Gusti Prabu Kembali Pimpin PMI DIY, Ini Fokus 5 Tahun ke Depan
Gusti Prabukusumo kembali terpilih sebagai Ketua PMI DIY periode 2026-2031. Penguatan relawan dan ketersediaan darah menjadi fokus utama.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN- Proyek-proyek infrastruktur di Sleman mulai dilelang. Sejumlah proyek perningkatan jalan dan pembangunan gedung yang direncanakan tahun ini tidak termasuk proyek yang terkena refokusing.
Sejumlah proyek yang dilelang dengan anggaran mencapai miliaran rupiah tersebut diharapkan dapat menggerakkan perekonomian Sleman. Sebab terdapat 6 ruas jalan kabupaten yang tahun ini ditingkatkan menggunakan APBD Sleman 2021. Meliputi ruas Jalan Karang Kalasan-Salakan (Kalasan) sepanjang 0,9 km yang dianggarkan Rp4,1 miliar, ruas Jalan Kemusuh-Seyegan (Seyegan) sepanjang 0,8 km dengan anggaran Rp3,6 miliar.
Selain itu, ruas Jalan Ledoksari-Nglengkong (Prambanan) sepanjang 0,9 km dengan anggaran Rp5,3 miliar, Ruas Jalan Nandan-Krikilan (Ngaglik) sepanjang 0,9 km dengan anggaran Rp3,5 miliar, ruas Jalan Sumber-Kwayuhan (Minggir) sepanjang 0,9 km dengan anggaran Rp3,7 miliar.
Ada pula lelang ruas jalan Watuadeg-Plosorejo (Sleman) sepanjang 0,9 km dengan anggaran Rp5,1 miliar. Sedangkan 1 ruas jalan kabupaten yang ditingkatkan menggunakan DAK tahun 2021 adalah Ruas Jalan Glondong- Tegalrejo (Kalasan) sepanjang 1,5 km dengan anggaran Rp6,6 miliar.
"Ya sebagian anggaran memang ada yang dikurangi tetapi tidak menghilangkan paket pengerjaannya," kata Kepala DPUP-KP Sleman Taupiq Wahyudi, Jumat (16/4/2021).
Selain kegiatan pembangunan jalan, terdapat juga kegiatan pemeliharaan berkala jalan dan jembatan yang menggunakan APBD 2021. Untuk pemeliharaan berkala jalan yang sudah dilelang terdapat di 5 ruas jalan kabupaten sepanjang 4,35 Km.
Misalnya, pemeliharaan berkala skala sedang jalan Kentungan-Plemburan dan Sangrahan-Soropadan dan jalan Komplek 403 dengan anggaran Rp2,8 miliar, pemeliharaan berkala Jalan Sawahan-Tangkilan dengan anggaran Rp3,3 miliar dan pemeliharaan jalan Gentan-Gandok senilai Rp3,7 miliar. Terakhir, pemeliharaan jalan Ngangkruk-Babadan dengan anggaran Rp4,7 miliar.
Tak hanya itu, sejumlah jembatan yang diperbaiki tahun ini juga sudah mulai dilelang. Mulai peningkatan Jembatan Beji (Rp1,9 miliar), Jembatan Pasekan (Rp2,9 miliar), dan peningkatan Jembatan Grembyangan (lanjutan) senilai Rp10,9 miliar. "Ya proyek-proyek pembangunan ini kami harapkan dapat menggerakkan kembali perekonomian masyarakat selama terkena pandemi Covid," katanya.
Taupiq menyontohkan, perbaikan jembatan Rejodani maupun Grembyangan pada akhirnya akan mempermudah akses masyarakat. Begitu juga dengan perbaikan dan peningkatan jalan yang rusak. "Kalau akses masyarakat baik, maka pembangunan dan pengembangan suatu wilayah bisa dilakukan. Seperti jembatan Grembyangan yang menghubungkan dua kapanewon, Berbah dan Prambanan akan mempermudah akses pariwisata di sana," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gusti Prabukusumo kembali terpilih sebagai Ketua PMI DIY periode 2026-2031. Penguatan relawan dan ketersediaan darah menjadi fokus utama.
Bimbel makin diminati orang tua di Jogja. Disdikpora DIY mengingatkan agar persiapan sekolah tidak membuat anak mengalami tekanan berlebihan.
Meskipun situasi ekonomi nasional dan regional saat ini masih belum stabil, perekonomian di Kabupaten Magelang masih tertolong dengan belanja lokal
Gempa M3,5 mengguncang selatan Bantul, Sabtu (5/9/2026) pagi. BMKG mencatat pusat gempa berada di laut dengan kedalaman 14 km.
Pakar Turki menilai pipa minyak melalui Suriah sulit menggantikan Selat Hormuz karena biaya tinggi, keamanan, dan minimnya investor.
Harga emas Pegadaian hari ini, Sabtu 5 September 2026, mencakup Antam, UBS, dan Galeri 24 lengkap dengan harga buyback.