Sudah 95 Warga Bantul Meninggal Karena Covid-19

Foto ilustrasi. - Reuters
05 Januari 2021 16:17 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Sebanyak 95 warga Bantul yang terkonfirmasi positif Coronavirus Disease (Covid-19) sampai 4 Januari 2020 meninggal dunia.

Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso mengatakan sebagian besar yang meninggal dunia karena Covid-19 memiliki riwayat penyakit bawaan atau komorbid. "Yang tidak komorbid sekitar satu persen," kata Sri Wahyu, saat dihubungi Selasa (5/1/2020).

Dia mengatakan sebagian penyakit penyerta didominasi penyakit diabetes militus dan hipertensi. Sementara jumlah yang terkonfirmasi positif Covid-19 sampai 5 Januari 2020 sebanyak 3.441 orang. Dari jumlah tersebut sembuh 2.707 orang, dan 369 masih dalam proses isolasi.

Lima kecamatan masih dalam zona merah, yakni Kecamatan Banguntapan, Bantul, Kasihan, Jetis, dan Pleret. Sri Wahyu mengatakan penularan Covid-19 saat ini sudah merata di tiap wilayah, sudah tidak bisa diklasifikasikan dalam klaster tertentu.

Langkah pencegahan yang bisa dilakukan hanya meningkatkan kesadaran protokol kesehatan, "Dan penularan Covid-19 ini tidak hanya di Bantul. Kalau keluar Bantul resikonya sama tingginya.
Sumber penularan juga ditempat tersebut. Kunci tetap protokol kesehatan," tandas pria yang akrab disapa Oki ini.

Masih tingginya penularan Covid-19 di Bantul ini menyebabkan Pemkab Bantul memperpanjang masa tanggap darurat bencana Covid-19 dari 1-31 Januari 2021 mendatang. “Alasannya [perpanjangan masa tanggap darurat Covid-19] karena Covid-19 belum mereda,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul, Helmi Jamharis.