Advertisement

Pengungsi Merapi di Pakem Mulai Berkurang

Hafit Yudi Suprobo
Jum'at, 29 Januari 2021 - 19:17 WIB
Bhekti Suryani
Pengungsi Merapi di Pakem Mulai Berkurang Gunung Merapi mengeluarkan lava pijar yang terlihat dari Tunggularum, Wonokerto, Turi, Sleman, DIY, Rabu (7/1/2021). - ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN--Jumlah pengungsi yang berada di barak pengungsian Purwobinangun Pakem Sleman mulai berkurang. Berdasarkan catatan dari Pemerintah Desa Purwobinangun, Pakem, Sleman, jumlah pengungsi yang berada di barak pengungsian kini total sebanyak 130 orang.

Kepala Pelaksana Harian Unitlak Desa Purwobinangun Nurhadi mengatakan jumlah pengungsi sebanyak 130 orang berdasarkan catatan dari pemerintah desa Purwobinangun per Jumat (29/1/2021) hingga pukul 12.00 WIB.

"130 pengungsi terdiri dari laki-laki sebanyak 47 orang dan perempuan sebanyak 83 orang. Jumlah KK ada 67 orang. Dari 130 orang, kelompok rentan ada 78 orang," ujar Nurhadi saat dikonfirmasi pada Jumat (29/1/2021).

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

BACA JUGA: Atap Sekolah di Gunungkidul Ambrol Timpa Penjaga SLB yang Sedang Tiduran

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Sleman Joko Supriyanto mengatakan pengungsi yang bukan berasal dari kelompok rentan sudah kembali ke rumahnya masing-masing.

"Kalau kelompok rentan kami minta untuk tinggal di barak pengungsian. Kalau yang tidak masuk dalam kelompok rentan memang kembali untuk merumput. Itu tidak ada masalah. BPPTKG juga tidak mempermasalahkan hal tersebut," jelasnya.

Joko mengatakan jika kelompok rentan dari warga Turgo, Purwobinangun, Pakem, Sleman, menjadi prioritas untuk mengungsi di barak pengungsian Purwobinangun.

"Data pengungsian bisa berubah-ubah karena yang harus mengungsi itu dari kelompok rentan. Sedangkan warga yang tidak masuk kategori kelompok rentan bisa naik ke rumah nanti kembali lagi ke barak pengungsian," ungkapnya.

Status tanggap darurat bencana Gunung Merapi, lanjut Joko, juga bakal diperpanjang. Menyusul aktivitas vulkanik Gunung Merapi yang masih tinggi. "Ya kita perpanjang selama satu bulan rencananya," imbuhnya.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Perempuan Ohio Lahirkan Anak di Pintu Rumah

News
| Selasa, 04 Oktober 2022, 01:27 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement