Soal Pelunasan Biaya Administrasi, Ini Penjelasan SMK Penerbangan AAG Adisutjipto

Ilustrasi. - Freepik
09 April 2021 17:07 WIB Yosef Leon Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Penerbangan AAG Adisutjipto membantah adanya diskriminasi dan larangan kepada sejumlah murid kelas 12 yang hendak mengikuti ujian akhir karena belum melunasi pembayaran administrasi. Sekolah mengklaim selalu terbuka terhadap penyelesaian persoalan murid dan meminta orang tua untuk selalu berkoordinasi.

Sekolah juga mengklaim tidak pernah mendapati keluhan dari orang tua siswa yang melapor ke Kantor Perwakilan ORI DIY soal pelunasan administrasi sekolah.

BACA JUGA: Ratusan Siswa SMK Penerbangan Adisutjipto Jogja Terancam Tak Ikut Ujian

"Sebenarnya surat pemberitahuan soal pelunasan itu kan sifatnya baru imbauan, harapannya bisa dilunasi sebelum ujian berlangsung. Kami selalu terbuka bagi orang tua murid yang misalnya masih terkendala dalam penyelesaian tanggung jawabnya. Tetapi orang tua yang melapor kemarin itu saat surat pemberitahuan sampai, dia menyatakan sanggup untuk membayar, tapi tiba-tiba sudah melapor ke ORI DIY bilang kalau sekolah mempersulit," kata Kepala Sekolah SMK Penerbangan AAG Adisutjipto, Dedy Eko Sulistiyono, ditemui Jumat (9/4).

Dedi menerangkan, jumlah siswa yang disebut terkendala dalam penyelesaian ujian juga tidak sampai 75%. Dari 448 murid kelas 12 di sekolah itu, hanya 136 siswa yang belum menyelesaikan kewajibannya. Sisanya, 312 murid telah rampung dan siap mengikuti ujian teori maupun praktik.

"Sebenarnya yang 136 ini juga tidak ada kemauan untuk menghubungi kami. Mereka hanya diam. Kami juga tidak langsung melarang ujian kalau administrasi belum selesai, artinya masih ada toleransi," kata Dedi.

Dalam waktu dekat, sekolah bersama orang tua murid yang belum menyelesaikan proses administrasi akan mengadakan pertemuan guna menindaklanjuti persoalan itu.

Kepala Perwakilan ORI Yogyakarta, Budhi Masturi mengatakan sudah melakukan konfirmasi langsung kepada sekolah terkait dengan aduan salah satu orang tua murid beberapa waktu lalu. Dalam dialog tersebut, ORI meminta sekolah bisa memastikan siswa yang belum melunasi pembayaran administrasi agar diikutsertakan dalam ujian akhir.

"Sekolah secara eksplisit memang tidak ada mengatakan bahwa murid yang tidak bayar tidak boleh ujian. Terkait kartu ujian yang belum dibagikan itu kami minta agar segera dibagikan sebelum ujian berlangsung," ujarnya.

Sekolah juga memberi sinyal positif bahwa pada 15 April 2021 nanti, seluruh siswa tetap dapat melaksanakan ujian meski masih terdapat persoalan administrasi. Selain itu, sekolah juga akan mengundang orang tua untuk membicarakan masalah pembiayaan sehingga tidak dicampurkan antara masalah penyelenggaraan pendidikan (hak anak mengikuti ujian) dan pembiayaan pendidikan.