Jemaat Diimbau Tak Pakai Tas dan Jaket Berlebihan

Pastor Gereja Katolik Maria Bunda Penasihat Baik, Pastor Heribertus Suprihadi saat diwawancarai pada Jumat (2/4/2021). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
03 April 2021 00:37 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, WATES--Dewan Paroki Gereja Katolik Maria Bunda Penasihat Baik menerapkan pembatasan jemaat yang ingin beribadah pada perayaan Wafatnya Isa Almasih atau Jumat Agung, Jumat (2/4/2021). Selain itu, jemaat juga diimbau untuk tidak berpakaian yang mencurigakan seperti membawa tas punggung dan memakai jaket yang berlebihan.

Sekretaris Dewan Paroki Gereja Katolik Maria Bunda Penasihat Baik, Kapanewon Wates, Kulonprogo, Natalia Windarto, mengatakan upaya pembatasan jamaah dalam rangka mengantisipasi terjadinya penularan Covid-19 saat dilakukannya ibadah paskah.

"Ada pembatasan dari 19 lingkungan. Kami bagi dua. Satu lingkungan ada sekitar 9 sampai 10 jemaat. Ada dua jam ibadah jam 17.00 WIB sampai dengan 20.00 WIB malam. Kuota gereja menjadi sekitar 400 orang dari kapasitas 900 jemaat. Total jemaat kami sekitar 2.500 orang," ujar Natalia pada Jumat (2/4/2021).

Selain pembatasan jemaat, upaya pengetatan keamanan juga dilakukan oleh dewan paroki yang didukung sejumlah unsur seperti polisi, TNI, Banser, maupun pihak keamanan yang diterjunkan oleh gereja.

Baca juga: Sejumlah Perangkat Desa Terinfeksi Corona Meski Sudah Divaksin, Begini Penjelasan Pemkab Sleman

"Untuk antisipasi kejadian baru baru saja yang terjadi di sebuah gereja yang ada di Makassar dan Mabes Polri. Kemudian, instruksi dari Polres Kulonprogo dan aparat yang ada di sini. Jemaat diharapkan mengantongi kartu misa [Kami] yang sudah dimiliki sebelumnya dan dibawa setiap kali ikut beribadah di sini," jelasnya.

Tiga lapis keamanan nantinya diterapkan di gereja. Bagi jemaat yang tidak membawa kartu misa tidak diperkenankan untuk masuk ke gereja. "Kartu harus dibawa dan ditunjukkan. Nah, kami mengamankan tiga lapis pemeriksaan. Pertama di pintu gerbang masuk. Kemudian di pintu masuk ke gereja sekaligus pembagian kursi dan ruang presensi," imbuhnya.

"Diimbau umat tidak membawa tas punggung atau tas besar dan memakai jaket yang berlebihan. Kalau ada jemaat yang terpaksa membawa barang-barang semacam itu nanti akan kami minta untuk dititipkan di ruang security dan tidak boleh dibawa masuk," tutup Natalia.

Pastor Gereja Katolik Maria Bunda Penasihat Baik, Heribertus Suprihadi mengatakan selama peribadatan hari raya Paskah pengawasan terus dilakukan oleh satuan tugas penanganan Covid-19 yang sudah sebelumnya dibentuk di Gereja Katolik Maria Bunda Penasihat Baik.

"Ketika hari raya maka apa yang sudah disiapkan di pekan sebelumnya nantinya akan diterapkan. Sebelumnya, kami mentolerir jemaat yang tidak membawa kartu misa. Akan tetapi, sekarang lebih ketat. Jika jemaat tidak membawa kartu misa maka tidak diperkenankan masuk," tutup Romo Heribertus.