Gamping dan Tempel Keluar dari Zona Bahaya, Lainnya Masih Merah

Tangkapan layar peta Sebaran Kasus Covid di DIY versi Pemda DIY. (corona.jogjaprov.go.id)
21 Desember 2020 20:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Hampir sebulan 17 kapanewon di Sleman berstatus zona merah. Kini, berdasarkan peta epidemologi Covid-19 terbaru, hanya dua kapanewon yang telah berubah statusnya dari zona merah menjadi zona oranye, yaitu Kapanewon Tempel dan Gamping.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo mengatakan berdasarkan peta epidemologi per tanggal 13-20 Desember 2020 menunjukkan tidak terdapat kapanewon kategori hijau dan kuning. Hanya dua kapanewon (Tempel dan Gamping) yang mampu keluar dari zona merah dan masuk dalam kategori oranye.

"Tambahan kasus positif di dua kapanewon tersebut lebih sedikit daripada yang sembuh, maka angka reproduksi efektif menurun. Jadi faktor utama tidak ada penularan (isolasi berjalan baik), dan yang positif dalam 10 hari sudah negatif karena kondisi kesehatannya baik,"jelas Joko kepada Harianjogja.com, Senin (21/12/2020).

BACA JUGA: Sekretaris Disdikpora Bantul Meninggal karena Covid-19

Dengan demikian, lanjut Joko, saat ini tinggal 15 kapanewon yang masih berstatus zona merah. Ke 15 kapanewon yang masih masuk dalam kategori merah meliputi Kapanewon Turi, Minggir, Seyegan, Godean, Moyudan, Berbah, Prambanan, Kalasan, Ngemplak, Pakem, Cangkringan, Gamping, Depok, Ngaglik, dan Mlati.

"Update peta epidemiologi Covid-19 di Kabupaten Sleman per tanggal 13-20 Desember 2020 menggambarkan perubahan zona dibanding periode sebelumnya. Peta ini masih menunjukkan kurva penambahan kasus baru Covid-19 di Sleman," ujarnya.

Pemkab, lanjut Joko terus mendorong dan mengharapkan masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan. "Oleh sebab itu masyarakat kami minta disiplin terapkan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) protokol kesehatan pencegahan Covid-19 terutama dengan mencuci tangan pakai sabun, memakai masker dan jaga jarak minimal 1,5 meter,"kata Joko.