Jalan Kolonel Sugiyono Rusak, Pemkab Bantul Tak Bisa Memperbaiki

Salah satu kerusakan di Jalan Kolonel Sugiyono, Bantul, Senin (1/2/2021). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
02 Februari 2021 16:47 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul tidak bisa memperbaiki Jalan Kolonel Sugiyono yang rusak karena ruas jalan alternatif simpang empat Klodran ke Jalan Srandakan tersebut merupakan jalan nasional.

"Jalan Kolonel Sugiyono jalan nasional. Kami belum tahu kapan perbaikannya," kata Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan,  dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul,  Eko Budi Santoso,  Selasa (2/2/2021).

BACA JUGA: Pelanggaran Operasional Tempat Usaha Masih Mendominasi saat PTKM Tahap Kedua

Eko mengatakan ruas jalan tersebut sudah lama rusak dan sudah dilaporkan ke Pemerintah Pusat.  Namun sampai saat ini belum ada tindak lanjutnya.  Jalan sepanjang sekitar 4,5 kilometer tersebut sering dilintasi kendaraan bertonase berat.  Bahkan truk-truk pasir dan bus kerap melintasi jalan tersebut karena tidak bisa masuk jalur dalam kota.

Jawatannya tidak bisa memperbaiki jalan tersebut.  Rencana perbaikan yang dilakukan tahun ini adalah jalan kabupaten.  Namun tidak banyak karena anggarannya terbatas setelah dipangkas untuk kebutuhan penanganan Coronavirus Disease atau Covid-19. "Yang diperbaiki di antaranya Jalan Jogolagan-Pleret dan Jalan Jampian-Sambikerep Pajangan," kata Eko.

Perbaikan di dua ruas jalan tersebut adalah penebalan aspal sehingga selama perbaikan harus melakukan buka tutup salah satu lajur jalan. 

BACA JUGA: Petani Ditemukan Tewas di Persawahan, Diduga Tersengat Aliran Listrik

Sementara itu, di sepanjang Jalan Kolonel Sugiyono dari simpang empat Klodran sampai simpang tiga Jalan Srandakan terlihat kerusakan di beberapa titik, terutama di daerah Dusun Jatak dan Dusun Bantul Karang,  Desa Ringinharjo.

Warga dan pedagang di sekitar jalan tersebut juga sudah lama mengeluh karena sering terjadi kecelakaan.  Irwan,  salah satu pedagang bakso di pinggir ruas jalan tersebut mengaku kerap menyaksikan kecelakaan,  "Itu kan rusaknya dekat traffic light sehingga kalau lampu hijau pengendara fokusnya ke lampu, tidak melihat ada jeglongan besar," kata Irwan.

Menurut dia beberapa warga sebenarnya sudah berupaya menguruk jalan rusak tersebut dengan batu bata dan tanah, tetapi hasilnya tidak bertahan lama. Jalan kembali berlubang terlebih dilintasi kendaraan bertonase besar seperti truk dan bus.  Irwan berharap ada perbaikan jalan tersebut untuk mengurangi resiko kecelakaan.