Aktivitas Merapi Kembali Meningkat, Pemkab Sleman Belum Putuskan soal Pengungsian Warga

Gunung Merapi mengeluarkan lava pijar yang terlihat dari Tunggularum, Wonokerto, Turi, Sleman, DIY, Rabu (7/1/2021). - ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
08 Maret 2021 19:27 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-Aktivitas Gunung Merapi meningkat dalam beberapa hari terakhir. Sejak 6 Maret, sektor tenggara masuk rekomendasi bahaya. Merespons hal ini, Pemkab Sleman masih berkoordinasi soal pengungsian.

Kepala Seksi Mitigasi Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Joko Lelono, mengatakan aktivitas kubah lava yang berada di tengah kawah terlihat dari Kaligendol di Kalitengahlor, pada Senin (8/3/2021) pagi.

"[Guguran] kelihatan dari Kalitengahlor. Kubah laba yang di dalam [tengah kawah] sudah kelihatan aktif dari Kali Gendol tapi belum keluar sampai bukaan kawah yang di Kali Gendol," katanya.

BACA JUGA: Ingatkan SPT, Sri Mulyani: Uang Rakyat Kembali untuk Rakyat

Terkait bertambahnya rekomendasi potensi bahaya dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), BPBD Sleman masih berkoordinasi untuk menentukan kebijakan apakah warga perlu diungsikan.

"Rekomendasi BPPTKG belum sampai 5 km, di luar 3 km masih aman. Di tempat kita [Sleman] yang masuk 5 km cuma Kalitengah Lor. Masih dikoordinasikan [untuk pengungsian]. Kalau dari BPPTKG harus diungsikan akan kami ungsikan," ungkapnya.

Di sisi lain ia memastikan keperluan pengungsian semuanya sudah siap. "Barak Glagaharjo masih siap, bantuan masih ada, dikelola Glagaharjo. Yang di Turgo kemaren dengan dana siaga darurat masih ada. Jalur evakuasi di Turgo juga sudah diperbaiki," katanya.

Ia juga mendorong warga agar memiliki budaya sadar bencana, sehingga jika terjadi bencana dapat menanggulangi secara mandiri sementara sebelum bantuan datang. Hal ini juga berlaku dalam pengungsian, karena menurutnya pengungsian mandiri lebih efektif.

Sebelumnya, Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, mengatakan rekomendasi potensi bahaya Gunung Merapi bertambah di sektor tenggara. "Berupa guguran awan panas dan lava pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 km," katanya.

Pada Senin (8/3/2021) pada pukul 00.00 WIB-12.00 WIB, BPPTKG mencatat terjadi tiga kali awan panas guguran dengan jarak luncur maksimal 1,3 km ke arah barat daya. Sementara pada hari sebelumnya terjadi tiga awan panas guguran dengan jarak tempuh maksimal 1,5 km ke arah barat daya.