Dua Kakak Beradik Jadi Pelaku Pembakaran MI YAPPI Natah
Polres Gunungkidul mengungkap dua pelaku pembakaran MI YAPPI Natah merupakan kakak beradik berusia 14 dan 15 tahun.
Suasana kawasan Pantai Gesing di Desa Girikarto, Kecamatan Panggang, Gunungkidul, Jumat (14/12/2018)./Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Pembangunan pelabuhan perikanan di Pantai Gesing, Kalurahan Girikarto, Panggang masih sebatas perencanaan. Pasalnya, hingga saat ini masih dalam perencanaan penyusunan masterplan, detail engineering design (DED) serta kajian analisa pengendalian dampak lingkungan (Amdal).
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gunungkidul, Sri Suhartanto mengatakan, rencana pembangunan Pelabuhan Gesing sudah digulirkan sejak beberapa tahun lalu. Meski demikian, rencana pembangunan belum dilakukan waktu dekat karena diproyeksikan terlaksana di 2022. “Informasinya baru dilaksanakan tahun depan [2022],” kata Sri Suhartanto, Selasa (19/1/2021).
Dia menjelaskan, didalam perencanaan ini fokus untuk menyelesaikan masterplan, DED hingga kajian amdal. Untuk penyusunan sepenuhnya ditangani Pemerintah DIY karena program berada di provinsi. “Memang lokasinya di Gunungkidul, tapi untuk pelaksanaan dilakukan oleh provinsi,” ungkapnya.
Baca juga: Sah! Tol Jogja-Bawen Resmi Dipatok
Menurutnya, pembangunan rencananya juga menggunakan dana keistimewaan di Pemerintah DIY. “Termasuk nanti penyelesaian masalah lahan. Selain menggunakan tanah Sultan Ground [SG], nanti ada lahan milik masyarakat yang akan dibebaskan untuk mewujudkan pembangunan,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Gunungkidul Krisna Berlian. Menurut dia, proses pembangunan pelabuhan perikanan di Pantai Gesing sepenuhnya ditangani oleh Pemerintah DIY. “Untuk saat ini masih dalam penyusunan dokumen perencanaan dan kajian akademis,” katanya.
Pantai Gesing sangat cocok dijadikan pelabuhan karena memiliki pemecah ombak alami sehingga tidak perlu dibuatkan breakwater saat pelabuhan dibangun. Di sisi lain, lokasinya juga strategis karena nelayan bisa lebih mudah menjangkaunya. “Nelayan Gunungkidul atau Bantul juga bisa dengan mudah mengaksesnya,” ungkapnya.
Dia menambahkan, rencana pembangunan pelabuhan ini menjadi kunci dalam upaya mengoptimalkan potensi laut di Gunungkidul. Diharapkan program ini bisa segera direalisasikan agar nelayan memiliki akses yang baik untuk pendaratan kapal serta hasil tangkapannya. “Untuk langkah awal masih sebatas pelabuhan pendaratan ikan, tapi kedepannya akan dijadikan pelabuhan perikanan pantai seperti di Pantai Sadeng,” kata mantan Kepala Dinas Peternakan ini.
Baca juga: Zona Merah Covid-19 di Sleman Kembali Membara
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Gunungkidul, Rujimanto mengatakan, pihaknya mendukung wacana pembangunan pelabuhan di Pantai Gesing. Menurut dia, lokasi di Gesing lebih mudah diakses ketimbang di Pelabuhan Sadeng di Kapanewon Girisubo. “Jarak menjadi acuan karena Gesing lebih dekat ketimbang Sadeng yang berada di ujung timur Gunungkidul,” katanya.
Ia berharap permasalahan nelayan tidak hanya pada fasilitas kepelabuhanan, namun juga butuh pendukung lain. Sebagai contoh, nelayan Gunungkidul masih membutuhkan banyak pelatihan dan bantuan alat untuk mengoptimalkan hasil tangkapan ikan. “Semua harus dipersiapkan sehingga hasilnya pun bisa dirasakan oleh nelayan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polres Gunungkidul mengungkap dua pelaku pembakaran MI YAPPI Natah merupakan kakak beradik berusia 14 dan 15 tahun.
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gunungkidul merilis jadwal resmi pelayanan Surat Izin Mengemudi (SIM) untuk periode bulan Agustus 2026.
Di DIY, kawasan pascatambang dapat dipulihkan fungsi ekologisnya sekaligus diarahkan menjadi ruang produktif sesuai karakter tapak dan daya dukung lingkungan.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.
Polres Bantul kembali membuka layanan SIM Keliling untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin melakukan perpanjangan SIM A dan SIM C.