RS Rujukan Covid-19 di Kota Jogja Terapkan SPGDT

Ilustrasi. - REUTERS/Ivan Alvarado
30 Januari 2021 14:57 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) Sistem SPGDT mulai digunakan di rumah sakit rujukan Kota Jogja. Penggunan terus dibarengi dengan ditingkatkannya kapasitas bed Covid-19 di RS Rujukan Covid-19.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi menjelaskan saat ini keterisian bed Covid-19 pada dua hari lalu mencapai 77,5 persen. "Jika dilihat dari koordinasi awal Desember 128 bed tersedia dan akan ditambah 98 bed. Sudah ada tambahan [lebih] karena 210 [bed non-critical] dan 24 [bed critical]. Dengan kapasitas yang tidak penuh, maka penambahan kamar srbagai cadangan sudah diantisipasi. Tetapi jika melihat tren,Januari ini cenderung flat dan ada kecenderungan agak turun kasusnya," jelasnya pada Jumat (29/1/2021).

BACA JUGA : Dinkes Kota Jogja Membantah RS Rujukan Covid-19 Penuh 

Penambahan ICU pun juga masih dilakukan, setelah ada 24 ICU, Heroe masih berencana menambahkan satu ICU lagi untuk pasien Covid-19. "[Penambahan ICU] sudah sebenarnya, cuma yang ICU ventilator itu kan kita target Januari bisa sampai 25 bed. Nah sekarang maih 24, kurang satu. Sampai sekarang kita belum dapat kekurangan untuk yang ventilator itu," tuturnya.

"Sebenarnya kalau kami melihat angka mingguannya datar. Cuma kemarin itu sempat ada laboratorium yang alatnya rusak, kemudian pada suatu titik ada yang turun banget, kemudian naik. Nah, itu sebenarnya ada pengumpulan. Kalau dari angka mingguan datar, malah ada kecenderungan sedikit turun. Januari itu kita lihat mingguannya datar, jumlahnya datar," tandasnya.

Direktur RS Jogja, Ariyudi Yunita menyebutkan jika pihaknya tidak mengalami kesulitan dalam mengoperasikan SPGDT maupun siranap. Dia menjelaskan siranap sudah sejak lama digunakan, namun untuk SPGDT yang baru dioperasikan sejak Januari pihaknya pun tak alami kesulitan dalam menggunakannya. "Tidak ada kesulitan. Kalau sisrute [siranap] sudah lama. Kalau itu [siranap] sudah langsung update di sim online," terangnya.

BACA JUGA : Soal RS Rujukan Covid-19 di Jogja Penuh, Begini Jawaban

"Update data TT dilakukan di RS Online oleh TPPRI (Tempat Pendaftaran Pasien Rawat Jalan). Update data sehari dilakukan tiga kali sehari tiap pergantian sif petugas TPPRI. Update ketersediaan TT Covid-19 dilakukan petugas TPPRI dengan konfirmasi bangsal yang kemudian diinput ke RS Online. Untuk keterangan tambahan seperti kohorting dan lain-lain ditulis di SPGDT. Alur tersebut sesuai dengan kesepakatan saat koordinasi rumag sakit dengan Dinkes DIY," katanya.