Setahun Pandemi, Begini Kondisi Kerajinan Kulit Manding

Ilustrasi UMKM - Bisnis Indonesia/Rachman
24 Februari 2021 07:17 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Nyaris setahun pandemi kondisi perekonomian pengrajin kulit Manding naik turun. Di masa PPKM mikro ini kondisi penjualan hasil kerajinan kulit makin lesu.

Ketua Pengrajin Kulit Manding, Bantul, Purwadi mengaku penjualan akhir-akhir ini makin tidak bisa diprediksi. Tamu hanya sesekali ada saat liburan, lalu sepi di hari-hari biasa.

"Selama pandemi Covid-19 ini kan keadaan tamu pembeli enggak bisa diprediksi. Kadang musim liburan ini ada kadang enggak ada. Apalagi pas hari-hari biasa, hujan lagi, sepi sekarang ini," jelasnya pada Selasa (23/2/2021).

BACA JUGA : Jumlah Perajin di Sentra Kerajinan Manding Semakin

Alih media penjualan jadi sarana yang diharapkan bisa mendongkrak daya beli. Purwadi menuturkan sejumlah toko sudah mulai berjualan melalui daring. "Toko selarang sudah jualan melalui online. Walau pun enggak ada tamu masuk, ada harapan yang lainnya," ujarnya.

Purwadi bahkan menyebut beberapa toko kerajinan kulit bahkan tutup selama pandemi. Ada juga pedagang yang seumpama punya dua kios, salah satu kiosnya memilih untuk ditutup."Saya enggak hitung berapa, toko ada yang selama pandemi tutup" tandasnya.

"Kalau harapan, semangat masih ada, apapun caranya. Kalau pandemi Covid-19 ini sudah selesai ada harapan bangkit lagi. Kalau seperti saya, enggak ada [pembeli] toko ya harus keluar mencari pembeli seperti teman lainnya," katanya.

BACA JUGA : Macet Simpang Manding Bikin Pemudik Mampir Belanja 

Salah satu pemilik toko kerajinan kulit lainnya yang tidak disebutkan namanya tak menampik penjualan selama pandemi sangat sekali. Sepinya pengunjung bisa terjadi tak hanya harian tapi berminggu-minggu. Situasi PPKM mikro juga dinilai makin membuat sepi kunjungan karena wisatawan takut berpergian.