BDG Bikin Situs Pemasaran Produk UMKM

Manajemen BDG Gunungkidul saat melakukan zoom meetng untuk memperkuat sektor UMKM di Gunungkidul. foto diambil beberapa waktu lalu. - Ist
28 April 2021 17:27 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, WONOSARI – BPR Bank Daerah Gunungkidul (BDG) berkomitmen untuk mengembangkan sektor UMKM di Bumi Handayani. Selain membantu dengan penguatan permodalan, bank milik Pemkab Gunungkidul ini juga memberikan pendampingan berupa pelatihan-pelatihan guna memerkuat produk yang dihasilkan.

Direktur Bisnis, BPR BDG, Suci Sulistyowati mengatakan, untuk pengembangan sektor UMKM tidak bekerja sendirian karena menggandeng Dinas Koperasi UKM dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gunungkidul. Diharapkan dengan adanya kerja sama ini, maka upaya mengembangkan potensi UMKM dapat dimaksimalkan. “Beberapa waktu lalu, kami menggelar zoom meeting untuk pengembangan UMKM di Gunungkidul,” kata Suci kepada Harianjogja.com, Rabu (28/4/2021).

BACA JUGA : BDG Bagikan Dua Mobil kepada Nasabah dari Rongkop

Menurut dia, pihaknya berkomitmen untuk membantu usaha kecil dalam upaya pengembangan usaha. Upaya yang dilakukan tidak hanya menyediaka fasilitas pembinaan berupa inovasi hingga peningkatan kualitas produk yang dihasilan. Namun demikian, sambung Suci, BDG juga akan menyediakan situs yang dijadikan sarana pemasaran secara online.

“Masih proses dan nantinya akan kami bantu mengelola situs pemasaran. Pertimbangan kami kelola sendiri karena memiliki sumber daya manusia yang memadai,” katanya.

Kepala Divisi Bisnis, PT BPR BDG, Sugihandono mengatakan, BDG tidak hanya membantu dalam upaya pembinaan. Namun untuk pengembangan UMKM juga menyiapkan program untuk penguatan permodalan.

Ia tidak menampik adanya pandemic corona sejak setahun lalu sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan dunia usaha. Oleh karenanya, BDG menyiapkan dua program untuk pemulihan ekonomi akibat dampak dari corona. Program pertama bertajuk kredit usaha kreatif (Solutif) dengan plafon pinjaman sampai Rp300 juta dan angsuran maksimal lima tahun. Sedangkan program kedua kredit Merapi dengan plafon pinjaman maksimal Rp10 juta dengan angsuran maksimal tiga tahun.

BACA JUGA : BDG Gulirkan Kredit untuk Pemulihan Ekonomi

“Untuk bunga ringan. Kredit solutif dengan bunga 0.75% sedang Merapi 0,5% per bulannya,” kata Sugi.

Ia menjelaskan, program ini dapat membantu pelaku UMKM untuk penguatan modal. Sugi tidak menampik adanya pandemi membuat pelaku usaha membutuhkan penguatan dana sehingga BDG hadir memberikan bantuan yang diharapkan.

“Kami terus sosialisasikan program ini karena bisa diakses masyarakat secara luas,” katanya.

Hingga sekarang lanyanan BDG sudah menjangkau di 15 kapanewon. Total ada 14 kantor kas di kapanewon dan satu kantor pusat. “Yang belum terlayani ada di Kapanewon Semanu, Paliyan dan Girisubo. Namun, dalam waktu dekat akan dibuka kantor layanan di Semanu,” katanya.