Satpol PP Bantul Antisipasi Peningkatan Gepeng

Petugas Satuan Polisi Pamong Praja Kulonprogo tengah mendata salah satu gelandangan yang terciduk dalam penertiban gelandangan dan pengemis di Alun-Alun Wates, Senin (28 - 1)./Ist
04 Mei 2021 20:07 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Maraknya gelandangan dan pengemis (Gepeng) di sejumlah titik keramaian jelang Lebaran membuat Satpol PP Bantul akan menggelar sejumlah operasi penertiban. Anak jalanan dan Gepeng yang tertangkap akan mendapatkan pembinaan dan mendapat sanksi yang lebih berat bila tertangkap lagi.

Kepala Satpol PP Bantul, Yulius Suharta menegaskan akan melaksanakan operasi penertiban Gepeng dan anak jalanan. Adanya keterbatasan dari basecamp milik Dinsos membuat Satpol PP melakukan pembinaan dengan penandatanganan pernyataan. "Jadi bisa jadi selang dua tiga hari mereka juga kembali ke tempat-tempat yang biasa mereka mangkal," terangnya Selasa (4/5/2021).

Menyangkut peningkatan jumlah Gepeng dan anak jalanan jelang Lebaran, Yulius memantau belum ada penambahan signifikan. Gepeng yang ditertibkan mayoritas oknum-oknum lama yang nekat mangkal. "Beberapa kali operasi, orang-orangnya ya masih itu-itu saja. Belum ada penambahan signifikan, mudah-mudahan tidak ada," tegasnya.

Baca juga: Dikabarkan Tak Lolos Seleksi Pegawai KPK, Novel Baswedan Curiga Bakal Disingkirkan

Menilik tahun-tahun sebelumnya, Yulius menyebutkan memang ada peningkatan Gepeng jelang Lebaran. Titik-titik yang kerap dijadikan tempat mangkal Gepeng meliputi wilayah simpang empat Kasongan, Dongkelan, Wojo, Giwangan dan Sudimoro. "Biasanya seperti manusia silver itu di setiap perempatan ada dua orang, terus manusia boneka itu dua orang di masing-masing perempatan," sebutnya.

"Walaupun itu tidak menjadi jumlah yang banyak, tetapi kan itu menjadi satu aktivitas yang memang mengganggu ketertiban. Sehingga operasi rutin untuk anak jalanan dan gepeng ini akan kami respon cepat," tandasnya.

Tidak jeranya sejumlah Gepeng pasca tertangkap membuat Satpol PP melakukan penindakan lebih tegas. Setelah didata dan dibina, Gepeng yang tertangkap mengisi surat pernyataan tidak akan mengulangi aktivitas kembali. "Apabila tertangkap kembali tidak menutup kemungkinan akan ada pengamanan KTP dan lain sebagainya," tuturnya.

Hasil pendataan selama operasi disebutkan Yulius mayoritas Gepeng justru berasal dari wilayah lokal Bantul dan DIY. Hanya ada beberapa saja Gepeng dari luar daerah seperti Wonosobo.