Dukung Pembelajaran Daring, Akses Internet Sekolah Gunungkidul Diperluas

Ilustrasi - Freepik
12 Desember 2020 16:47 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul membangun jaringan Internet di 21 sekolah. Program ini dilakukan untuk mendukung kegiatan belajar daring selama pandemi Covid-19.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan program jaringan Internet di sekolah ini masuk dalam kegiatan penanggulangan Covid-19 yang dibiayai melalui belanja tak terduga. Total dibutuhkan anggaran Rp2,7 miliar untuk menyelesaikan jaringan ini.  “Sudah mulai dipasang. Salah satunya di SMP Negeri 3 Girisubo yang berada di perbatasan dengan wilayah Wonogiri, Jawa Tengah. Total ada 21 sekolah yang dipasang jaringan Internet,” kata Edy, Jumat (11/12/2020).

Dia menjelaskan untuk melaksanakan program ini, BPBD bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga serta Dinas Komunikasi dan Informatika. Adapun teknisnya, sekolah yang akan dipasang jaringan berdasarkan rekomendasi dari disdikpora. Sedangkan proses pemasangan dilakukan oleh teknisi dari Diskominfo.

Diharapkan dengan program ini dapat meningkatkan dukungan dalam proses pembelajaran karena ada beberapa wilayah yang belum memiliki jaringan yang stabil. “Mudah-mudahan akses yang diberikan semakin lancar dalam proses pembelajaran jarak jauh,” katanya.

Menurut dia, untuk penanganan Covid-19, BPBD tidak hanya memasang Internet di sekolah. Pasalnya, juga memasang tempat cuci tangan di kawasan wisata. “Untuk program ini, kami bekerja sama dengan dinas pariwisata,” katanya.

Kasubag Perencanaan Disdikpora Gunungkidul, Sumarno mengatakan, secara teknis di sekolah-sekolah sudah terpasang jaringan Internet. Hanya saja, tidak semua mendapatkan akses dari Pemkab karena ada yang melakukan pengadaan sendiri sehingga harus mengeluarkan anggaran untuk penyediaan jaringan. “Makanya akses Internet dari pemkab terus diperluas. Untuk tahun ini ada 49 sekolah yang dipasang jaringan Internet dari Pemkab,” katanya.

Dia berharap, program Internet di sekolah ini bisa dilaksanakan setiap tahun sehingga penyelenggaraan pendidikan di sekolah bisa lebih lancar lagi. “Progam ini juga mendukung smart city yang dikembangkan oleh Pemkab. Jelas, kami sangat terbantu karena adanya akses untuk membantu dalam pembelajaran,” katanya.