prawirotaman dengan wajah baru adalah komitmen masyarakat Kota Jogja untuk mempertahankan sisi tradisional masyarakat di tengah modernitas jaman. Di pasar tradisional, kita bisa melihat pedagang  bukan bersaing, tapi ibarat kawan atau saudara tempat berbagi banyak hal selagi mengais rejeki dari berjualan sepanjang hari. Ada toleransi, kerukunan, dan saling tolong-menolong dalam hubungan tersebut," imbuh Haryadi.

Atas terbangunnya Pasar Prawirotaman, Haryadi mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kelancaran peresmian pembangunan Pasar Prawirotaman pada Jumat (4/12/2020). "Semoga Allah memberikam ridho bagi kita semua dan doa saya juga semoga para pedagang di Pasar Prawirotaman omzetnya lebih meningkat lagi di masa-masa yang akan datang dan saya titip kepada para pedagang juga pengelola pasar, jaga terus pasar ini, menjadi pasar yang selalu dan senantiasa bersih, pasar yang selalu dan senantiasa mengedepankan kesehatan atau prokes, dan pasar yang tadi di mana pembayarannya melalui transaksi digital,” tuturnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jogja, Yunianto Dwi Sutono menjelaskan istilah peresmian bangunan gedung diambil karena dari sisi kemanfaatan sudah bisa digunakan. Dari sisi seremonial juga bisa diagendakan sebagai bagian pertanggungjawaban.

"Gedung ini sudah selesai dibangun baik lantai 1-3, lantai 4 yang ekraf yang memang jadi harapannya jadi daya tarik magnet ini sudah selesai dibangun, dunia fantasi di lantai 4 sudah selesai dibangun tinggal kita mengisi kontennya. Tajuknya adalah peresmian penggunaan gedung. Menandakan peresmian penggunaan gedung bahwa gedung sudah bisa dimanfaatkan," ungkapnya.

Yunianto meneruskan setelah soft launching pekan ini pedagang sudah disiapkan untuk masuk pasar. Semua penanda, petunjuk, bahkan tanda pengenal pedagang baik lantai 1, 2, dan 3 sudah disiapkan untuk dipergunakan. Rencananya Senin pekan sepan pengisian los untuk pedagang akan dilakukan.

"Tidak ada pawai boyongan karna Covid-19, soft launching hanya penanda dan dilaksanakan dengan prokes ketat. Kita tidak mengundang siapapun kecuali beberapa pejabat atau institusi di Pemkot Jogja yang ada korelasinya dengan pembangunan di Pasar Prawirotaman," ucapnya.

"Pedagang sudah punya nomor los masing-masing memang sebenarnya kemarin kalau toh harus dipindahkan sudah ready, cuma hanya itu kami melihat biar sekaligus tertib dan juga mengambil momentum yang tepat ada peresmian gedung. Sarana dan prasarana sudah berfungsi semua bahkan nanti kita menambahkan sarana dan prasarana untuk pembayaran secara non-tunai, kita akan kerja sama dengan BPD DIY melalui QRIS. Untuk Pasar Prawirotaman ke dapannya orang datang tidak membawa uang, pedagang dan penjual transaksi digital," tambah Yunianto.

Peraturan ketat pun juga berlaku bagi para pedagang ke depannya. Dilengkapi dengan travelator, lift, parkir basemen, dan fasilitas lainnya, pedagang dilarang menambah almari baru di los dan meninggalkan barang. Bukan tanpa dasar, Yunianto menerangkan jika aturan tersebut merupakan regulasi dari Kementerian Perdagangan. "Agar pasar sehat pasar bersih bukan pasar kemroh, pengelolaan sampah mandiri dengan green building," katanya.