Sleman Berencana Bangun 3 TPST

Sejumlah armada pengangkut sampah lalu lalang di sekitar TPST Piyungan, Rabu (23/12/2020). Setelah ditutup warga beberapa hari terakhir, kini TPST Piyungan dibuka kembali. - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
04 Maret 2021 09:57 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Mengantisipasi permasalahan sampah yang makin memenuhi Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) Piyungan, Pemkab Sleman berencana akan membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di tiga lokasi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman, Dwi Anta Sudibya, menuturkan tiga lokasi tersebut berada di Kalurahan Sendangrejo, Kapanewon Minggir; Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok; dan Tamanmartani, Kapanewon Kalasan.

BACA JUGA : Sulit Cari Lahan, Pemkab Sleman Urungkan Niat Bangun 

"Semua calon lokasi itu masih dalam tahap penjajakan. Warga Minggir sudah diajak studi banding ke Tangerang pada akhir tahun 2020. Kalau nanti setuju, kami akan buatkan desain, dan UKL/UPL [Upaya Pengelolaan Lingkungan-Upaya Pemantauan Lingkungan] untuk diusulkan ke pusat," ujarnya, Rabu (3/3/2021).

Lahan yang disiapkan untuk calon TPST di Minggir seluas 1,5 hektare. Jika tidak ada penolakan dari warga, ia merencanakan pengadaan TPST paling cepat terealisasi pada tahun 2022, menggunakan dana dari APBN sekitar Rp 28 miliar.

TPST yang dibangun kata dia, akan menerapkan teknologi canggih sehingga tidak menimbulkan pencemaran lingkungan, dengan daya tampung 40 ton sampah per hari.

Ia mengakui kapasitas itu masih jauh dibandingkan volume sampah yang dihasilkan setiap hari yanh mencapai 650 ton. "Volume timbulan sampah  sangat jauh dari kapasitas TPST sehingga tidak mungkin jika hanya membangun di satu tempat," katanya.

BACA JUGA : Hingga Kini, Sleman Baru Punya 39 Truk yang Bisa 

Pemkab Sleman juga tidak memberi kompensasi kepada warga di sekitar TPST. Meski demikian TPST bisa menyerap tenaga kerja dari warga untuk operasional penanganan sampah.

"Kita bisa berkolaborasi dalam penanganan sampah organik maupun anorganik yang masih bisa dimanfaatkan kembali. Mungkin bisa dengan konsep BUMDes sehingga desa juga memperoleh nilai tambah tidak hanya mendapat limbah," katanya.

Pengadaan TPST menurutnya mendesak lantaran kondisi TPA Piyungan yang sudah penuh kapasitasnya dan sempat beberapa kali ditutup. Ia tisak bisa berbuat apa-apa ketika TPA Piyungan ditutup selain mengimbau warga agar menahan sampahnya sementara di rumah.