Baru Hari Pertama, Begini Pelaksanaan Tes GeNose di YIA

Simulasi GeNose C-19 di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), Kamis (18/3/2021). - Harian Jogja/ Hafit Yudi Suprobo
01 April 2021 14:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulonprogo secara resmi menerapkan pemeriksaan kesehatan bagi calon penumpang melalui GeNose pada Kamis (1/4/2021). YIA termasuk dari empat bandara di Indonesia yang menerapkan GeNose bagi calon penumpangnya.

Masing-masing bandara yang menerapkan pemeriksaan kesehatan GeNose yakni bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin  (SMB) II di Palembang. Bandara Internasional Husein Sastranegara di Bandung, Bandara Internasional Juanda di Surabaya. Kemudian,  Yogyakarta International Airport, Kulonprogo.

Pelaksana Tugas Sementara General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Yogyakarta Agus Pandu Purnama mengatakan hari pertama pelaksanaan penerapan pemeriksaan kesehatan melalui GeNose bagi calon penumpang di YIA sudah dilakukan sejak pukul 04.00 WIB pagi.

"Jadi, pelaksanaan [pemeriksaan GeNose bagi calon penumpang] hari ini di bandara YIA berjalan lancar. Kami sudah membuka layanan sejak pukul 04.00 WIB pagi. Para penumpang memanfaatkan momentum pertama kalinya bandara YIA menggunakan GeNose," ujar Agus Pandu saat diwawancarai pada Kamis (1/4/2021).

Baca juga: AP I Lakukan Antisipasi Penumpukan Penumpang saat Pelayanan GeNose

Lebih lanjut, lima bilik pemeriksaan kesehatan melalui GeNose disiapkan oleh PT Angkasa Pura I bagi calon penumpang yang ingin terbang menggunakan maskapai di YIA. Bilik GeNose yang disiapkan oleh bandara YIA totalnya sebanyak enam. Akan tetapi, bilik yang digunakan hanya lima.

"Adapun, kami sudah sampaikan lima alat GeNose dan lima bilik pemeriksaan untuk 1.500 penumpang per harinya. Satu unit disisakan untuk cadangan," imbuhnya.

Lebih lanjut, kantong napas GeNose yang disediakan oleh bandara YIA berkisar 2.000 unit. Angka tersebut melebihi angka rata-rata penumpang yang terbang menggunakan maskapai penerbangan melalui bandara YIA per harinya.

"Kami menyediakan alat kantong napas melebihi dari rata-rata penumpang yang berangkat tiap harinya. Jadi, kami menyiapkan sekitar 2.000 unit kantong napas. Evaluasi juga akan dilakukan apabila animo masyarakat tinggi dan melebihi angka keberangkatan per harinya penumpang di bandara YIA," kata Agus Pandu.

"Saya mengantisipasi mulai Jumat Sabtu Minggu karena hari libur. Minggu nanti barangkali ada lonjakan penumpang untuk arus balik. Oleh karena itu, kami mulai mengantisipasi dari mulai alat dan seluruh perangkat petugasnya," sambungnya.

Ketika disinggung mengenai tarif pemeriksaan GeNose bagi calon penumpang, Agus Pandu menyatakan harga pemeriksaan kesehatan melalui GeNose bagi calon penumpang di bandara YIA dibanderol Rp40.000. Harga tersebut sama dengan tiga bandara lain yang menerapkan pemeriksaan kesehatan melalui GeNose.

"Harga sama di empat bandara serentak yang melakukan pemeriksaan GeNose yakni Rp40.000," imbuhnya.

Bagi calon penumpang yang ingin melakukan pemeriksaan kesehatan dengan GeNose diharapkan tidak makan maupun minum kecuali air putih minimal 30 menit sebelum dilaksanakannya pemeriksaan.

Baca juga: Tembus Rp130,03 Triliun, Sri Mulyani: Anggaran Covid-19 Setara 4 proyek MRT

"Kalau yang sudah terlanjur makan makanan atau sudah ngopi terlebih dahulu nanti akan menunggu selama sekitar 30 menit sebelum dilakukan pemeriksaan. Syarat yang lain adalah harus memiliki tiket dan kode booking. Artinya, bandara tidak memfasilitasi masyarakat umum yang tidak memiliki tiket dan ingin melakukan GeNose," terang Agus Pandu.

Pelaksanaan dengan GeNose sendiri memakan waktu 15 menit. Kapasitas ruangan yang dimiliki oleh YIA sejak dari ruang pendaftaran hingga ruang tunggu bagi calon penumpang sebelum menerima hasil GeNose berkisar 100 orang.

"Saya kira arus dari mulai pendaftaran dan pemeriksaan hingga ruang tunggu sudah cukup ya. Dengan kapasitas lebih dari 100 orang. Pelaksanaan dari daftar hingga calon penumpang menerima hasil GeNose sekitar 15 menit. Pelaksanaan cukup praktis mudah dan lebih murah dari tes lainnya," terang Agus Pandu.