Muhammadiyah: Islam Junjung Tinggi Kemanusiaan

Ilustrasi HAM - JIBI
10 Desember 2020 17:37 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Islam adalah agama yang menghormati laki-laki dan perempuan, segala kebebasan yang menjadi hak manusia sebagai insan yang diciptakan mulia, serta menghormati hidup bersama. Menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, seluruh hal itu merupakan upaya saling menyelamatkan di dalam bagian dari hifdun nafs (menjaga jiwa manusia).

“Islam merupakan agama yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dengan hak dasar hidupnya. Islam meletakkan manusia fii akhsani taqwim [dalam bentuk yang sebaik baiknya] dalam semulia-mulianya penciptaan,"  kata Haedar dalam keterangan tertulis terkait dengan peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional pada Kamis (10/12/2020).

Menurutnya, saat ini masih ada berbagai kelemahan dalam praktik penegakkan HAM di Indonesia. Hal ini menjadi kewajiban seluruh rakyat Indonesia dalam berkomitmen menjalankan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945.

Di sisi lain, penerapan HAM juga perlu kesadaran untuk tidak mencederai dan menganggu serta merugikan hak asasi pihak lain.

“Keadaban, keadilan, etika, kemulian hidup dan nilai-nilai luhur yang ada dalam agama yang hidup di negeri ini, dalam Pancasila dan kehidupan luhur bangsa harus menjadi pembingkai kita menegakkan HAM.  Negara juga harus tetap menghormati dan terus meningkatkan berbagai jaminan konstitusional agar setiap warga negara sebagaimana dijamin oleh konstitusi dapat hidup sesuai dengan prinsip HAM,” kata Haedar.

Haedar mengatakan Indonesia merupakan refleksi HAM yang terbangun dari kerangka kehidupan kolektif berbasis agama, Pancasila dan nilai-nilai luhur bangsa. "Dalam pesan Islam melahirkan tata hubungan HAM dan relasi antar bangsa yang rahmatan-lil alamin,” ujar Haedar.