Dinas Pariwisata Maksimalkan Kunjungan Siang Hari

Wisatawan mengantre di Gate Zonasi Malioboro untuk cek suhu dan kode QR pada Minggu (27/12/2020). - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
27 Januari 2021 09:37 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, GONDOKUSUMAN – Dinas Pariwisata Kota Jogja memaksimalkan kunjungan pada siang hari di tengah pemberlakuan Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM).

Kepala Dinas Pariwisata Kota Jogja, Wahyu Hendratmoko menjelaskan satu-satunya yang bisa dilakukan bagi wisatawan yang masih melakukan kegiatannya di destinasi di Kota Jogja harus mengikuti PTKM. Misalnya bagi wisatawan yang melakukan dinner di satu tempat, bisa take away kemudian makan di hotel untuk mengurangi kerumunan.

BACA JUGA : Kunjungan Wisata ke Gunungkidul Dibatasi hingga Separuh 

Selain itu menurut Wahyu, waktu pagi sampai sore hari masih bisa dimanfaatkan untuk mengunjungi berbagai destinasi wisata, tentunya dengan menerapkan prokes. "Manfaatkan waktu di siang hari, karena operasional dibatasi sampe pukul 19.00 WIB malam untuk yang kemarin dan pukul 20.00 WIB malam untuk yang sekarang," katanya Selasa (26/1/2021).

Adapun target kunjungan wisatawan Kota Jogja di 2021 ini yakni sebanyak 1,3 juta orang. "Harus menyesuaikan situasi dan kondisi. Jadi memang sedemikian sulit, kami harus bijak dalam memilih media untuk mempromosikan kegiatan atau event-event pariwisata," katanya

Strategi yang bakal dilakukan Dinpar Kota Jogja menurut Wahyu masih sama seperti tahun sebelumnya untuk mencapai berbagai target.

"Mungkin [strategi] masih sama dengan tahun kemarin, mencoba menyiarkan kondisi pariwisata Jogja tetap aman untuk dikunjungi. Sehingga menjadi memori permanen di benak wisatawan, jadi setiap saat, ketika situasi dan kondisinya memungkinkan mereka akan segera menyusun rencana untuk traveling lagi ke Jogja," ungkapnya.

BACA JUGA : Perlahan Tapi Pasti, Kunjungan Wisatawan ke Sleman Terus 

"Kami sampaikan lewat media sosial, bahwa Kota Jogja menerapkan prokes ketat, amanah PTKM dari pusat juga kami terapkan betul dengan tujuan agar segera bisa mereduksi angka Covid-19 di Jogja, DIY dan Indonesia pada umumnya, agar pariwisata bisa pulih kembali," tegasnya.

Sebelumnya Ketua Badan Perwakilan Daerah (BPD) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono menyebutkan dampak PTKM membuat reservasi hotel anjlok. Bahkan lebih parah lagi, dari 400 hotel dan restoran anggota PHRI, 30 usaha di antaranya telah tutup dan terpaksa memberhentikan karyawannya. 

"Kami untuk saat ini dari 400 anggota, 200 anggota itu hampir mati, 30 mati, sisanya terengah-engah. Dengan kondisi saat ini, kita untuk bertahan itu sulit dan kami masih bingung apalagi yang harus kita kerjakan," katanya.