Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Gunung Merapi mengeluarkan lava pijar yang terlihat dari Tunggularum, Wonokerto, Turi, Sleman, DIY, Rabu (7/1/2021). /ANTARA FOTO-Andreas Fitri Atmoko
Harianjogja.com, SLEMAN-Aktivitas Gunung Merapi meningkat dalam beberapa hari terakhir. Sejak 6 Maret, sektor tenggara masuk rekomendasi bahaya. Merespons hal ini, Pemkab Sleman masih berkoordinasi soal pengungsian.
Kepala Seksi Mitigasi Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Joko Lelono, mengatakan aktivitas kubah lava yang berada di tengah kawah terlihat dari Kaligendol di Kalitengahlor, pada Senin (8/3/2021) pagi.
"[Guguran] kelihatan dari Kalitengahlor. Kubah laba yang di dalam [tengah kawah] sudah kelihatan aktif dari Kali Gendol tapi belum keluar sampai bukaan kawah yang di Kali Gendol," katanya.
BACA JUGA: Ingatkan SPT, Sri Mulyani: Uang Rakyat Kembali untuk Rakyat
Terkait bertambahnya rekomendasi potensi bahaya dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), BPBD Sleman masih berkoordinasi untuk menentukan kebijakan apakah warga perlu diungsikan.
"Rekomendasi BPPTKG belum sampai 5 km, di luar 3 km masih aman. Di tempat kita [Sleman] yang masuk 5 km cuma Kalitengah Lor. Masih dikoordinasikan [untuk pengungsian]. Kalau dari BPPTKG harus diungsikan akan kami ungsikan," ungkapnya.
Di sisi lain ia memastikan keperluan pengungsian semuanya sudah siap. "Barak Glagaharjo masih siap, bantuan masih ada, dikelola Glagaharjo. Yang di Turgo kemaren dengan dana siaga darurat masih ada. Jalur evakuasi di Turgo juga sudah diperbaiki," katanya.
Ia juga mendorong warga agar memiliki budaya sadar bencana, sehingga jika terjadi bencana dapat menanggulangi secara mandiri sementara sebelum bantuan datang. Hal ini juga berlaku dalam pengungsian, karena menurutnya pengungsian mandiri lebih efektif.
Sebelumnya, Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, mengatakan rekomendasi potensi bahaya Gunung Merapi bertambah di sektor tenggara. "Berupa guguran awan panas dan lava pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 km," katanya.
Pada Senin (8/3/2021) pada pukul 00.00 WIB-12.00 WIB, BPPTKG mencatat terjadi tiga kali awan panas guguran dengan jarak luncur maksimal 1,3 km ke arah barat daya. Sementara pada hari sebelumnya terjadi tiga awan panas guguran dengan jarak tempuh maksimal 1,5 km ke arah barat daya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
BKSDA Yogyakarta mendalami kemunculan Monyet Ekor Panjang di Hargowilis. SM Sermo ditegaskan bukan habitat alami primata tersebut.
Polisi menangkap dua pelaku pencurian Rp14,5 juta dari laci SPBU Salaman, Magelang. Keduanya dibekuk enam hari setelah kejadian.
Akhir pekan menjadi waktu yang tepat untuk sejenak melepas penat, berkumpul bersama orang-orang terdekat, sekaligus menikmati hidangan yang menggugah selera.
Turis Eropa ke Sleman naik 50% saat high season. HPI Sleman menyoroti destinasi yang mendadak tutup dan aturan booking wisata.
Bank Indonesia memperluas kebijakan Merchant Discount Rate (MDR) QRIS 0 persen untuk mendorong efisiensi biaya transaksi