Kulonprogo Terima 5.000 Alat Rapid Test Antigen dari BNPB

Ilustrasi - Antara/Galih Pradipta
26 Januari 2021 16:47 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Sebanyak 5.000 alat rapid test antigen dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah sampai di Kulonprogo dan akan segera didistribusikan ke seluruh fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) milik pemerintah di kabupaten ini.

"Ya kemarin kami sudah terima 5.000 alat rapid antigen dari BNPB, yang selanjutnya akan segera didistribusikan ke dua rumah sakit rujukan dan puskesmas di Kulonprogo," kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Baning Rahayujati kepada awak media, Selasa (26/1/2021).

BACA JUGA: Dugaan Meteor Jatuh di Buleleng Bali, Ini Penjelasan Lapan

Alat rapid test antigen ini bertujuan untuk memudahkan proses deteksi Covid-19 terhadap pasien di puskesmas dan rumah sakit rujukan.

Di puskesmas, alat itu bakal digunakan untuk mengecek apakah pasien yang sedang menjalani perawatan di ruang rawat inap maupun ibu hamil di ruang bersalin terinfeksi virus. Hal itu bisa diketahui dari gejala yang muncul dari pasien yang bersangkutan.

Apabila hasil rapid test dari pasien menunjukkan positif Covid-19, tenaga kesehatan (nakes) bisa memberikan penanganan medis sesuai prosedur yang berlaku. Hasil rapid test ini juga menentukan apakah pasien perlu dirujuk ke rumah sakit atau tidak. Jika menunjukkan hasil positif, pasien besar kemudian ditangani di rumah sakit. 

Adapun kegunaan alat rapid antigen di rumah sakit adalah untuk mengecek pasien yang memiliki gejala penyakit berat mengarah Covid-19 atau pasien yang akan menjalani operasi. "Harapan ini diagnosis terhadap pasien yang terkonfirmasi positif bisa lebih cepat," ujar Baning.

BACA JUGA: Kamis Lusa, Vaksinasi Covid-19 di Bantul Dimulai

Baning mengatakan pendistribusian alat rapid test antigen ini akan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama sebanyak 2.950 alat. Rinciannya masing-masing rumah sakit milik pemerintah, yaitu RSUD Wates dan RSUD Nyi Ageng Serang, Sentolo sebanyak 200 alat, puskesmas rawat inap 150 alat dan puskesmas non rawat inap 100 alat.

"Kami distribusikan 2.950 dulu, jika nanti ada kekurangan fasyankes bisa kembali mengajukan tambahan alat ke Dinkes Kulonprogo," ucapnya.

Di samping berguna untuk mendeteksi pasien terkonfirmasi positif Covid-19, kehadiran alat rapid test antigen di fasyankes ini secara tidak langsung juga akan mempercepat proses tracing kontak erat kasus positif.

Baning telah meminta seluruh puskesmas di Kulonprogo langsung melakukan upaya tracing jika ada pasien yang terinfeksi Covid-19.

BACA JUGA: Tak Ada Nama Bupati dan Wakil Bupati Gunungkidul sebagai Penerima Vaksin Covid-19 Perdana

"Kami juga sudah mengadakan sosialisasi tentang self assessment terhadap masyarakat, sehingga jika ada yang masuk kontak erat bisa langsung melakukan karantina, dan melapor ke puskesmas," ujarnya.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo Fajar Gegana mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dan tetap waspada terhadap penularan Covid-19 karena lonjakan kasus di Kulonprogo dalam beberapa waktu terakhir sebagian besar berasal dari lingkungan keluarga.

Saat ini total kasus Covid-19 di Kulonprogo mencapai 1.847 dengan rincian 1.075 pasoen sembuh, 620 isolasi mandiri, 76 isolasi rumah sakit dan 30 meninggal dunia.