Hari Ini KPU Sleman Gelar Penghitungan Suara Tingkat Kabupaten

Ilustrasi. - Freepik
14 Desember 2020 09:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Proses rekapitulasi hasil penghitungan suara pemilihan calon bupati dan calon wakil bupati di tingkat kepanewon pada Pilkada Sleman sudah selesai. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman akan menggelar penghitungan suara dari masing-masing PPK pada Senin (14/12/2020) ini.

Ketua KPU Sleman Trapsi Haryadi mengatakan rekapitulasi hasil penghitungan suara untuk 17 kepanewon di Sleman sudah selesai dilakukan oleh masing-masing PPK. Seluruh dokumentasi terksit rekapitulasi hasil penghitungan suara dari 17 PPK sudah berada di KPU Sleman. "Rekap di 17 PPK sudah selesai. Untuk rekap kabupaten digelar Senin di Kantor KPU Sleman," kata Trapsi menjawab pertanyaan Harian Jogja, Minggu (13/12/2020).

BACA JUGA : Data Sementara KPU Sleman, Kustini-Danang Menang di 14 

Berdasarkan PKPU No.5/2020, rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat kecamatan (kepanewon) oleh PPK digelar antara 10 hingga 14 Desember 2020. Adapun rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara tingkat Kabupaten/Kota (13-17 Desember 2020). Pengumuman hasil rekapitulasi tingkat kabupaten/kota pada tempat pengumuman di KPU kabupaten/kota dan melalui laman KPU kabupaten/kota (13-23 Desember 2020).

Setelah proses rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara, maka tahapan berikutnya ialah penetapan paslon terpilih dengan ketentuan tanpa pemohonan perselisihan hasil pemilihan (paling lama 5 hari setelah MK secara resmi memberitahukan permohonan yang teregistrasi dalam buku registrasi perkara konstitusi (BRPK) kepada KPU).

Berdasarkan sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) dari KPU, dari 2.125 TPS di Sleman baru 1.464 TPS atau 68,89% yang mengunggah hasil rekapitulasi penghitungan suara. Dari jumlah tersebut, baru Kepanewon Tempel yang rekapitulasi hasil penghitungan suaranya mencapai 100%.

BACA JUGA : KPU Sleman Temukan 1.503 Surat Suara Rusak

Di Kepanewon Tempel dari delapan kalurahan, perolehan suara pasangan calon (paslon) 01 dan paslon 03 bersaing dibandingkan paslon 02. Jika paslon 01 memperoleh 12.009 suara dan paslon 03 mendapat 13.846 suara, paslon 02 hanya mampu meraih 6.909 suara. Uniknya, dari delapan kalurahan empat kelurahan masing-masing Tambakrejo, Pondokrejo, Mororejo dan Margorejo mayoritas suara ke paslon 01 sementara paslon 03 menguasai empat kalurahan lainnya, mulai Banyurejo, Sumberrejo, Lumbungrejo dan Merdikorejo.

Adapun dari 17 kepanewon, paslon 03 unggul di hampir semua kepanewon. Di Gamping misalnya dari 84.70% suara yang masuk, paslon 01 mendapatkan (10.446 suara), palson 02 (14.310) dan paslon 03 (14.955). Di Moyudan dari 90.14% suara yang masuk paslon 01 (5.100), paslon 02 (6.349) dan paslon 03 (6.722). Di Minggir dari 86.57% suara masuk paslon 01 (4.114), paslon 02 (5.224) dan paslon 03 (7.102). Perolehan suara di Seyegan di mana dari 82.18% paslon 01 (7.522), paslon 02 (7.631) dan paslon 03 (8.942).

Persaingan ketat terjadi di Prambanan di mana dari 80.56% suara masuk paslon 01 memperoleh (9.066), paslon 02 (6.189) dan paslon 03 (9.373). Di Kalasan suara paslon 03 tidak bisa dibendung oleh paslon lainnya. Dari 70.00% suara yang masuk paslon 01 hanya memperoleh (7.501), paslon 02 (9.338) dan paslon 03 (11.939).

Suara paslon 03 justru tertinggal dari 01 di Ngemplak. Di kepanewon ini dari 95.83% suara yang masuk pemilih paslon 01 (10.630), paslon 02 (9.579) dan paslon 03 (10.297). Di Cangkringan, mayoritas pemilih mendukung paslon 03 di mana paslon 01 hanya mendapat (903), paslon 02 (1.114) dan paslon 03 (1.828). Jumlah suara bisa berubah karena surat suara yang masuk baru mencapai 22.58%.

BACA JUGA : Pilkada Sleman: Muslimatun Menang Banyak di Kandang

Ketua Bawaslu Sleman Abdul Karim Mustofa menilai secara umum pelaksanaan pemilihan berjalan aman, damai dan tidak ada pelanggaran yang signifikan terjadi. Begitu juga dengan penerapan protokol kesehatan di masing-masing TPS dan PPK.

"Penghitungan suara baik di TPS hingga PPK juga berjalan lancar dan aman. Belum ditemukan adanya pelanggaran. Ada beberapa kejadian selisih angka sedikit namun hal itu bisa diselesaikan di PPK,” katanya.