Jasa Raharja Yogyakarta Sukseskan Aksi Donor Nasional Terapi Plasma Konvalesen

Kepala PT Jasa Raharja Cabang DIY Akhdiyat Setya Purnama saat menyaksikan pengambilan donor plasma di PMI DIY untuk menyukseskan Aksi Donor Nasional Terapi Plasma Konvalesen yang digelar serentak oleh Kementerian BUMN, Senin (8/2/2021). - Ist/dok PT Jasa Raharja
09 Februari 2021 07:37 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- PT Jasa Raharja Cabang D.I Yogyakarta turut menyukseskan Aksi Donor Nasional Terapi Plasma Konvalesen yang digelar serentak oleh Kementerian BUMN, Senin (8/2/2021). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap upaya memerangi Covid-19.

Aksi Donor Nasional Terapi Plasma Konvalesen tersebut digelar serentak oleh Satgas BUMN Seluruh Indonesia bekerja sama dengan PMI wilayah masing-masing. Seluruh Satgas BUMN mengikuti pembukaan Aksi Donor Nasional Terapi Plasma Konvalesen tersebut melalui aplikasi zoom. Acara dibuka Oleh Ketua PMI Pusat M.Jusuf Kalla dan Menteri BUMN Erick Thohir di Jakarta.

Selain Kepala PT Jasa Raharja Cabang DIY Akhdiyat Setya Purnama yang mewakili Ketua Umum Satgas BUMN DIY, kegiatan tersebut juga diikuti oleh Ketua Harian Satgas BUMN DIY Putro Lelono, dan Sekretaris Umum Satgas BUMN DIY Sylviantika bersama Perwakilan dari PMI DIY Naila Amanda.

Baca juga: Soal Sanksi Pelanggar PPKM Tahap Ketiga di Jogja, Begini Kata Sultan

Menurut Akhdiyat, program ini bertujuan untuk mendorong karyawan dan keluarga BUMN yang sudah pernah terinfeksi Covid-19 untuk menyelamatkan pasien Covid-19. Di wilayah DIY, katanya, salah seorang penyintas Covid-19 yang juga karyawan PT Jasa Raharja menjadi salah seorang pendonor.

"Kami turut prihatin atas pandemi ini. Tentunya peduli saja tidak cukup sehingga kami juga terus berikhtiar dan terlibat langsung. Salah satunya dengan ikut aksi donor konvalesen," katanya saat meninjau Aksi Donor Nasional Terapi Plasma Konvalesen di PMI DIY, Senin (8/2/2021).

Aksi Donor Nasional Terapi Plasma Konvalesen ini, lanjut Akhdiyat, untuk mendukung program Indonesia Sehat bersama Menteri BUMN. Menurutnya, aksi tersebut merupakan salah satu terapi efektif untuk membantu para penyintas yang saat ini berjuang melawan Covid-19.

Baca juga: Belum Dipakai, Besi Gedung Baru Kantor Bupati Sleman Sudah Berkarat

"Untuk aksi ini kami bekerjasama dengan PMI DIY. Sebab membantu pasien Covid-19 melalui plasma konvalesen ini juga tidak bisa dilakukan sendiri. Gerakan mengumpulkan plasma ini membutuhkan peran dari banyak pihak," katanya.

Menurut Akhdiyat, dalam proses donor plasma ini peserta terlebih dulu harus lolos skrining administrasi dan tes darah. Jika dinilai memenuhi syarat maka pengambilan darah akan dilakukan di PMI mengingat proses pengambilan plasma konvalesen ini berbeda dengan donor darah pada umumnya. "Pengambilan plasma konvalesen harus memenuhi syarat dan dengan alat khusus," katanya.

Sekadar diketahui, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir memimpin peluncuran program Donor Plasma BUMN untuk Indonesia. Program ini digelar secara serentak di 15 provinsi seluruh Indonesia serta disaksikan secara online di 34 provinsi Indonesia. Erick mengatakan program ini merupakan konsistensi dari Kementerian BUMN dan perusahaan BUMN dalam melawan Covid-19.

“Potensi dan sumber daya BUMN sangat besar. Tersebar merata di seluruh provinsi di Indonesia dan harus menjadi garda terdepan dalam tiap kesempatan. Maka dari itu, bekerja sama dengan PMI, program ini diluncurkan untuk mendorong karyawan dan keluarga BUMN yang sudah pernah terinfeksi Covid-19 untuk menyelamatkan pasien Covid-19,” ujar Erick Thohir dalam konferensi pers virtual.

Dia berharap nantinya semua yang sudah terinfeksi dan sesuai dengan persyaratan tentunya, mau mendonorkan plasmanya untuk sesama. Kementerian BUMN, kata dia, akan selalu siap membantu dengan semua sumber daya yang dimiliki. Plasma BUMN untuk Indonesia diinisiasi oleh Kementerian BUMN, bekerja sama dengan PMI, dan dilaksanakan oleh Satgas BUMN yang ada di semua provinsi di Indonesia.