Guyon Waton Guncang Sukoharjo, Konser Gratis!
Guyon Waton akan tampil gratis di konser Sukoharjo Spektakuler 18 Juli 2026. Diprediksi ribuan penonton hadir.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Penerbangan AAG Adisutjipto membantah adanya diskriminasi dan larangan kepada sejumlah murid kelas 12 yang hendak mengikuti ujian akhir karena belum melunasi pembayaran administrasi. Sekolah mengklaim selalu terbuka terhadap penyelesaian persoalan murid dan meminta orang tua untuk selalu berkoordinasi.
Sekolah juga mengklaim tidak pernah mendapati keluhan dari orang tua siswa yang melapor ke Kantor Perwakilan ORI DIY soal pelunasan administrasi sekolah.
BACA JUGA: Ratusan Siswa SMK Penerbangan Adisutjipto Jogja Terancam Tak Ikut Ujian
"Sebenarnya surat pemberitahuan soal pelunasan itu kan sifatnya baru imbauan, harapannya bisa dilunasi sebelum ujian berlangsung. Kami selalu terbuka bagi orang tua murid yang misalnya masih terkendala dalam penyelesaian tanggung jawabnya. Tetapi orang tua yang melapor kemarin itu saat surat pemberitahuan sampai, dia menyatakan sanggup untuk membayar, tapi tiba-tiba sudah melapor ke ORI DIY bilang kalau sekolah mempersulit," kata Kepala Sekolah SMK Penerbangan AAG Adisutjipto, Dedy Eko Sulistiyono, ditemui Jumat (9/4).
Dedi menerangkan, jumlah siswa yang disebut terkendala dalam penyelesaian ujian juga tidak sampai 75%. Dari 448 murid kelas 12 di sekolah itu, hanya 136 siswa yang belum menyelesaikan kewajibannya. Sisanya, 312 murid telah rampung dan siap mengikuti ujian teori maupun praktik.
"Sebenarnya yang 136 ini juga tidak ada kemauan untuk menghubungi kami. Mereka hanya diam. Kami juga tidak langsung melarang ujian kalau administrasi belum selesai, artinya masih ada toleransi," kata Dedi.
Dalam waktu dekat, sekolah bersama orang tua murid yang belum menyelesaikan proses administrasi akan mengadakan pertemuan guna menindaklanjuti persoalan itu.
Kepala Perwakilan ORI Yogyakarta, Budhi Masturi mengatakan sudah melakukan konfirmasi langsung kepada sekolah terkait dengan aduan salah satu orang tua murid beberapa waktu lalu. Dalam dialog tersebut, ORI meminta sekolah bisa memastikan siswa yang belum melunasi pembayaran administrasi agar diikutsertakan dalam ujian akhir.
"Sekolah secara eksplisit memang tidak ada mengatakan bahwa murid yang tidak bayar tidak boleh ujian. Terkait kartu ujian yang belum dibagikan itu kami minta agar segera dibagikan sebelum ujian berlangsung," ujarnya.
Sekolah juga memberi sinyal positif bahwa pada 15 April 2021 nanti, seluruh siswa tetap dapat melaksanakan ujian meski masih terdapat persoalan administrasi. Selain itu, sekolah juga akan mengundang orang tua untuk membicarakan masalah pembiayaan sehingga tidak dicampurkan antara masalah penyelenggaraan pendidikan (hak anak mengikuti ujian) dan pembiayaan pendidikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Guyon Waton akan tampil gratis di konser Sukoharjo Spektakuler 18 Juli 2026. Diprediksi ribuan penonton hadir.
Lionel Scaloni mengakui Argentina kesulitan menghadapi Swiss sebelum menang 3-1 di perempat final Piala Dunia 2026. Albiceleste akan menghadapi Inggris.
BPBD Kota Jogja meningkatkan kesiapsiagaan musim kemarau 2026 dan mengimbau warga mewaspadai fenomena bediding serta risiko ISPA hingga kebakaran.
Harga BBM naik? Simak 10 tips hemat BBM untuk mobil matic, mulai dari menjaga tekanan ban hingga rutin servis agar konsumsi bensin lebih efisien.
Sejumlah pejabat Pemkab Sukoharjo pulang naik kereta usai diperiksa KPK terkait OTT yang menjerat Bupati Etik Suryani. Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka.
Korban tewas gempa Venezuela pada 24 Juni bertambah menjadi 4.333 orang. Lebih dari 18.000 warga masih tinggal di penampungan sementara.