Krisis Air Bersih Mengancam, Gunungkidul Petakan Sumber Air Baru
BPBD Gunungkidul memetakan sumber air baru di daerah kekeringan sebagai solusi jangka panjang bagi warga yang terdampak musim kemarau.
Ketua Tim Penggerak PKK DIY GKR Hemas saat menyaksikan proses serah terima jabatan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gunungkidul periode 2021-2026 di Bangsal Sewokoprojo, Rabu (3/3/2021)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Ketua Tim Penggerak PKK DIY GKR Hemas memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja PKK Gunungkidul yang tetap berprestasi, meski memiliki alokasi anggaran yang minim setiap tahun. Ia berharap Bupati Sunaryanta bisa memberikan perhatian dengan bentuk alokasi anggaran guna mendukung operasional PKK.
“Mudah-mudahan ploting anggaran bisa ditambah. Untuk di provinsi, saya juga sering mengajukan tambahan operasional PKK,” katanya saat memberikan sambutan dalam acara serah terima jabatan Ketua Tim Penggerak PKK Gunungkidul Periode 2021-2026 di Bangsal Sewokoproko, Rabu (3/3).
Dia menjelaskan PKK Gunungkidul memiliki anggaran minim karena hanya Rp33 juta setahun. Jumlah ini kalah dengan daerah lain di DIY karena ada yang mencapai Rp1 milliar.
Meski demikian, GKR Hemas mengaku senang dengan kinerka PKK di Gunungkidul. Minimnya anggaran tidak menghalangi untuk berprestasi, baik di tingkat provinsi maupun nasional. Sebagai contoh, sambung dia, dalam lomba Hatinya PPK, Gunungkidul menjadi juara.
“Bahkan sempat tidak boleh ikut karena menjadi juara dua kali secara berturut-turut. Saya juga berharap kepada ketua tim penggerak baru [Diah Purwanti] bisa segera adapatasi dan memberikan sumbangsih dalam upaya menggerakan PKK,” katanya.
Dia berharap dengan kepemimpinan baru di Gunungkidul, penggerak PKK harus terus berprestasi serta menjalankan ketugasan yang dimiliki secara maksimal. Di tengah pandemic saat ini, tim PKK DIY sedang menyiapkan program dalam upaya penanggulangan virus corona di masarakat. “Masih disiapkan. Yang jelas, PKK akan punya peran penting dalam upaya penanggulangan,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengaku kaget dengan alokasi anggaran Rp33 juta setahun. Ia sempat mengira bahwa anggaran tersebut hanya untuk satu bulan operasional. “Ternyata untuk satu tahun,” kata dia.
Sunaryanta berjanji akan menambah ploting anggaran untuk PKK. Meski demikian, ia belum bisa menyebutkan nominal karena masih dalam tahap mempelajari terhadap postur anggaran yang dimiliki pemkab. “Akan saya tambah, tapi nominalnya nanti. Saya kan baru bekerja selama tiga hari, jadi masih banyak yang harus dipelajari,” katanya.
Menurut dia, PKK memiliki tugas yang penting dalam upaya memperkuat ketahanan keluarga melalui dasa wisma. Selain itu, perannya juga dibutuhkan dalam upaya mencetak sumber daya manusia yang unggul. “Saya akan mendukung program PKK dan semoga bisa semakin baik lagi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul memetakan sumber air baru di daerah kekeringan sebagai solusi jangka panjang bagi warga yang terdampak musim kemarau.
Film dokumenter Jalan Pulih terkurasi di Djourno Fest 2026. Karya ini mengangkat perjuangan perempuan dengan disabilitas psikososial dan makna pemulihan.
Dewan Pendidikan DIY menyoroti dugaan ketidaksetaraan fasilitas belajar siswa non muslim di SMA Negeri dan meminta seluruh sekolah memenuhi hak belajar setara.
Destry Damayanti ditunjuk sebagai Gubernur sementara BI. LHKPN mencatat total harta kekayaannya mencapai lebih dari Rp100,236 miliar.
Bareskrim Polri menangkap AKP Pardiman dan lima anggota Polres Tangsel terkait dugaan narkoba. Polri menegaskan tidak ada impunitas.
Rupiah ditutup melemah ke Rp18.009 per dolar AS setelah Perry Warjiyo mundur. Pasar menyoroti sentimen geopolitik dan risiko fiskal.