Sarkem Fest 2021 Diharapkan Jadi Agenda Tahunan

Salah satu stan penjualan barongsai yang berpartisipasi dalam Sarkem Fest 2021. - Harian Jogja/Yosef Leon
22 April 2021 17:07 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Sarkem Fest edisi kedua dan ketiga kembali digelar secara daring. Kali ini, sejumlah pihak mengulas peran masing-masing dalam mengangkat dan mewujudkan kawasan Sarkem menjadi pusat kegiatan ekonomi, budaya dan sosial bagi masyarakat setempat.

Anggota Komisi B DPRD Kota Jogja, Ipung Purwandari, yang juga warga Sarkem mengataka, Sarkem termasuk dalam salah satu destinasi wisata yang kerap dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Dia ingin mengubah citra sarkem yang dulu identik dengan nuansa negatif menjadi Sarkem yang lebih lekat dengan aktivitas pariwisata.

"Sehingga bisa meningkatkan ekonomi warga setempat," kata Ipung.

Lewat Sarkem Fest, DPRD ingin mengenalkan kepada khalayak bahwa kawasan Sarkem layak untuk dikunjungi dan menjadi salah satu tujuan jika berkunjung ke Jogja. "Kami kembangkan kawasan ini menjadi tempat yang bersih, nyaman dan aman sehingga para wisatawan menjadi bahagia jika datang ke sini," katanya.

Dalam mempercantik suasana di sekitar Sarkem, para seniman juga menggoreskan ide kreatif mereka di gang-gang setempat. Beberapa gang di kawasan Sarkem kini telah dihiasi murah bertema pakaian tradisional khas Jogja.

Budjono, salah seorang seniman mural mengatakan tema itu dipilih juga sebagai edukasi kepada masyarakat umum dan juga generasi muda kepada budaya dan kekayaan khas Jogja. Dia melukis salah satu motif batik parang di dinding sebuah gang.

Sarkem di kala malam juga tak kalah menarik. Sarkem Fest pada malam hari dimeriahkan pula dengan kehadiran sejumlah tenan UMKM dari warga setempat. Salah satu tenan yang hadir dalam acara itu yakni menampilkan sejumlah barongsai milik Slamet Phong.

Dia mengatakan selain menjual aneka produk barongsai, tempatnya juga menjual barongsai untuk anak-anak yang dibuat dari rotan maupun cetakan. "Satu bukan saya bisa membuat 80 barongsai," ujarnya.

Tak hanya menampilkan produk kreatif, Sarkem Fest juga menjajakan sejumlah kuliner tradisional di tenan tersebut. Tyah salah seorang pedagang kuliner tradisional menawarkan sejumlah kuliner tradisional berupa wingko babat dan juga kue jambu yang dibuat oleh kelompok bunga teratai. Kue-kue tradisional itu disebut dia kerap dipesan untuk acara seperti hantaran, hajatan siraman dan lain sebagainya.

"Wingko babat ini terbuat dari kelapa, gula dan tepung ketan. Sementara kue jambu itu dari kacang ijo sama tepung ketan lalu dibentuk menyerupai jambu," ujarnya.

Ketua Panitia Sarkem Fest 2021 Arif Effendi mengatakan meski di tengah pandemi Covid-19, kegiatan itu masih bisa berlangsung dengan lancar sambil memperhatikan protokol kesehatan. Dia berharap bahwa kegiatan itu terus berlanjut dan dijadikan sebagai salah satu agenda pariwisata tahunan di Jogja.

"Meski dalam suasana pandemi tapi semua masih semangat dalam mendukung kegiatan  ini. Kami berharap agar Sarkem Fest dilanjutkan atau bahkan dikembangkan menjadi agenda tetap pariwisata," katanya.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Jogja,Wahyu Hendratmoko mengungkapkan, lewat penyelenggaran itu dia berharap agar Sarkem menjadi daya tarik wisata baru dan bisa membangun citra positif terhadap kawasan itu serta menjadi penguat bagi semangat masyarakat setempat dalam mengembangkan aktivitas pariwisata yang sesuai dengan nilai luhur kebudayaan Jogja.

"Sarkem Fest kami harapkan juga selalu dinanti oleh masyarakat dan bisa memberikan kontribusi bagi pemulihan dan pembangunan pariwisata di Jogja," ujar Wahyu.