Advertisement

Antisipasi Puncak La Nina, Pembangunan Tanggul Jogotirto Dipercepat

Hafit Yudi Suprobo
Kamis, 31 Desember 2020 - 17:47 WIB
Sunartono
Antisipasi Puncak La Nina, Pembangunan Tanggul Jogotirto Dipercepat Ilustrasi banjir. - Bisnis Indonesia/Paulus Tandi Bone

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN--Guna mengantisipasi puncak La Nina, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman bakal mempercepat pembangunan tanggul dan pemantauan banjir di Kaliopak yang berada di wilayah Jogotirto, Berbah, Sleman.

Kepala Seksi Mitigasi Bencana BPBD Sleman Joko Lelono mengatakan pihaknya tengah berupaya untuk mempercepat pembangunan tanggul dan pos pantau banjir di Kaliopak di wilayah Jogotirto, Berbah, Sleman. Tujuannya, agar masyarakat mampu mengawasi pergerakan air di Kaliopak.

"Terutama di perumahan dirgantara dusun Jragung, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Sleman. Akhir Desember ini kami sudah melakukan sosialisasi dan koordinasi dengan warga setempat," ujar Joko Lelono saat dikonfirmasi pada Kamis (31/12).

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

BACA JUGA : Banjir Bandang Berpotensi Besar Terjadi di Sleman 

Pemantauan banjir di wilayah Jogotirto, Berbah, Sleman, sendiri berbasis masyarakat. Nantinya, pos pantau akan dibangun. Relawan bencana alam yang ada di Jogotirto, Berbah, Sleman, juga diberdayakan oleh Joko dan jawatannya.

"Kami fasilitasi radio pemantauan juga. Pasalnya, aliran material Gunung Merapi kan mengalir dari Kali Gendol kemudian ke Kali Opak. Mereka juga nantinya bakal diberikan akses untuk memantau lewat CCTV early warning system (EWS) yang ada di Bronggang, Jaranan, dan Ngerdi. Jadi, kalau di wilayah tersebut meningkat airnya, otomatis Jogotirto nanti siap," sambung Joko.

Lebih lanjut, mengenai antisipasi ancaman longsor di wilayah kecamatan Prambanan, Joko tidak lupa berkoodinasi dengan Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Bandung Bondowoso. Pemantauan wilayah longsor dan banjir bandang dilakukan.

"Kami sudah mempersiapkan program penataan aliran permukaan dan bantuan material talud untuk mengantisipasi ancaman longsor di seputaran Prambanan. Kami sudah masukkan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) 2021, rencananya di awal tahun akan kami selesaikan pengadaannya," imbuhnya.

BACA JUGA : Hujan Lokal Sebabkan Banjir di Sleman

Advertisement

Pemasangan sensor curah hujan, arah angin, dan kelembaban udara, dan pergerakan tanah juga sudah terpasang di Gayamharjo, Wukirharjo, Sambirejo.

"Pemasangan untuk membantu pantauan kita (BPBD Sleman) apabila terjadi curah hujan tinggi kita akan memberikan informasi tersebut ke wilayah tersebut, di Madurejo kami punya pantauan di tebing Kali Opak, kita akan kerjasamakan dengan BBWSO, karena sungainya masuk wilayah BBWSO," terangnya.

Joko Supriyanto selaku Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman menyebutkan pihaknya selalu siap siaga 24 jam penuh setiap hari. Ia juga menyebutkan pihaknya sudah mempersiapkan berbagai peralatan serta logistik yang diperlukan jika terjadi bencana, termasuk ganti rugi untuk korban yang terdampak bencana nantinya.

Advertisement

BACA JUGA : Banjir dan Pohon Tumbang Masih Terjadi di Sleman

“Masyarakat yang terdampak bencana akan mendapat bantuan 80 persen dari nilai kerusakan. Kalau rusak berat, bantuannya bisa sampai 30 juta rupiah," pungkas Joko.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Pertamax Lebih Irit Ketimbang Pertalite?

News
| Sabtu, 24 September 2022, 20:07 WIB

Advertisement

alt

Mengenal Pendekar Roti Kolmbeng Terakhir di Jogja

Wisata
| Sabtu, 24 September 2022, 17:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement