Cek Jadwal KRL Jogja-Solo Hari Ini, Senin 20 Juli 2026
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 20 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Jogja hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 dengan 15 perjalanan setiap hari.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pembangunan Museum Selokan Mataram diusulkan berada di kawasan Tol Jogja-Bawen. Museum ini diharapkan bisa menjadi daya tarik wisata tersendiri di tengah keberadaan tol Jogja-Bawen dengan menyajikan berbagai manfaat dan nilai sejarah Selokan Mataram.
Ketua Prodi Magister Arsitektur UII Suparwoko pihaknya mengusulkan adanya Museum Selokan Mataram di paling ujung kawasan Selokan Mataram tepatnya perbatasan antara DIY dan Jawa Tengah yang nanti akan dibangun ruas Tol Jogja-Bawen. Usulan itu sebenarnya sudah ia rancang sejak 2016 silam. Keberadaan museum tersebut menurutnya penting karena monumental. Selain itu berusaha untuk mengangkat kembali cerita sejarah tentang kecerdikan HB IX dalam mengatasi krisis pangan sekaligus menyelamatkan rakyatnya dari target Romusha Jepang.
BACA JUGA : Rusak, Selokan Mataram Ditutup Sementara
“Kami mengusulkan pembangunan museum ini di perbatasan DIY Jateng tepatnya di Ancol Bligo [Kecamatan Ngluwar, Magelang]. Ini nilainya sangat tinggi, jangan sampai pembangunan tol ini tidak memanfaatkan potensi sejarah yang ada,” ungkapnya Selasa (29/12/2020).
Keberadaan selokan mataram itu nantinya bisa menjadi destinasi wisata yang bisa dikunjungi yang lokasinya nanti bisa terhubung dengan pintu keluar tol. Sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi warga DIY. Museum itu nanti menceritakan berbagai hal tentang Selokan Mataram bisa dalam bentuk deskripsi maupun diorama hingga film berbasis digital.
Ia mengatakan pembangunan museum bisa dilakukan secara bersamaan dengan tol sehingga ketika tol beroperasi Museum tersebut bisa dinikmati oleh wisatawan yang melintas. Namun harus ada investor yang siap untuk melakukan pembangunan. Ia meyakini karena potensinya besar, maka bukan tidak mungkin akan banyak pihak yang berminat melakukan pembangunan. Usulan tersebut telah ia sampaikan dalam diskusi tentang pengembangan kawasan Selokan Mataram di Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY.
BACA JUGA : Aliran Selokan Mataram Dimatikan, Pembudidaya Ikan Merugi
“Respons Pemda DIY sangat baik. Mendukung karena ini jarang muncul dan memang penting keberadaannya karena ada tata ruang kesitimewaan. Kelasnya [Selokan Mataram] tidak kalah dengan Kotagede, Tamansari, Selokan Mataram itu indah lho,” katanya.
Sebelumnya Pemda DIY menyerahkan Izin Penetapan Lokasi (IPL) Tol Jogja-Bawen wilayah DIY kepada Satuan Kerja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Kantor Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) DIY, Selasa (22/12/2020). Tol Jogja-Bawen wilayah DIY sepanjang 8,5 kilometer, dengan luas pembebasan lahan kurang-lebih 49,65 hektare.
Sebagian tol akan melintasi Selokan Mataram, namun keberadaan tol tidak akan mengganggu fungsi selokan. Pelestarian fungsi Selokan Mataram diberikan jaminan baik secara teknis dan pemanfaatan yang tercantum dalam DED Tol Jogja-Bawen. Koridor terdampak Selokan Mataram 500 meter ke kanan 500 meter ke kiri.
BACA JUGA : Ada Potensi Jebol, Aliran Air Selokan Mataram Ditutup
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 20 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Jogja hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 dengan 15 perjalanan setiap hari.
Polri menangkap buronan Interpol asal Palestina Abdul Karim Raed Miqdad di Indonesia. Ia diketahui membawa tiga paspor, dua di antaranya diduga palsu.
PT Danantara Sumber Daya Alam bersiap mengimplementasikan pengelolaan ekspor SDA satu pintu pada 1 September 2026 untuk memperkuat pengawasan ekspor.
KPK mempersilakan Menteri PU Dody Hanggodo memberikan klarifikasi terkait polemik surat perjalanan dinas ke Amerika Serikat untuk menghindari simpang siur infor
BPBD Kabupaten Temanggung menerima permohonan bantuan air bersih dari lima dusun di Desa Gentan dan segera melakukan asesmen lapangan.
Menteri PU Dody Hanggodo membantah terlibat dugaan doxing terhadap dosen UGM Nabiyla Risfa Izzati dan menegaskan dirinya terbuka terhadap kritik.