Semalam, Merapi Muntahkan Lava Pijar 17 Kali

Gunung Merapi mengeluarkan lava pijar yang terlihat dari Tunggularum, Wonokerto, Turi, Sleman, DIY, Rabu (7/1/2021). - ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
13 Maret 2021 08:47 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Gunung Merapi kembali mengeluarkan guguran lava pijar dengan jarak luncuran satu kilometer pada Sabtu (13/3/2021) dinihari. Semalam tercatat Merapi menyemburkan lava pijar sebanyak 17 kali. Terdiri atas periode Jumat (12/3/2021) pukul 18.00 WIB hingga 24.00 WIB sebanyak 10 kali dan Sabtu (13/3/2021) pukul 00.00 hingga 06.00 WIB tercatat tujuh kali.

Berdasarkan data BPPTKG pada Sabtu (13/3/2021) periode pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB kondisi Merapi cuaca berawan, mendung, dan hujan. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur. Suhu udara 13-27 °C, kelembaban udara 68-95 %, dan tekanan udara 569-704 mmHg. Volume curah hujan 9 mm per hari.

BACA JUGA : Awan Panas Merapi Meluncur 1,2 Kilometer dari Puncak

Kemudian secara visual gunung terlihat jelas, kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 50 meter di atas puncak kawah. Pada perideo ini terpantau tujuh kali terjadi guguran lava.

“Teramati tujuh kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 1.000 meter ke arah barat daya,” kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida dalam keterangan resminya Sabtu (13/3/2021) pagi.

Aktivitas kegempaan periode Sabtu pagi terpantau guguran terjadi 32 kali dengan amplitudo  3-16 mm dan durasi antara 11 detik hingga 70 detik. Gempa embusan tercatat dua kali dengan amplitude antar 4-5 milimeter dengan durasi 15 detik. Pada periode ini tidak dilaporkan adanya gempa fase banyak.

BACA JUGA : Awan Panas dan Hujan Abu Gunung Merapi Muncul Kembali

Sedangkan pada periode pengamatan Jumat (12/2/2021) pukul 18.00 WIB hingga 24.00 WIB terpantai cuaca berawan dan mendung. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur. Suhu udara 16-21 °C, kelembaban udara 53-95 %, dan tekanan udara 569-700 mmHg. Gunung jelas, kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati.

“Teramati 10 kali guguran lava dengan jarak luncur maksimum 700 meter ke arah barat daya,” ujarnya.

Adapun aktivitas kegempaan periode Jumat (12/2/2021) pukul 18.00 WIB hingga 24.00 WIB  terpantau guguran terjadi 57 kali dengan amplitudo  3-30 mm dan durasi antara 9 detik hingga 71 detik. Gempa embusan terjadi 8 kali dengan amplitudo antara 2-3 mm dan durasi 9 detik sampai 13 detik. Gempa fase banyak terjadi 4 kali dengan durasi antara 0,3 sampai 0,4 detik.

Dengan demikian dalam semalam atau 12 jam terakhir terjadi guguran lava pijar 17 kali terdiri atas periode pengamatan Sabtu (13/3/2021) periode pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB terjadi 7 kali dan periode Jumat (12/2/2021) pukul 18.00 WIB hingga 24.00 WIB terjadi 10 kali.