Nakes di RS Muhammadiyah-Aisyiyah Dilatih Tangani Covid-19 Lewat Aplikasi Digital

Ilustrasi. - Freepik
13 Februari 2021 07:47 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- PP Muhammadiyah-Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) Indonesia meluncurkan sistem informasi Covid-19 dalam bentuk aplikasi untuk jaringan Rumah Sakit Muhammadiyah-Aisyiyah (RSMA), Kamis (11/2/2021).

Ketua MPKU Muhammadiyah, Agus Samsudin mengatakan kemitraan Muhammadiyah dengan USAID memberikan kontribusi signifikan bagi upaya Indonesia dalam melawan Covid-19. Kolaborasi kedua lembaga ini menghasilkan Program Mentari Covid-19 pada Juli 2020 lalu. Tujuannya untuk meningkatkan kapabilitas rumah sakit Muhammadiyah dalam penanganan Covid-19.

BACA JUGA : Muhammadiyah Minta Jokowi Evaluasi Penanganan Covid-19

Kegiatan kolaborasi antara MPKU-USAID dalam penanganan Covid-19 berlangsung sejak Juli 2020, di tujuh propinsi dan 30 RSMA kini sudah berakhir. Ia mengapresiasi Tim Mentari Covid-19 yang mampu menjalankan seluruh program sesuai rencana.

"Kami berterimakasih pada USAID dan Kementrian Kesehatan RI yang telah mendukung program ini. Semoga ini menjadi bagian dari kontribusi Muhammadiyah dalam penanganan Covid-19 di Indonesia," katanya saat Launching Sistem IT RS Muhammadiyah-Aisyiyah untuk Manajemen Covid-19 di RSPKU Gamping, Kamis (11/2).

Setelah Program Mentari Covid-19 berakhir, kini MPKU merilis Sistem IT RS Muhammadiyah-Aisyiyah untuk Manajemen Covid-19. Aplikasi ini merupakan platform pembelajaran digital bagi tenaga kesehatan untuk meningkatkan penanganan kasus Covid-19 di RSMA. Tujuannya untuk menerapkan standar protokol perawatan Covid-19, meningkatkan pemantauan, dan pelaporan pelayanan serta perawatan pasien.

Hingga kini aplikasi tersebut sudah digunakan oleh 30 RS rujukan Covid-19 di bawah jaringan RSMA. Ke depan, sistem itu akan dikembangkan lebih maju untuk memfasilitasi 80 RSMA agar bisa mengakses riwayat kesehatan pasien berdasarkan identifikasi khusus atau unique ID dari setiap pasien.

BACA JUGA : Alarm Darurat Layanan Kesehatan! RS Covid-19 di Jogja

Aplikasi itu juga memudahkan konsultasi antardokter sehingga dapat meningkatkan pengujian dan pengobatan. Lebih dari 400 tenaga kesehatan telah dilatih untuk menggunakan sistem ini. "USAID bangga dapat mendukung 30 pusat rujukan pengobatan Covid-19 di jaringan rumah sakit Muhammadiyah-Aisyiyah untuk memberikan perawatan yang lebih baik kepada pasien Covid-19 dengan tetap melindungi tenaga kesehatan di garda depan," kata Direktur USAID Ryan Washburn.

Dia mengatakan USAID sudah bermitra dengan puluhan negara di dunia dalam pembangunan dan pengembangan kesehatan. Di Indonesia, USAID bekerja sama dengan Muhammadiyah dalam mengatasi pandemi Covid-19. USAID sudah menggelontorkan bantuan sebesar 11 juta USD atau senilai Rp187 miliar melalui MPKU Muhammadiyah dalam mengatasi pandemi Covid-19 di Indonesia. Bantuan tersebut diberikan untuk peningkatan layanan kesehatan, tenaga kesehatan, APD, laboratorium.

BACA JUGA : LDP MCCC PP Muhammadiyah Rilis Buku Reclaim your Soul

Kami tahu tenaga kesehatan merupakan garda terdepan dalam menangani Covid-19. Mereka harus dilindungi,” kata Ryan.

Selain itu, kata Ryan, bantuan yang diberikan diperuntukkan untuk meningkatkan sistem IT jaringan RS Muhammadiyah di seluruh Indonesia dan rumah sakit swasta lainnya. "Saya berharap Muhammadiyah berbagi pengalaman dengan rumah sakit swasta lainnya di Indonesia dalam pengembangan layanan kesehatan," katanya.