Museum Selokan Mataram Diusulkan Berdiri di Kawasan Tol Jogja-Bawen

Ilustrasi. - Freepik
29 Desember 2020 23:27 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pembangunan Museum Selokan Mataram diusulkan berada di kawasan Tol Jogja-Bawen. Museum ini diharapkan bisa menjadi daya tarik wisata tersendiri di tengah keberadaan tol Jogja-Bawen dengan menyajikan berbagai manfaat dan nilai sejarah Selokan Mataram.

Ketua Prodi Magister Arsitektur UII Suparwoko pihaknya mengusulkan adanya Museum Selokan Mataram di paling ujung kawasan Selokan Mataram tepatnya perbatasan antara DIY dan Jawa Tengah yang nanti akan dibangun ruas Tol Jogja-Bawen. Usulan itu sebenarnya sudah ia rancang sejak 2016 silam. Keberadaan museum tersebut menurutnya penting karena monumental. Selain itu berusaha untuk mengangkat kembali cerita sejarah tentang kecerdikan HB IX dalam mengatasi krisis pangan sekaligus menyelamatkan rakyatnya dari target Romusha Jepang.

BACA JUGA : Rusak, Selokan Mataram Ditutup Sementara

“Kami mengusulkan pembangunan museum ini di perbatasan DIY Jateng tepatnya di Ancol Bligo [Kecamatan Ngluwar, Magelang]. Ini nilainya sangat tinggi, jangan sampai pembangunan tol ini tidak memanfaatkan potensi sejarah yang ada,” ungkapnya Selasa (29/12/2020).

Keberadaan selokan mataram itu nantinya bisa menjadi destinasi wisata yang bisa dikunjungi yang lokasinya nanti bisa terhubung dengan pintu keluar tol. Sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi warga DIY. Museum itu nanti menceritakan berbagai hal tentang Selokan Mataram bisa dalam bentuk deskripsi maupun diorama hingga film berbasis digital.

Ia mengatakan pembangunan museum bisa dilakukan secara bersamaan dengan tol sehingga ketika tol beroperasi Museum tersebut bisa dinikmati oleh wisatawan yang melintas. Namun harus ada investor yang siap untuk melakukan pembangunan. Ia meyakini karena potensinya besar, maka bukan tidak mungkin akan banyak pihak yang berminat melakukan pembangunan. Usulan tersebut telah ia sampaikan dalam diskusi tentang pengembangan kawasan Selokan Mataram di Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY.

BACA JUGA : Aliran Selokan Mataram Dimatikan, Pembudidaya Ikan Merugi

“Respons Pemda DIY sangat baik. Mendukung karena ini jarang muncul dan memang penting keberadaannya karena ada tata ruang kesitimewaan. Kelasnya [Selokan Mataram] tidak kalah dengan Kotagede, Tamansari, Selokan Mataram itu indah lho,” katanya.

Sebelumnya Pemda DIY menyerahkan Izin Penetapan Lokasi (IPL) Tol Jogja-Bawen wilayah DIY kepada Satuan Kerja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Kantor Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) DIY, Selasa (22/12/2020). Tol Jogja-Bawen wilayah DIY sepanjang 8,5 kilometer, dengan luas pembebasan lahan kurang-lebih 49,65 hektare.

Sebagian tol akan melintasi Selokan Mataram, namun keberadaan tol tidak akan mengganggu fungsi selokan. Pelestarian fungsi Selokan Mataram diberikan jaminan baik secara teknis dan pemanfaatan yang tercantum dalam DED Tol Jogja-Bawen. Koridor terdampak Selokan Mataram 500 meter ke kanan 500 meter ke kiri.

BACA JUGA : Ada Potensi Jebol, Aliran Air Selokan Mataram Ditutup