Banyak Keluhan Belajar di Rumah, DPRD Gunungkodul Dukung Pelaksanaan Sekolah Tatap Muka

Ilustrasi - Freepik
02 Maret 2021 15:07 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Anggota DPRD Gunungkidul mendukung pelaksanaan sekolah tatap muka karena program belajar di rumah (BDR) selama masa pandemi tidak efektif untuk perkembangan para siswa.

Salah satu dukungan disuarakan oleh Ketua Komisi D DPRD Gunungkidul, Supriyadi. Ia mengaku sudah sering mendapatkan keluhan berkaitan dengan efektivitas program BDR dari masyarakat.

BACA JUGA: Sleman Belum Putuskan Sekolah Tatap Muka, Vaksin Anak Jadi Alasan Utama

Menurut dia, penyelenggaran belajar secara daring banyak kendala mulai dari perkembangan siswa hingga orang tua yang kerepotan karena harus mendampingi anak secara intens saat mengerjakan tugas yang diberikan sekolah.

 “BDR tidak efektif. Niatnya untuk menghindarkan siswa dari penyebaran Corona, tapi malah menimbulkan masalah baru. Salah santunya terhadap perkembangan siswa karena ada yang pindah jenjang pendidikan [SD-SMP atau SMP-SMA] dengan proses yang tidak semestinya,” katanya kepada wartawan, Selasa (2/3/2021).

Politikus PAN ini mengungkapkan berdasarkan hasil koordinasi dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, sekolah siap menyelenggarakan pembelajaran tatap muka, meski wabah corona belum hilang.

Meski demikian, penyelenggaraan tatap muka belum dilakukan karena terbentur aturan dalam pelaksanaan pembatasan secara terbatas kegiatan masyarakat (PTKM) skala mikro.

BACA JUGA: Pedagang Jogja Keluhkan Pendataan Vaksin yang Kurang Maksimal

Sekretaris Didsdikpora Gunungkidul, Sudya Marsita mengatakan hampir seluruh sekolah siap melakukan pembelajaran tatap muka. “Sekolah sudah siap, bahkan di awal tahun sudah mewacanakan mulai pembelajaran tatap muka,” katanya.

Namun, pembelajaran tetap menggunakan model daring karena adanya kebijakan PTKM dari pemerintah.