Kiai Attabik Ali Pengasuh Pesantren Ali Maksum Krapyak Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Ucapan duka cita atas meninggalnya KH Attabik Ali. - nu.or.id
06 Februari 2021 20:17 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Pengasuh Pondok Pesantren Ali Maksum Krapyak, Panggungharjo, Sewon, Bantul, KH Attabik Ali, meninggal dunia, Sabtu (6/2/2021). Mertua Anas Urbaningrum itu meninggal dunia di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Jogja sekitar pukul 13.00 WIB.

Salah satu menantu Kiai Attabik, Khoirul Fuad, mengatakan mertuanya meninggal dalam usia 78 tahun karena penyakit komplikasi, salah satunya stroke yang sudah diderita selama delapan tahun terakhir, “Dirawat di PKU [selama] dua hari,” kata dia, saat ditemui di kediaman Kiai Attabik Ali.

Menurut Khoirul, mertuanya tersebut  juga sempat tes Covid-19. Namun, hingga meninggalnya hasil uji laboratorium Covid-19 belum keluar. Kendati demikian, proses pemakaman Gus Bik-sapaan akrab Kiai Attabik Ali, tetap melalui protokol Covid-19.  

“Pak Attabik itu sudah delapan tahun ini menderita stroke komplikasi, sebenarnya bukan karena Corona tapi situasinya masih pandemi Corona sehingga dites Corona,” kata dia.

Ketika di rumah sakit, kata Khoirul, mertuanya mendapatkan perawatan yang intensif. Namun takdir berkata lain sehingga Kiai Attabik Ali meninggal dunia. Almarhum Gus Bik disemayamkan di rumahnya, kemudian disalatkan di Masjid Kompleks Pesantren Krapyak. Sementara pemakaman dilakukan dengan protokol Covid-19 di Kompleks Pemakaman Keluarga Al-Munawwir Dongkolen pada Sabtu (6/2/2021) sore sekitar pukul 17.00 WIB.

Rois Syuriah Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DIY, Masngud Masduki mengaku kehilangan dengan wafatnya Kiai Attabik. Almarhum Gus Bik merupakan mustasyar NU dan pernah menjabat Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)  pada periode 1981-1984.

Dilansir dari laman nu.or.id, Attabik Ali merupakan putra dari KH Ali Maksum. Setelah wafatnya KH Ali Maksum pada tahun 1989, Kiai Atabik Ali melanjutkan kepemimpinan pesantren dari ayahanda. Di tangan Kiai Atabik, pesantren kemudian berkembang pesat dengan berbagai terobosan yang luar biasa. KH Atabik Ali juga pernah duduk dalam kepengurusan PBNU di masa Gus Dur, yakni sejak Muktamar Situbondo tahun 1984. Kiai Atabik masuk jajaran sebagai Ketua PBNU.