Pengacara Diduga Dikeroyok di Kafe Semarang, Polisi Angkat Bicara
Pengacara di Semarang diduga dikeroyok setelah melerai keributan di kafe. Tiga orang dilaporkan dan polisi memastikan kasus masih berjalan.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA--Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi menceritakan kronologi penyebaran Covid-19 di salah satu RT di Kalurahan Wirobrajan, sehingga menyebabkan satu wilayah itu di-lockdown.
Seperti diberitakan sebelumnya puluhan warga positif Covid-19 di Kelurahan Wirobrajan. Saat ini ada sepuluh orang yang positif Covid-19 dari tes PCR. Sembilan warga dalam perawatan di rumah sakit dan satu orang lakukan isolasi mandiri.
Sementara melalui tes Antigen, dari 30 warga yang dites, 20 diantaranya dinyatakan positif. Untuk sepuluh sisanya dinyatakan negatif. Bagi yang positif melalui tes antigen, saat ini sedang menjalani isolasi sembari menunggu hasil dari tes PCR.
Kasus positif Covid-19 ini diketahui pada 13 April 2021. Kala itu, ada seorang ibu yang sakit flu, pilek, dan lainnya. Beberapa hari kemudian setelah dibawa ke rumah sakit, ibu tersebut dinyatakan positif Covid-19. Selang beberapa hari, atau tepatnya pada 28 April 2021 ibu tersebut meninggal. Ada dugaan meninggalnya orang tersebut lantaran juga memiliki penyakit bawaan atau komorbid.
Sebelum meninggal, ternyata ibu tersebut telah menularkan Covid-19 kepada anak dan suaminya. "Apakah dari sakitnya ibu ini sudah menularkan kepada saudara dan tetangganya, belum bisa diketahui. Sebab di rumah yang berbeda, tetangga dan saudara juga ada ibu dan anak [ini kerja di rumah sakit di luar kota] juga terpapar," kata Heroe, Senin (10/5/2021).
BACA JUGA: Mutasi Covid-19 di Indonesia Paling Banyak Ditemukan di Wilayah Ini
Warga yang terpapar Covid-19 sebagian besar merupakan keluarga besar. Beberapa waktu sebelumnya, keluarga besar ini juga sempat lakukan acara buka puasa bersama. Dalam beberapa kesempatan, antar anggota keluarga ini sempat saling pijat dan kerokan. Hal ini diduga menjadi salah satu penyebab virus Covid-19 semakin luas menyebar. Meskipun awal mula diketahui adanya Covid-19 melalui ibu tersebut, belum bisa dipastikan dia sebagai orang yang pertama. Saat ini masih dalam pencarian asal muasalnya.
Kasus yang terjadi di RT 56 di RW 12 ini berada di kawasan padat pendudukan dengan rumah yang saling berdekatan. "Jadi bisa dibayangkan bahwa kawasan tersebut tentu sangat rawan terjadi sebaran kasus Covid-19," kata Heroe. "Tidak mudahnya untuk menelusuri bagaimana awalnya kasus tersebut karena rumah yang padat, masih satu trah (keluarga besar) dan tidak menjalankan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 dengan benar. Meskipun sebenarnya satuan tugas Pengetatan secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) Mikro sudah berkali-kali mengimbau untuk melaksanakan prokes dengan benar."
Adapun dugaan penyebab kasus ini menyebar lantaran tanggapan keluarga yang cenderung kurang tepat. Sebagai contoh, saat ada anggota keluarga yang sakit flu atau pilek, bukannya langsung priksa ke rumah sakit tapi justru pijet dan kerokan. "Akhirnya tukang pijet yang juga saudaranya juga positif. Dan ada juga yang saling kerokan, semuanya itu baru ketahuan Covid-19 setelah berhari-hari tidak sembuh dan dibawa ke rumah sakit," kata Heroe.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengacara di Semarang diduga dikeroyok setelah melerai keributan di kafe. Tiga orang dilaporkan dan polisi memastikan kasus masih berjalan.
BGN suspend 1.276 SPPG MBG yang belum memenuhi syarat SLHS. Sebanyak 654 SPPG kategori kritis diusulkan ditutup permanen.
Jadwal SIM Gunungkidul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
KPK menelusuri alur perintah dan aliran uang dalam dugaan suap pengurusan HGB Summarecon di Kabupaten Bogor.
Jadwal SIM Keliling Polda DIY September 2026 lengkap dengan lokasi, jam layanan, syarat, dan biaya perpanjangan SIM A serta SIM C.
Prabowo menyebut dampak ekonomi KDKMP mulai terasa pada 2027 melalui pemangkasan rantai distribusi dari petani hingga konsumen.