Danais Sasar Pemberdayaan Perempuan dan Anak

Salah satu kegiatan sosialisasi pemberdayaan perempuan - Ist/DP3AP DIY.
29 April 2021 12:37 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Program pemberdayaan perempuan dan anak bisa menggunakan Dana Keistimewaan (Danais), karena program tersebut bagian dari percepatan tercapainya visi misi Gubernur DIY dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), yakni terwujudnya peningkatan kemuliaan martabat manusia Jogja.

Paniradya Pati Paniradya Kaistimewan DIY, Aris Eko Nugroho mengatakan manusia Jogja masih memiliki berbagai persoalan kesejahteraan dari aspek kemiskinan, ketimpangan antar kelompok pendapatan, dan tingginya angka ketergantungan sebaran pendapatan oleh angkatan kerja mengingat angka ketergantungan yang cukup tinggi di DIY.

 “Semua persoalan tersebut sebenarnya bermuara pada ketahanan keluarga,” kata Aris, di ruangannya, Rabu (28/4).

Sejumlah upaya yang dilakukan Pemda DIY untuk menyelesaikan berbagai persoalan tersebut di antaranya melalui pemberdayaan, pemahaman tentang kesetaraan gender, peningkatan kualitas dan ketahanan keluarga, pengendalian penduduk maupun pendewasaan usia perkawinan.

Pemberdayaan pada kelompok perempuan dilakukan dengan pemberdayaan ekonomi melalui pembentukan Desa Prima atau Perempuan Indonesia Maju Mandiri. Kegiatan dilakukan selama tiga tahun yang diawali pada tahun pertama dilakukan inisiasi dan tahun selanjutnya dilaksanakan pendampingan, serta monitoring evaluasi. Saat ini sudah terbentuk 112 Desa Prima.

Aris mengatakan pemahaman tentang kesetaraan gender perlu terus digalakkan sehingga kesempatan dan partisipasi antara perempuan dan laki laki bisa seimbang, “Dengan peran yang seimbang akan meningkatkan kualitas dan ketahanan keluarga sehingga mengurangi permasalahan permasalahan pokok dalam keluarga termasuk masalah ekonomi,” ujar Aris.

Demikian pula dengan pengendalian penduduk yang tergantung pada jumlah partisipasi pasangan usia subur (PUS) dalam merencanakan kelahiran dan aktif sebagai akseptor KB. Namun masih ada angka unmet need atau PUS yang tidak ingin anak lagi tapi belum terlayani KB cukup tinggi, juga rendahnya partisipasi laki-laki untuk KB.

 Penyebab persoalan tersebut karena masih ada anggapan bahwa KB kewajiban perempuan Desa Mandiri Budaya Adapun dampak perkawinan usia anak sangat banyak, mulai dari legalitas, kesehatan, pendidikan, dan ekonomi yang berdampak pada kemiskinan. Berdasarkan persoalan tersebut, maka upaya menggalakkan kembali masyarakat untuk ber-KB dan partisipasi laki-laki untuk ber-KB sangat diperlukan.

 Selain itu edukasi terkait pendewasaan usia perkawinan juga sangat diperlukan. Menurut Aris implementasi Danais untuk program pemberdayaan perempuan dan anak langsung dibawahi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2).

 “Tahun ini dikenalkan Bantuan Keuangan Khusus salah satunya melalui Desa Mandiri Budaya,” ujar Aris.

Kepala DP3AP2 DIY, Erlina Hidayati Sumardi menambahkan total Danais di instansinya untuk kegiatan pemberdayaan perempuan dan anak dan ketahanan keluarga sebesar Rp3,8 miliar. Jauh lebih besar dari tahun lalu sebesar Rp 797 juta. Danais di instansinya sejauh ini banyak difokuskan ke Desa Mandiri Budaya. Sejumlah program yang dilakukan di Desa Mandiri Budaya di antaranya adalah program pemberdayaan perempuan dari sisi ekonomi melalui Desa Prima.

“Membuat kelompok, membina, mendampingi dan memberikan hibah supaya usaha para perempuan meningkat,” kata Erlina.

Selain itu terkait dengan program pencegahan pernikahan dini atau di bawah usia 19 tahun. Pihaknya juga mendorong Desa Mandiri Budaya menjadi desa layak anak, desa berperspektif gender. Terkait ketahanan keluarga tahun ini ada pelatihan konselor keluarga. Kemudian ada juga layanan konsultasi anak, pendidikan keluarga, advokasi kebijakan pada desa terkait dengan pemenuhan hak hak anak.

“Ada lagi bantuan untuk dolanan anak dan pelatihannya bagaimana esensi dolanan anak semua kerjasama dengan Desa Mandiri Budaya,” kata Erlina.

Sekedar diketahui ada 10 Desa Mandiri Budaya di DIY yang tersebar di kabupaten kota. Desa Mandiri Budaya difokuskan untuk benar-benar mandiri dari berbagai sisi banyak organisasi perangkat daerah, termasuk DP3AP2 yang diarahkan ke Desa Mandiri Budaya.