Kebakaran Tembus 153 Kasus di Gunungkidul, Warga Harus Aktif Mencegah
Sebanyak 153 kasus kebakaran terjadi di Gunungkidul hingga September 2026. DPRD meminta warga aktif mencegah kebakaran sejak dini.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, WONOSARI – Jumlah pasien corona bertambah sepuluh kasus pada Rabu (30/12). Adanya tambahan itu, maka warga yang terpapar mencapai 839 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, tambahan sepuluh kasus corona baru berasal dari sejumlah kapanewon seperti Wonosari, Panggang, Tepus, Patuk hingga Ngawen. Temuan kasus baru ini berasal dari pelacakan pasien yang telah terkonfirmasi terjangkit virus corona. “Tambahan ini maka keseluruhan hingga hari ini [kemarin] berjumlah 839 kasus,” kata Dewi kepada wartawan, Rabu.
BACA JUGA : Ini Kecamatan di DIY yang Memiliki Pasien Positif Covid-19
Dia menjelaskan, dari jumlah itu ada 529 pasien sudah dinyatakan sembuh. Sedangakan sisanya sebanyak 289 pasien masih menjalani perawatan dan 24 orang meninggal dunia karena corona. “Selain ada tambahan sepuluh kasus baru, hari ini [kemarin] ada dua puluh pasien yang dinyatakan sembuh,” ungkapnya.
Ditambahkan Dewi, hingga sekarang pengambilan uji spesimen sebanyak 10.374 sampel. Adapu hasilnya, 839 spesimen dinyatakan positif corona dan 8.879 dinyatakan negatif. Sedangkan untuk 656 spesimen masih dalam proses uji laboratorium.
Dia berharap kepada masyarakat untuk mewaspadai terhadap virus corona karena penularan masih terjadi hingga sekarang. Salah satu upaya pencegahan dapat dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker saat berada di luar rumah, menjaga jarak hingga rutin mencuci tangan menggunakan sabun di air yang mengalir.
BACA JUGA : 274 Kasus dalam 24 Jam, Corona Jogja Pecah Rekor
“Disiplin menjalankan protokol kesehatan menjadi kunci untuk memutus mata rantai penularan virus. Semakin warga berdisplin, maka potensi penularan bisa ditekan, tapi kalau lengah, maka potensi penularan akan besar,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi. Menurut dia, masyarakat tidak boleh abai dan harus terus disiplin menjalankan protokol kesehatan. “Disiplin menjadi kunci,” katanya.
Immawan mengatakan, keberhasilan dalam penanganan wabah ini bukan semata-mata tugas dari pemerintah. Namun juga butuh partisipasi dari masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan dalam upaya mencegah penularan virus corona. “Mari bersama-sama melakukan pencegahan dengan memutus mata rantai penyebaran virus ini,” katanya.
BACA JUGA : Tiga Hari, 24 Orang di Jogja Meninggal Dunia karena Corona
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 153 kasus kebakaran terjadi di Gunungkidul hingga September 2026. DPRD meminta warga aktif mencegah kebakaran sejak dini.
Jadwal Asian Games 2026 hari ini, Selasa 22 September. Indonesia tampil di 17 cabor, termasuk bulu tangkis beregu putra dan putri.
IHSG melemah 0,88% ke 6.384,73 jelang RDG BI. Simak area support IHSG dan rekomendasi saham BIPI, IRSX, GDST, serta SMRA.
Asita DIY menyebut Kelok 23 berpotensi membuka koridor wisata Bantul-Gunungkidul dan memperpanjang lama tinggal wisatawan di DIY.
Banjir bandang menerjang kompleks perkantoran Bupati Solok. Kantor PUPR, kesehatan, BKD hingga DPRD terdampak, warga juga dievakuasi.
Lebih dari 1.600 karyawan Apple Italia mogok kerja saat peluncuran iPhone 18 Pro. Serikat pekerja menuntut perbaikan kondisi kerja.