Gelombang Tinggi, 3 Perahu Nelayan Tenggelam Diterjang Ombak
Tiga perahu nelayan Gunungkidul terbalik dalam kurang dari 24 jam. Tujuh nelayan selamat di tengah gelombang yang naik.
Kondisi Pantai Baron, Gunungkidul, Sabtu (11/8/2018)./Istimewa
Harianjogja.com, TANJUNGSARI – Pasca-libur lebaran destinasi wisata di Gunungkidul masih ramai dikunjungi pengunjung. Hal ini terlihat dari data kunjungan mulai 17-23 Mei yang mencapai 100.516 orang.
Jumlah ini lebih banyak dibandingkan dengan kunjungan saat libur lebaran. Hal itu terlihat dari data dari Dinas Pariwisata Gunungkidul. Selama libur lebaran mulai 13-16 Mei, kunjungan wisata mencapai 97.245 orang.
BACA JUGA : Dua Objek Wisata di Jogja Ditutup karena Zona Merah
Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan, usai libur lebaran, destinasi wisata masih banyak dikunjungi wisatawan. Selama satu minggu mulai 17-23 Mei ada kunjungan sebanyak 100.516 orang. “Kunjungan masih didominasi di kawasan pantai,” kata Hary kepada wartawan, Senin (24/5/2021).
Menurut dia, jumlah kunjungan ini sangat membantu dinas pariwisata untuk memenuhi target libur lebaran sebanyak 108.916 pengunjung. Pasalnya, pada saat libur lebaran mulai 13-16 Mei pengunjung mencapai 97.245 orang sehingga kekurangannya dipenuhi pada saat libur akhir pekan satu minggu setelah lebaran.
“Memang target libur lebaran kami target hingga Minggu [23/5] tapi ternyata selama satu minggu kunjungannya juga ramai. Jadi total pengunjung sejak 13-23 Mei sebanyak 197.761 orang sehingga targetnya,” ujarnya.
Adapun Pendapatan Asli Daerah yang diperoleh melaui retribusi tiket masuk kawasan wisata mencapai Rp1.514.365.000. Disinggung mengenai libur setelah lebaran lebih banyak, Hary tidak menampik hal tersebut. Dia menilai, kunjungan lebih banyak karena durasi waktunya lebih panjang ketimbang saat libur lebaran yang hanya berlangsung selama empat hari. “Tentunya itu berpengaruh terhadap jumlah kunjungan yang datang,” katanya.
Ramainya kunjungan di kawasan wisata, khususnya pantai diamini oleh Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Surisdiyanto. Menurut dia, meski libur lebaran telah usai tidak menghalani antusias masyarakat untuk berkunjung.
Meski demikian, Suris meminta kepada pengunjung pada saat bermain di kawasan pantai selatan untuk berhati-hati. Hal ini dikarenakan sejak pertengahan Mei ini muncul ubur-ubur yang dapat menyerang pengunjung. “Total hingga Minggu [23/5] sudah ada puluhan wisatawan yang tersengat ubur-ubur,” katanya.
Menurut dia, pengunjung harus waspada karena bentuknya seperti seperti balon dengan warna kebiru-biruan. Binatang laut yang tergolong ke dalam kelas Scyphozoa. Tubuhnya yang berbentuk payung berumbai, bisa menyebabkan gatal di kulit jika tersentuh. Namun jika tidak kuat bisa menyebabkan sesak nafas.
BACA JUGA : Survei: DIY Paling Diminati Wisatawan, Hanya Kalah dari Bali
“Dengan bentuk ini bisa menarik pengunjung, khususnya anak-anak untuk memegangnya. Tapi, kalau melihat jangan dipegang karena bisa menyengat dann menimbulkan efek gatal-gatal hingga kepanasan,” katanya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tiga perahu nelayan Gunungkidul terbalik dalam kurang dari 24 jam. Tujuh nelayan selamat di tengah gelombang yang naik.
BMKG memprakirakan cuaca kota besar Indonesia pada Selasa didominasi berawan. Sejumlah wilayah berpotensi hujan ringan dan udara kabur.
Sebanyak 237 penyintas gempa Flores mulai pulang dari GOR Samador. Pemerintah menyiapkan bantuan rumah rusak hingga Rp30 juta.
Saham BMRI turun 0,47% ke Rp4.200 pada perdagangan 24 Agustus 2026 di tengah polemik rekening Supriyono alias Mas Botok.
Andre Rosiade meminta publik tak resah soal rekening Mas Botok dan menegaskan bank bekerja sesuai prosedur serta koridor hukum.
Kabut asap karhutla menyelimuti enam wilayah Sumbar akibat kiriman dari provinsi tetangga. Warga diminta memakai masker dan membatasi aktivitas luar.