Sejumlah Sumber Air di Gunungkidul Belum Dimanfaatkan Maksimal

Sejumlah warga Legundi, Desa Planjan, Kecamatan Saptosari, mengambil air dari bocoran pipa PDAM, Senin (20/8). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
10 Februari 2021 08:17 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Handayani Toto Sugiharta mengatakan kapasitas produksi air yang dimiliki belum maksimal. Sejumlah sumber air yang dimiliki belum termanfaatkan dengan baik.

Menurut dia, untuk layanan air bersih kepada pelanggan ada empat cabang pengelolaan air yang dimiliki perumdam, yakni, meliputi Wonosari, Seropan, Baron dan Bribin. “Secara total potensi dari empat lokasi ini mencapai 3.099 liter per detik, tapi yang diproduksi baru 493,08 liter per detik,” kata Toto, Selasa (9/2/2021).

Ia menjelaskan, dengan adanya potensi sumber yang masih melimpah akan dioptimalkan sehingga layanan kepada pelanggan terus dapat ditingkatkan. “Kami akan terus lakukan perbaikan-perbaikan, salah satunya dengan mengoptimalkan potensi sumber agar layanan ke masyarakat bisa lebih lancar,” katanya.

Baca juga: Hajatan Pernikahan di Piyungan Dibubarkan Aparat

Untuk meningkatkan kapasitas produksi, Toto mengakui sudah memiliki beberapa rencana optimalisasi sumber seperti yang ada di sumur Selang baru; sumur Duwet, sumur Seneng. Selain itu, ada juga pergantian pompa satu phase di sumber Ngleri, Song Gilab dan Banyumeneng. “Upaya terus dilakukan untuk meningkatkan layanan,” katanya.

Hingga saat ini, pelanggan Perumdam Tirta Handayani mencapai 52.604 pelanggan yang tersebar di 15 kapanewon. Toto mengakui, ada tiga kapanewon yang belum mendapatkan layanan air perumdam yang meliputi Kapanewon Purwosari, Patuk dan Gedangsari. “Total yang terlayani ada di 15 kapanewon dan tersebar di 96 desa,” ungkapnya.

Baca juga: Air Kelapa Ternyata Ampuh Obati Sariawan

Ke depannya, sambung dia, perumdam sudah memiliki rencana untuk menjangkau layanan di seluruh wilayah. Sebagai contoh, untuk layanan di Kapanewon Purwosari akan memanfaatkan sumber air di Laut Bekah. Selama ini air dari sumber tersebut masih terbuang percuma ke Laut Selatan.

“Di Bekah ada sumber dengan kapasitas 30 liter per detik dan ini yang akan dimanfaatkan untuk layanan di wilayah Purwosari. Hal sama juga di Gedangsari, ada sumber 10 liter per detik yang akan dioptimalkan untuk layanan ke masyarakat,” katanya.