Survei: DIY Paling Diminati Wisatawan, Hanya Kalah dari Bali

Objek wisata Tebing Breksi saat libur Imlek pada Minggu (14/2/2021). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
11 Maret 2021 18:07 WIB Herlambang Jati Kusumo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—DIY menjadi salah satu destinasi wisata yang paling diminati di Indonesia di awal 2021 versi Traveloka.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Traveloka, DIY di akhir 2020 DIY berada di peringkat ke-4 dengan rata-rata persentase pencarian 7%, Namun di awal 2021, DIY melesat menjadi peringkat ke-2 dengan rata-rata persentase pencarian mencapai 37%, di atas Jakarta dengan persentase 30%, dan di bawah Bali dengan rata-rata pencarian sebesar 52%.

BACA JUGA: Angka Kesembuhan Covid-19 di DIY Kembali Naik

“Selain terkenal sebagai kota pelajar, DIY juga merupakan salah satu kota wisata populer yang ada di Indonesia. Daya tarik wisata di DIY sangat beraneka ragam mulai dari wisata kuliner, wisata budaya, wisata sejarah, hingga wisata alam yang menawarkan pemandangan eksotis. Wilayah ini juga merupakan rumah para seniman tanah air. Mengunjungi berbagai galeri seni di Jogja, bisa jadi salah satu inspirasi untuk tujuan wisata berikutnya,” ujar Head of Corporate Communications Traveloka, Reza Amirul Juniarshah, Rabu (10/3/2021).

Destinasi wisata dan rekreasi paling dicari pengguna Traveloka Xperience, yaitu Kidzooona Hartono Mall dan Jogja Bay Waterpark. Rekomendasi kuliner hemat dan paling diminati pengguna Traveloka Eats Voucher, Kalluna, Chingu Korean Fan Cafe Caturtunggal, Pempek Ny. Kamto, Rajaklana Resto, dan JC Forest Cafe & Resto Jogja City Mall.

Akomodasi Traveloka CleanAccommodation paling diminati para pengguna adalah Eastparc Hotel Yogyakarta, Swiss-Belboutique Yogyakarta, Java Villas Boutique Hotel, Gaia Cosmo Hotel, Melia Purosani Yogyakarta, dan The Amartya Jogjakarta Hotel.

Reza mengatakan memasuki 2021 minat masyarakat untuk melakukan perjalanan wisata terhitung cukup tinggi. Berdasarkan survei internal Traveloka terhadap pengguna, 35% responden menyatakan tertarik untuk berlibur di awal 2021. Hal ini didukung dengan adanya perubahan minat dan perilaku masyarakat, khususnya dalam berwisata, yang terbentuk sejak pandemi Covid-19 melanda.

Tak hanya menerapkan protokol kesehatan berstandar tinggi, masyarakat kini memiliki minat yang tinggi untuk melakukan wisata alam dan menginginkan fleksibilitas pemesanan dalam perencanaan perjalanannya.

BACA JUGA: Wisatawan di Jogja yang Tak Tunjukkan Hasil Negatif Antigen Diminta Pulang

Smart staycation, wisata budaya, rekreasi dan kuliner juga menjadi daya tarik. Hal ini sesuai dengan riset Traveloka yang menunjukkan 72% responden menyatakan ingin mengunjungi destinasi wisata alam di luar kota tempat tinggal. Sementara responden lainnya menyatakan ingin mengunjungi objek wisata, kuliner, serta seni dan budaya yang berada di sekitar kota tempat tinggal atau kampung yang akan dikunjunginya.

Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) DIY, Singgih Raharjo mengatakan kondisi pariwisata DIY di 2020 mengalami penurunan signifikan dibandingkan denan 2019.

“Sekarang sudah mulai ada perbaikan peningkatan jumlah kunjungan. Mengawali tahun ini sudah cukup bagus, mungkin karena masyarakat sudah punya pengalaman yang cukup. Adaptasi sudah bisa, budaya cuci tangan, memakai masker sudah, dan upaya mencegah Covid-19 lainnya telah menjadi budaya,” ucap Singgih.