Api Misterius Seyegan: Pemkab Sleman Siap Terapkan Rekomendasi Pakar
Pemkab Sleman siap mengeksekusi rekomendasi pakar untuk menangani fenomena api di Seyegan. UGM menemukan anomali gas hidrogen yang diduga terkait limbah organik
Ilustrasi UMKM /Bisnis Indonesia-Rachman
Harianjogja.com, BANTUL - Nyaris setahun pandemi kondisi perekonomian pengrajin kulit Manding naik turun. Di masa PPKM mikro ini kondisi penjualan hasil kerajinan kulit makin lesu.
Ketua Pengrajin Kulit Manding, Bantul, Purwadi mengaku penjualan akhir-akhir ini makin tidak bisa diprediksi. Tamu hanya sesekali ada saat liburan, lalu sepi di hari-hari biasa.
"Selama pandemi Covid-19 ini kan keadaan tamu pembeli enggak bisa diprediksi. Kadang musim liburan ini ada kadang enggak ada. Apalagi pas hari-hari biasa, hujan lagi, sepi sekarang ini," jelasnya pada Selasa (23/2/2021).
BACA JUGA : Jumlah Perajin di Sentra Kerajinan Manding Semakin
Alih media penjualan jadi sarana yang diharapkan bisa mendongkrak daya beli. Purwadi menuturkan sejumlah toko sudah mulai berjualan melalui daring. "Toko selarang sudah jualan melalui online. Walau pun enggak ada tamu masuk, ada harapan yang lainnya," ujarnya.
Purwadi bahkan menyebut beberapa toko kerajinan kulit bahkan tutup selama pandemi. Ada juga pedagang yang seumpama punya dua kios, salah satu kiosnya memilih untuk ditutup."Saya enggak hitung berapa, toko ada yang selama pandemi tutup" tandasnya.
"Kalau harapan, semangat masih ada, apapun caranya. Kalau pandemi Covid-19 ini sudah selesai ada harapan bangkit lagi. Kalau seperti saya, enggak ada [pembeli] toko ya harus keluar mencari pembeli seperti teman lainnya," katanya.
BACA JUGA : Macet Simpang Manding Bikin Pemudik Mampir Belanja
Salah satu pemilik toko kerajinan kulit lainnya yang tidak disebutkan namanya tak menampik penjualan selama pandemi sangat sekali. Sepinya pengunjung bisa terjadi tak hanya harian tapi berminggu-minggu. Situasi PPKM mikro juga dinilai makin membuat sepi kunjungan karena wisatawan takut berpergian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman siap mengeksekusi rekomendasi pakar untuk menangani fenomena api di Seyegan. UGM menemukan anomali gas hidrogen yang diduga terkait limbah organik
Pemkab Temanggung mencatat tren peralihan penggunaan BBM dari Pertamax ke Pertalite. Stok BBM subsidi dipastikan masih aman.
Pembangunan Sekolah Rakyat di Batang dimulai Juli 2026. Sekolah berasrama ini ditargetkan menampung sekitar 300 siswa dari keluarga miskin.
Gempa magnitudo 6,7 mengguncang Palu. Sejumlah bangunan rusak, Jembatan Palu III ditutup sementara, namun tidak berpotensi tsunami.
Cuaca panas ekstrem meningkatkan risiko heat stroke pada anak. Kenali gejala, pertolongan pertama, dan kesalahan yang harus dihindari.
Libur sekolah 2026 diprediksi mendongkrak kunjungan wisatawan ke Jogja. Sebanyak 12 destinasi wisata dipantau untuk menjamin keamanan dan kenyamanan.