Vaksinasi Pelaku Wisata Jadi Harapan Kebangkitan Ekonomi DIY

Anggota PHRI berfoto bersama seusai mendapatkan layanan vaksin Covid-19 di Benteng Vredeburg, Sabtu (6/3/2021). - Harian Jogja/Sunartono.
06 Maret 2021 16:57 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Ribuan pelaku industri pariwisata di DIY telah diberikan vaksinasi secara bertahap. Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY menilai pemberian vaksinasi Covid-19 ini menjadi harapan baru kebangkitan ekonomi DIY di sektor pariwisata.

Ketua PHRI DIY Deddy Pranowo mengatakan 4.470 anggota PHRI Kota Jogja telah menjalani vaksinasi pada Senin (1/3/2021) sampai dengan Sabtu (6/3/2021). Dia meminta tambahan sekitar 2.000 dosis yang akan diberikan pada setiap kecamatan karena masih ada anggotanya yang belum disuntik vaksin Covid. Jadwal tambahan itu akan dilakukan pada fasilitas kesehatan terdekat dengan hotel setiap anggota PHRI.

“Vaksinasi ini memberikan gairah bagi kami untuk selalu menggelorakan pariwisata di Jogja, sehingga ekonomi terus tumbuh,” katanya kepada Harianjogja.com di lokasi vaksinasi Kompleks Museum Benteng Vredeburg, Sabtu.

Ia mengatakan, vaksinasi juga menjadi pelengkap dari sejumlah langkah yang dilakukan PHRI selama pandemi agar industri pariwisata tetap bisa beroperasi. PHRI telah melaporkan beberapa hal terdiri atas verifikasi protokol kesehatan (prokes) ke pemerintah kota dan kabupaten, sertifikasi Clean, Health, Safety, and Environment (CHSE) yang dilakukan oleh Kementerian. Dengan demikian ketika ada wisatawan yang datang ke Kota Jogja ada jaminan keamanan, selain sudah memenuhi syarat prokes, para pelaku industri pariwisata juga telah divaksin.  

“Kami DPD PHRI sangat mengapresiasi Pemerintah Kota Jogja yang sudah membantu vaksinasi ini,” ujarnya.

Ia meminta kepada PHRI kabupaten lainnya agar melakukan vaksinasi serupa. PHRI DIY telah berkoordinasi dengan Pemda DIY agar menggunakan wewenangnya dalam memberikan jatah vaksinasi untuk pelaku wisata atau PHRI di kabupaten Sleman, Bantul, Gunungkidul dan Kulonprogo.

Dedy mengakui dengan pemberian vaksinasi ini menjadi harapan baru bagi industri perhotelan untuk membuat ekonomi bangkit. “Karena setahun Corona di DIY ini kami masih butuh stimulus, relaksasi dari pemerintah untuk bertahan,” katanya.

Ketua DPD Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY Bobby Ardianto mengungkap hal yang sama. Menurutnya, vaksinasi menjadi langkah positif bagi pelaku industri pariwisata terutama PHRI karena menjadi satu titik awal pergerakan ekonomi. Ia berharap vaksinasi ini menjadi pemicu awal kebangkitan ekonomi di DIY.

“Karena vaksinasi ini bisa menjadi upaya pencegahan agar tubuh kita tidak tertular, sehingga pada saat ekonomi kita gerakkan kembali, ada satu sisi preventif bagi teman-teman pelaku industri, ini menjadi kekuatan,” ucapnya.

Bobby mengatakan para pelaku industri sangat mengapresiasi pelaksanaan vaksinasi karena menjadi semangat baru dalam menyambut situasi yang sulit ini. Karena pariwisata dalam situasi darurat dan terpuruk akibat pandemi Covid-19.

“Ini salah satu alat bagi kami untuk menghadapi Covid-19, kami berharap ada sekitar 31.000 pelaku industri pariwisata di DIY ini bisa diberikan vaksinasi,” katanya.