Penerapan PTM Tak Menghilangkan Pembelajaran Jarak Jauh

Siswa SMKN 1 Bantul mulai menjalani pembelajaran tatap muka terbatas dengan serangkaian prokes ketat mulai Senin (19/4/2021). - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
27 April 2021 15:17 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) memastikan pembelajaran tatap muka (PTM) tidak menghilangkan pembelajaran jarak jauh (PJJ). PTM dan PJJ akan digunakan sebagai model pembelajaran selama masa pandemik Covid-19.

Kepala Disdikpora DIY, Didik Wardaya mengatakan sejak awal tahun ajaran baru dari sisi kurikulum sudah dimodifikasi. Sekolah sudah membuat kurikulum tingkat satuan pendidikan yang disesuaikan dengan situasi dan hambatan karena Covid-19.

BACA JUGA : Sepuluh SD dan SMP Kota Jogja Gelar Uji Coba PTM Akhir April

“Sekarang mereka masuk salah satunya mengembangkan blanded learning-nya [pembelajaran campuran] ada pertemuan ada yang dilanjutkan daring. Tatap muka yang terbatas tidak meniadakan daring,” kata Didik, seusai rapat dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY, Selasa (27/4/2021)

Didik mengatakan sejauh ini pembelajaran tatap muka yang dilakukan di sembilan sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) berjalan lancar sesuai protokol kesehatan. Pihaknya berencana melanjutkan PTM, bahkan tidak hanya di sembilan sekolah, namun akan ditambah, karena banyak sekolah yang sduah siap menggelar PTM.

Kesiapan itu dilihat dari sarana dan prasarana protokol kesehatan, dan gurunya sudah dilakukan vaksinasi Covid-19. Sejauh ini yang sudah memenuhi syarat-syarat tersebut dan sudah dilakukan pengecekan baru empat sekolah yang sudah siap menyusul, namun yang mengajukan sudah banyak.

BACA JUGA : HARIAN JOGJA HARI INI: Tak Semua Siswa Ikut PTM 

“SMA Ngawen [Gunungkidul] juga mengajukan [PTM] kami belum cek, dari sisi data mereka sudah lakukan vaksinasi [gurunya],” ujar Didik.

Terkait keamanan siswa dari paparan Covid-19 karena tidak divaksin, mantan kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Mutu Pendidikan pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY tersebut mengaku masih akan berkonsultasi dan mendiskusikannya dengan Dinas Kesehatan.