Jogja Siap Pecahkan Rekor MURI 1.000 Difabel Tuli
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
ilustrasi difabel./IST-wikipedia
Harianjogja.com, SLEMAN--Perda DIY No. 4/2012 tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak-Hak Penyandang Disabilitas, telah mencanangkan DIY ramah disabilitas pada 2024. Dalam waktu yang kurang dari tiga tahun lagi, Komite Disabilitas DIY mendorong seluruh wilayah DIY termasuk Sleman untuk terus meningkatkan pemenuhan kebutuhan difabel.
Ketua Komite Disabilitas DIY, Farid Bambang Siswanto, mengatakan dibanding wilayah lainnya, Kabupaten Sleman sebenarnya sudah cukup maju dalam pemenuhan hak difabel. “Sleman sudah lumayan bagus, harus diikuti wilayah lainnya,” ujarnya, Kamis (8/4/2021).
BACA JUGA : Difabel Kerap Jadi Korban, Cikal Bakal Ungkap Kasus
Ia berharap pada 2024 semua fasilitas umum sudah ramah difabel. Untuk infrastruktur ramah difabel menurutnya tidak sulit diwujudkan. Adapun yang lebih sulit yakni terkait komunikasi dan sikap aparatur negara untuk memastikan kebutuhan difabel terpenuhi.
Dalam hal komunikasi ia mencontohkan penggunaan bahasa isyarat yang saat ini belum banyak dilakukan di tempat umum seperti masjid, gereja dan lainnya. “Padahal hak beragama dimiliki oleh semua umat manusia termasuk penyandang disabilitas,” kata dia.
Untuk mewujudkan hal ini, menurutnya tidak hanya diperlukan peran Pemkab Sleman saja, melainkan juga jenajng pemerintahan di bawahnya hingga tingkat Kalurahan. “Dana Desa semestinya bisa dikelola sampai sana,” ujarnya.
Kemudian soal sikap, menurutnya hal ini sulit terbentuk karena kita biasanya tidak peduli jika tidak mengalaminya secara langsung. “Ketika seseorang tidak tuli, maka tidak akan merasa ada kebutuhan bahasa isyarat,” katanya.
BACA JUGA : Pendidikan & Akses Kesehatan Difabel Perlu Jadi Perhatian
Persentase difabel di DIY menurutnya ketiga terbesar di Indonesia, setelah Sulawesi Selatan dan tengah, dengan presentase sekitar 8%-14%. Diperkirakan jumlahnya bisa lebih besar mengingat saat ini definisi difabel lebih luas, dengan memasukkan stroke dan stunting dalam kategori difabel.
Plt. Asisten Sekda Sleman bidang Pemerintahan dan Kesra, Joko Supriyanto, mengatakan meski telah banyak langkah yang dilakukan untuk pemenuhan hak disabilitas, masih ada sejumlah kebutuhan khusus yang belum terpenuhi dan perlu diupayakan.
“Bisa kami koordinasikan dengan semisal dengan pelatihan bahasa isyarat. Tempat-tempat umum sudah diperintahkan untuk bisa diakses oleh penyandang disabilitas. Minimal untuk netram dengan pemasangan guiding block,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Cek rute Trans Jogja 2026 lengkap dengan tarif murah dan sistem pembayaran cashless. Solusi transportasi praktis di Jogja.
Film horor Monster Pabrik Rambut hadir dengan teror dunia kerja dan nuansa retro tanpa mengandalkan jumpscare.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY berkolaborasi menggenjot budaya literasi lewat Program Bedah Buku
Jadwal KA Bandara YIA 2026 lengkap dari Tugu Jogja ke YIA. Transportasi cepat, bebas macet, dan tepat waktu.
Cek jadwal Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 terbaru. Kereta andalan komuter, murah, cepat, dan bebas macet.