Kalurahan Plembutan Gunungkidul Kembangkan Mitigasi Banjir, Dilirik ASEAN
Kalurahan Plembutan, Gunungkidul, mengembangkan mitigasi banjir berbasis peringatan dini setelah banjir 2017 dan 2025. Program ini menarik perhatian ASEAN.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Anggota DPRD Gunungkidul mendukung pelaksanaan sekolah tatap muka karena program belajar di rumah (BDR) selama masa pandemi tidak efektif untuk perkembangan para siswa.
Salah satu dukungan disuarakan oleh Ketua Komisi D DPRD Gunungkidul, Supriyadi. Ia mengaku sudah sering mendapatkan keluhan berkaitan dengan efektivitas program BDR dari masyarakat.
BACA JUGA: Sleman Belum Putuskan Sekolah Tatap Muka, Vaksin Anak Jadi Alasan Utama
Menurut dia, penyelenggaran belajar secara daring banyak kendala mulai dari perkembangan siswa hingga orang tua yang kerepotan karena harus mendampingi anak secara intens saat mengerjakan tugas yang diberikan sekolah.
“BDR tidak efektif. Niatnya untuk menghindarkan siswa dari penyebaran Corona, tapi malah menimbulkan masalah baru. Salah santunya terhadap perkembangan siswa karena ada yang pindah jenjang pendidikan [SD-SMP atau SMP-SMA] dengan proses yang tidak semestinya,” katanya kepada wartawan, Selasa (2/3/2021).
Politikus PAN ini mengungkapkan berdasarkan hasil koordinasi dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, sekolah siap menyelenggarakan pembelajaran tatap muka, meski wabah corona belum hilang.
Meski demikian, penyelenggaraan tatap muka belum dilakukan karena terbentur aturan dalam pelaksanaan pembatasan secara terbatas kegiatan masyarakat (PTKM) skala mikro.
BACA JUGA: Pedagang Jogja Keluhkan Pendataan Vaksin yang Kurang Maksimal
Sekretaris Didsdikpora Gunungkidul, Sudya Marsita mengatakan hampir seluruh sekolah siap melakukan pembelajaran tatap muka. “Sekolah sudah siap, bahkan di awal tahun sudah mewacanakan mulai pembelajaran tatap muka,” katanya.
Namun, pembelajaran tetap menggunakan model daring karena adanya kebijakan PTKM dari pemerintah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kalurahan Plembutan, Gunungkidul, mengembangkan mitigasi banjir berbasis peringatan dini setelah banjir 2017 dan 2025. Program ini menarik perhatian ASEAN.
Muhammadiyah mendukung langkah Polri memberantas vape mengandung narkoba karena sejalan dengan fatwa haram penggunaan rokok elektrik sejak 2020.
Netanyahu kehilangan mayoritas di Knesset setelah pemilu Israel. Oposisi menjajaki dukungan partai Arab untuk membentuk pemerintahan baru.
PAD sektor pariwisata Bantul baru mencapai Rp15,8 miliar hingga Oktober 2026. Dispar pesimistis target Rp29 miliar tercapai.
Polri dan BPOM membahas penyusunan regulasi penggunaan kratom untuk mencegah penyalahgunaan tanaman yang berpotensi membahayakan.
MA membatalkan konferensi pers putusan kasasi perkara suket ijazah SMA Gibran karena belum menerima salinan putusan nomor 742 K/TUN/2026.