Pandemi Covid-19, Jasa Reparasi Kasur Ini Kebanjiran Order

Sutikno, pemilik Center Mebel sedang mengecek proses revarasi kasus dan spring bed di bengkel revarasi di Panggungharjo, Sewon, Bantul. - Harian Jogja/Ujang Hasanudin.
09 Januari 2021 12:37 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Jasa reparasi kasus dan spring bed di Bantul ini justru ramai dis aat sejumlah usaha kolaps karena dihantam pandemi Coronavirus Disease atau Covid-19. Salah satunya Center Mebel milik Sutikno, 54, di Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Bantul.

Saking banyaknya pesanan, Sutikno sampai menambah 23 karyawan khusus bagian umum dan delapan karyawan khusus bagian revarasi, “Saya juga tidak tahu di masa pandemi ini order revarasi kasur, spring bed dan asesoris kamar hotel justru meningkat lebih dari 100 persen,” kata Sutikno, Sabtu (9/1/2020).

BACA JUGA : Biaya Reparasi Timbangan Dinilai Mahal

Sebelum pandemi, order revarasi kasus dan spring bed milik Sutikno hanya 70-80 dalam sebulan, namun saat ini bisa lebih dari 150 dalam sebulan. Sebagian besar revarasi spring bed milik hotel dan umum.

Sutikno bersyukur, disaat banyak usaha surut akibat pandemi corona, tetapi usahanya dibidang reparasi furnitur masih tetap jalan, bahkan tumbuh dan berkembang. Bahkan orderan yang biasanya jemput bola sampai ke rumah dan hotel, kini pelanggan atau orang baru yang akan merevarasi harus datang sendiri dan antre sampai semingguan.

Para karyawan juga bekerja ekstra keras untuk memenuhi permintaan pelanggan. Sutikno tidak ahu pasti alasan banyak yang revarasi kasur dan asosorisnya di masa pandemi, namun dia menduga karena hotel sepi tamu dimanfaatkan oleh manajemen hotel untuk merevarasi kasur-kasur beserta asesorisnya seperti selimut, sarung bantal, bed cover, pelapis kasur, gorden dan seprai.

“Yang order revarasi maupun pembuatan baru hampir merata dari hotel maupun peroerangan,” ucap Sutikno.

BACA JUGA : BENGKEL KURSI RODA : Berapa Tarif Perbaikan Kursi Roda

Ayah dari empat anak ini mengawali bisnis revarasi kasur dan asesoris kamar sejak 15 tahun lalu, namun lima tahun sebelumnya sudah membuat pesanan kasur-kasur kecil untuk pondok pesantren. Pada 2005 lalu dia diminta salah satu hotel berbintang untuk merevarasi sejumlah spring bed.

Awalnya Sutikno ragu karena belum pernah mencobanya selain asosoris kamar. Dia berpikir permintaan tersebut merupakan peluang karena banyak hotel di DIY yang membutuhkan asesoris kamar termasuk spring bed. Dia menyanggupi permintaan tersebut dan akhirnya pihak hotel puas dengan hasil kerjanya.

“Setelah selesai kok mereka puas dan sampai sekarang order asosoris dan revarasi kasur ke tempat saya,” ungkap Sutikno.

Menurut Sutikno, kerusakan yang sering sering terjadi pada spring bed ada dua, yaitu per lemah dan cover rusak. Untuk cover pengganti, konsumen bisa memilih sendiri sesuai dengan selera, di bengkel reparasi disediakan banyak varian dan warna. Adapun soal harga, akan disesuaikan dengan tingkat kerusakan dan cover pengganti yang dipilih oleh konsumen.

Tetapi umumnya, kata dia, berkisar antara Rp800.000-Rp 1.2 juta. Dengan harga tersebut, spring bed lama akan kembali seperti baru.