Advertisement

Terapkan Prokes saat Pilkades, Calon Tetap Turun ke Lapangan untuk Kampanye

Jumali
Selasa, 22 Desember 2020 - 14:27 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Terapkan Prokes saat Pilkades, Calon Tetap Turun ke Lapangan untuk Kampanye Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL - Sejumlah cara dilakukan oleh calon kepala desa/lurah jelang berakhirnya masa kampanye Pemilihan Kepala Desa (Pilkades)/Pilurdes serentak, Rabu (23/12/2020).

Selain mengandalkan alat peraga kampanye (APK), mereka juga memilih turun ke masyarakat untuk menyampaikan visi dan misinya dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

Advertisement

Salah satunya yang dilakukan oleh calon kepala desa Timbulharjo, Sewon, Anif Arkham Haibar. Ia mengaku tidak hanya mengandalkan APK, namun juga turun langsung ke masyarakat.

“Tatap muka tetap saya lakukan, tapi tetap mengandalkan protokol kesehatan. Maksimal 30 orang,” kata Anif, Selasa (22/12/2020).

Di samping itu, cara unik juga dilakukan oleh Anif, yakni dengan memaksimalkan kendaraan roda empat memutari ruas jalan desa sembari menyampaikan kampanye, serta visi dan misi.

Baca juga: Wisatawan Luar Daerah di Jogja akan Diperiksa Surat Sehat di Taman Parkir

Penggunaan cara ini, diungkapkan Anif cukup efektif, mengingat saat ini dirinya harus berkampanye meski dalam situasi pandemi Covid-19. Apalagi, lawan yang dihadapinya kali ini adalah Kandar, petahana kepala desa Timbulharjo.

“Biasanya muternya sehari bisa dua sampai tiga kali jika memakai pikap,” ucap Anif.

Lebih lanjur Anif mengungkapkan, pihaknya juga telah bersiap untuk membongkar APK saat memasuki masa tenang, Kamis (24/12/2020). Hal ini sebagai tindak lanjut dari kesepakatan bersama jika di hari tenang tidak akan ada lagi APK.

Advertisement

“Rencananya malah besok sore sudah mulai kami turunkan, APK yang ada,” paparnya.

Ketua Panitia Pemilihan Desa (PPD) Timbuharjo, Sewon, Sudarman mengakui telah ada kesepakatan antara dua calon agar pada hari tenang, semua APK harus sudah dilepas dan dibersihkan.

“Untuk kampanye memang ada kesepakatan tetap mengedepankan protokol kesehatan. Kampanye juga bisa dilakukan secara tatap muka tapi maksimal 30 orang,” ucap Sudarman.

Advertisement

Sementara hal berbeda ditunjukkan oleh Ketua PPD Srigading, Sanden, Sukarjono.

PPD Srigading bersama dengan aparat Polsek Sanden dan petugas Babinsa dari Koramil Sanden serta Linmas harus menertibkan APK yang mengarah ke SARA dan menyalahi aturan.

Baca juga: Bikin Pesta Kembang Api Malam Tahun Baru di Jogja, Siap-Siap Dibubarkan Satpol PP

“Untuk kampanye tatap muka maka dipastikan tidak ada kampanye tatap muka," katanya.

Advertisement

Sementara calon kepala desa Srigading, Prabowo Sugondo mengaku tak mempermasalahkan jika ada APK pilur miliknya ditertibkan karena melanggar aturan yang ada.

Namun dirinya menyatakan jika tidak ada APK pilur yang isinya kampanye hitam bahkan mengandung SARA.

"Jika ada APK yang dipasang melanggar silakan ditertibkan," ucapnya.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Cek Jadwal KRL Jogja-Solo 1 Juli 2022

Cek Jadwal KRL Jogja-Solo 1 Juli 2022

Jogjapolitan | 4 hours ago
OPINI: Gaji ke-13 Anda Untuk APA?

OPINI: Gaji ke-13 Anda Untuk APA?

Jogjapolitan | 5 hours ago
Top 7 News Harianjogja.com 1 Juli 2022

Top 7 News Harianjogja.com 1 Juli 2022

Jogjapolitan | 5 hours ago

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Telkom Kembali Raih The Grand Stevie Award for Organization of The Year

News
| Jum'at, 01 Juli 2022, 13:42 WIB

Advertisement

alt

Ubud Terbaik ke-6 Destinasi Dunia untuk Solo Traveler

Wisata
| Jum'at, 01 Juli 2022, 11:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement