Warga Blokade TPST Piyungan, 30 Truk Sampah dari Kota Jogja Tertahan

Antrean truk pengangkut sampah di TPST Piyungan, Bantul, Rabu (8/4 - 2020).Harian Jogja/Hery Setiawan
22 Desember 2020 18:47 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Problematika penumpukan sampah di sejumlah titik di Kota Jogja masih belum bisa tertangani tuntas. Penutupan TPST Piyungan menyebabkan pembuangan sampah jadi tersendat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kota Jogja, Sugeng Darmanto pada Selasa (22/12/2020) mengaku telah mengangkut sampah dari berbagai titik untuk dapat dilimpahkan ke TPST Piyungan. Sugeng menghitung 50 rit sampah bisa diangkut hari ini. "Kita menghitung di Mandala Krida, Lapangan Karang, Kemetiran, THR, deponya besar dan dekat jalan besar. Bisa 50 bagus, kami minta backup dari DIY agar bisa buang sampai malam," jelasnya.

Sayangnya meski telah berusaha dengan DIY, pengalihan sampah ke TPST Piyungan masih tersendat. "Koordinasi kami dengan DIY, insyaallah hari ini pukul 13.00 bisa membuang. Hanya saja kami perlu back up Polsek Piyungan, antisipasi demo warga Piyungan kalau memblokir," ujarnya.

Sayangnya rencana yang disusun Sugeng tak bisa sepenuhnya berhasil. Truk warga di lokasi TPST mengadang rombongan truk sampah DLH Kota Jogja sehingga sampah tak bisa dibuang ke TPST Piyungan. "Setelah sampai di atas, ternyata ada truk warga yang sengaja dipalangkan di landasan pembuangan. Sementara truk saya 30 sudah di atas penimbangan. Di Piyungan tidak ada orang atau pejabat dari DLHK DIY yang dapat bernegosiasi dengan warga," ungkapnya.

Menurut Sugeng tindakan warga tersebut telah anarkis karena menutup akses milik pemerintah. "Sudah masuk, sudah di atas penimbangan. Sudah anarkis itu, menutup dengan truk warga di area milik pemerintah. Akhirnya belum dapat dibuang, sudah tiga jam truk menunggu," terangnya.

BACA JUGA: Tol Jogja-Bawen Melayang di Selokan Mataram, Ini Daftar 7 Desa yang Akan Dilewati

Sugeng sedang menyisir di depo-depo, untuk menyusun langkah-langkah kedaruratan apabila penutupan sampai berlarut. Beberapa langkah-langkah yang sudah dilaksanakan di antaranya yakni di objek-objek vital seperti Gedung Agung, Kepatihan, Balai Kota Jogja steril dari sampah. Selanjutnya sampah yang diambil ditampung di truk-truk DLH yang ditempatkan di depo-depo.

"Langkah darurat lainnya yakni penyemprotan disinfektan di tumpukan sampah. Menugaskan petugas lapangan kami untuk memberi info kepada masyarakat agar menahan dulu untuk membuang sampah. Terakhir koordinasi dengan Sekber dan masyarakat di sekitar TPST Piyungan untuk melaksanakan bareng pengurugan dan pemadatan spot-spot lintasan truk agar dapat membuang lebih ke tengah area pembuangan," tutur Sugeng.