Banjir Lahar Dingin Rusak Pipa Air Milik Warga Pakem

Luncuran awan panas Gunung Merapi menuju hulu Sungai Krasak sekitar pukul 12.44 WIB terlihat dari Kawasan Turi, Purwobinangun, Kapanewon Pakem, Sleman, Kamis (7/1/2021). - Harian Jogja/Gigih M Hanafi
08 Januari 2021 08:57 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Material Gunung Merapi berupa luncuran banjir lahar hujan yang melewati Kali Boyong pada Rabu (6/1/2021) sore sempat memutus saluran pipa air bersih milik pengelola air minum desa (Pamdes) milik desa Purwobinangun, Pakem, Sleman.

Kepala Seksi Mitigasi Bencana BPBD Sleman Joko Lelono mengatakan jika pihaknya masih berkoordinasi dengan pengelola PAMDES terkait dengan kerusakan pipa yang mengakibatkan terganggunya suplai air bersih ke sejumlah wilayah. Di antaranya, Dusun Turgo, Kemiri, dan Tritis yang masuk wilayah desa Pakembinangun, Pakem, Sleman.

"Untuk suplai air memang ada jalur pipa milik PAMDES Purwobinangun, Pakem, Sleman yang terputus. Untuk penanganannya masih dikoordinasikan karena pipa ini milik PAMDES. Sementara kebutuhan air warga di Turgo, Kemiri, dan Tritis apabila kekurangan air nanti akan disuplai melalui tanki milik BPBD Sleman," ujar Joko Lelono saat dikonfirmasi pada Kamis (7/1/2021).

Baca juga: DIY Resmi Terapkan PPKM Pengganti PSBB, Seperti Ini Pelaksanaannya

Penyebab rusaknya pipa PAMDES Purwobinangun, Pakem, Sleman sendiri diakibatkan oleh luncuran material Gunung Merapi berupa banjir lahar hujan yang melewati Kali Boyong pada Rabu (6/1/2021) dengan ketebalan mencapai dua meter.

"Ya betul [kerusakan pipa buka karena lava pijar] akan tetapi karena banjir lahar hujan. Perbaikannya nunggu koordinasi dengan pengelola di PAMDES. BPBD nanti hanya support daerah yang kekurangan air. Kalau di PAMDES minta bantuan ke BPDB nanti akan dialokasikan dana untuk perbaikan pipa di Turgo," terang Joko.

Banjir lahar hujan sendiri berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh BPBD Sleman belum sampai ke wilayah Turgo. Luncuran material banjir lahar dingin masih satu kilometer di atas wilayah Turgo. Terlebih, permukiman yang berada di wilayah Kali Boyong juga diakui Joko masih dalam status aman terhadap ancaman banjir lahar hujan.

"Sampai saat ini belum terpantau ada aliran lahar hujan lagi. Kami masih ada CCTV di Turgo dan Kemiri itu belum memantau aliran sampai di sana. Akan tetapi, karena beberapa kali di puncak terjadi lelehan lava pijar di jarak dua kilometer, kalau hujan berpotensi akan masuk lagi material ke Kali Boyong. Untuk pemukiman di sepanjang Kali Boyong masih aman. Karena di utara Turgo itu tebingnya tinggi. Jadi, kalau ada material banjir lahar hujan setinggi dua meter ya masih aman," tuturnya.

Baca juga: Seperti Ini Bentuk PPKM di Bantul, Objek Wisata Tetap Buka

Lava pijar juga berpotensi masuk ke Kali Krasak selain di Kali Boyong. Potensi lahar hujan di aliran Kali Krasak, lanjut Joko, tidak akan berdampak kepada kawasan permukiman di aliran Kali Krasak. Artinya, permukiman masih dalam kategori aman. "Kali Krasak pemukiman paling atas di Tunggul Arum juga masih aman karena belum ada aliran di sana," katanya.