Progres Tol Jogja-Solo 87 Persen, Akses Keluar Masuk Ditarget Agustus
Progres Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 mencapai 87%. Ramp on dan ramp off ditargetkan selesai Agustus 2026.
Subdit Gakkum Ditpolraiud Polda DIY bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam DIY berhasil mengungkap enam kasus perniagaan dan pemelihataan satwa liar terhadap buaya muara dan labi-labi. Jumpa pers dilakukan pada Selasa (16/2/2021) di Dipolraiud Polda DIY, Kapanewon Kretek, Bantul./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL—Subdit Gakkum Ditpolraiud Polda DIY dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam DIY membongkar enam kasus perniagaan dan pemeliharaan satwa liar berupa buaya muara dan labi-labi.
Wadir Polairud Polda DIY, AKBP Azhari Juanda menuturkan lima ekor buaya muara dan 14 ekor labi-labi diselamatkan dari praktik perniagaan dan pemeliharaan hewan dilindungi. Dua tersangka berinisial RRL, 17, dan RR, 17, memperdagangkan buaya muara 110 cm dan 178 cm. Karena masih di bawah umur, kedua tersangka akan menjalani diversi. "Satu diversi, satu lagi masih penyelidikan. Tiga pelaku tidak bisa hadir, satu sakit dan dua di bawah umur," kata dia, Selasa (16/2/2021).
BACA JUGA: Hadapi Wabah, Sultan HB X Minta Warga DIY Tiru Sikap Nelayan & Petani
Satu pelaku lainnya dalam kasus itu adalah RYS, 28. Tersangka menjualbelikan labi-labi. Menurut penuturan tersangka, awalnya dia memiliki hobi terhadap ikan cupang. Saat ada yang menjual secara daring, tersangka tertarik dan menjualnya kembali.
Dua dari tiga tersangka pemeliharaan buaya muara awalnya mengunggah foto hewan dilindungi tersebut ke Facebook. Dari pengakuan tersangka, terdapat forum di media sosial soal hewan dilindungi tersebut. Tersangka mengunggah ke laman Facebook untuk melakukan "absen" di forum tersebut.
Harga buaya muara yang diperjualbelikan secara daring berkisar antara Rp700.000 - Rp1,3 juta per ekor. Sementara harga satu ekor labi-labi dihargai diangka Rp240.000 per ekor.
Tersangka perniagaan dan pemeliharaan satwa dilindungi dikenakan pasal yang dipersangkakan yakni pasal 40 ayat 2 Jo Pasal 22 ayat 2 huruf a UU No.5/1990 tentang konservasi sumber daya hayati dan ekosistemnya dengan ancaman hukuman penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp100 juta.
Kepala BKSDA, M Wahyudi, mengatakan barang bukti berupa buaya dan labi-labi moncong akan diamankan di tempat yang layak. Rencananya lima ekor buaya akan ditranslokasi ke Jawa Timur dan labi-labi akan ditranslokasi ke Papua. "Perdagangan satwa liar di Jogja sering diungkap sehingga kami harapkan dengan kejadian ini bisa memberikan info ke masyarakat luas satwa ini dilindungi UU dan tidak boleh dipelihara," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Progres Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 mencapai 87%. Ramp on dan ramp off ditargetkan selesai Agustus 2026.
Ilmuwan menemukan spesies dinosaurus baru berusia 210 juta tahun di Zimbabwe. Temuan ini membuka wawasan baru tentang evolusi dinosaurus awal di Afrika.
Myanmar mengesahkan UU Anti-Penipuan Daring yang mempercepat pembekuan rekening dan menjatuhkan hukuman hingga hukuman mati bagi pelaku.
Sebanyak 287 pelajar mengikuti KAP Kota Jogja 2026. PASI Kota Jogja menargetkan menjadi juara umum POPDA 2029 melalui pembinaan atlet berkelanjutan.
Persebaya Surabaya memastikan tiket semifinal Piala Presiden 2026 usai mengalahkan PSMS Medan 1-0 lewat gol Yuran Fernandes di Stadion Gelora Bung Tomo.
Bareskrim Polri memetakan sumur minyak rakyat di Blora untuk mendukung peningkatan produksi. Warga juga menyampaikan aspirasi terkait pengelolaan sumur.