Penggunaan Kartu Tani di Bantul Masih Rendah

ILustrasi pembagian kartu tani - JIBI
28 Februari 2021 13:37 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Jumlah penggunaan program Kartu Tani di Bantul belum sampai 50% hingga Februari 2021 meski kartu nyaris didistribusikan 100%. Belum masuknya masa tanam membuat pengguna Kartu Tani belum banyak.

Kepala Bidang Prasarana Sarana dan Penyuluhan, Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan, Arifin Hartanto menyebutkan sebanyak 49.257 petani terverifikasi berpartisipasi dalam program Kartu Tani. Namun hingga Februari, belum semua Kartu Tani terdistribusi. Setidaknya ada 1.206 kartu tani belum terdistribusi sampai saat ini. "Jumah petani terverifikasi 49.257, sedangkan kartu yang didistribusi 48.051," jelasnya pada Minggu (28/2/2021).

Lebih jauh, dari jumlah Kartu Tani yang telah didistribusikan, persentase penggunaan Kartu Tani masih rendah. Berdasarkan data yang dipaparkan Arifin, baru 12.997 Kartu Tani yang telah digunakan. Jumlah penggunaan kartu tani tersebut setara 27,05 persen, jauh dari separuhnya.

Baca juga: Update Covid-19 DIY: Bantul Kasus Baru Terbanyak, Sleman Kasus Sembuh Tertinggi

"Kalau inputnya Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) sudah selesai untuk kartu tani yang diterbitkan dan distribusi dari BRI. RDKK yang input penyuluh pertanian," ujarnya.

Secara teknis Kartu Tani hanya untuk satu petani. Namun Arifin menuturkan saat ini masih ada kendala pada sejumlah kartu yang kuotanya masih kosong. Selain itu kartu yang reject pun masih dalam perbaikan di Kementan dan BRI pusat.

Disebutkan Arifin, rendahnya penggunaan Kartu Tani karena beberapa kartu mengalami masalah kuota kosong dan data yang reject. Selain itu kartu juga belum dipakai karena kebutuhan akan pupuk para petani berbeda-beda. "Belum menggunakan untuk pengambilan pupuknya karena belum tanam dan membutuhkan pupuk," terangnya.

Di samping itu, jumlah peserta Kartu Tani belum mencakup seluruh petani yang ada di Bantul. Pasalnya tidak semua petani lolos kriteria dan ada juga yang enggak mendaftar. "Jumlah itu yang diinput oleh admin RDKK yang sesuai persyaratan, pengelolaan lahannya tidak lebih dari dua hektar dan juga ada petani yang tidak mau ribet sehingga tidak mengajukan haknya mendapat pupuk subsidi. Intinya hanya yang menyerahkan dokumen untuk diinput," tandasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Kabupaten Bantul, Yus Warseno berharap Kartu Tani dapat membantu kebutuhan pupuk para petani di Bantul. Tentunya pupuk bersubsidi diharapkan juga sampai pada sasaran yang tepat, yakni petani yang membutuhkan.

"Harapan kami ke depan para petani dengan adanya kartu tani akan diperoleh data kebutuhan pupuk yang valid. Sehingga pelayanan akan lebih baik, kebutuhan pupuk, tepat kuota, tepat waktu, dan tepat sasaran," imbuhmnya.