Hasil Piala Dunia 2026: Paraguay Tekuk Turki 1-0, Jaga Peluang Lolos
Paraguay kalahkan Turki 1-0 di Piala Dunia 2026. Gol cepat Galarza jaga peluang lolos meski bermain 10 orang.
Antrean kendaraan dari arah barat yang menuju ke underpass Kentungan pada Kamis (4/2/2021). /Harian Jogja-Hafit Yudi Suprobo\r\n
Harianjogja.com, SLEMAN- Penyebab genangan air setinggi 25 sentimeter di underpass Kentungan pada Sabtu (29/5/2021) lalu sudah diketahui. Hal itu akibat sistem elektrik pompa penyedot air yang bermasalah. Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) DIY berjanji segera melakukan perbaikan agar ke depan kasus serupa tidak terjadi lagi.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.4 Satker PJN DIY, Julian Situmorang mengatakan penyebab genangan setinggi 25 cm pada akhir pekan lalu diakibatkan panel listrik untuk menghidupkan pompa penyedot air tidak berfungsi. "Dari hasil evaluasi kemarin (genangan air) disebabkan pompa air tak berkerja," katanya, Selasa (1/6/2021).
Karena masih menjadi tanggungjawab kontraktor, kata Julian, maka perbaikan panel listrik akan dilakukan oleh PT Istaka Karya. Underpas tersebut, katanya, memiliki empat pompa di setiap sudutnya sehingga saat terjadi genangan air bisa surut dengan cepat.
Baca juga: Ada Parkir Nuthuk Rp20.000 di Kota Jogja, Begini Respons Forum Jukir
"Saat hujan turun kemudian terjadi genangan, alat sensor mesin pompa secara otomatis bekerja menyedot air. Kemarin itu tidak bekerja sama sekali ketika itu sama sekali tidak bekerja,"katanya.
Saat mendapatkan laporan munculnya genangan air di underpas itu tim meluncur ke lokasi untuk melakukan pengecekan. Setelah dilakukan pengecekan sekitar 20 menit air berlangsung surut. "Kami hidupkan pompa secara manual. Ya tidak sampai 30 menit genangan air sudah surut," katanya.
Final Hand Over (FHO) atau serah terima akhir pekerjaan dari PT Istaka Karya kepada Satker PJN DIY, kata Julian, dilakukan pada Desember nanti atau setelah dua tahun pengerjaan proyek selesai. "Jadi segala sesuatunya, baik pemeliharaan maupun perawatannya masih menjadi tanggungjawab tersebut," katanya.
Baca juga: Perempuan Diharapkan Berperan Memasyarakatkan Pancasila
Untuk menghindari kejadian serupa, lanjut Julian, Satker PJN DIY meminta PT Istaka Karya untuk melakukan pemeriksaan hingga pergantian komponen-komponen yang sudah tak berfungsi. Tak hanya masalah panel kelistrikan, PJN juga meminta ada perbaikan kembali grill di underpass Kentungan.
"Selama ini warga masih mengeluhkan saluran air underpass itu. Ada banyak opsi yang akan dilalukan untuk perbaikan grill. Yang jelas tidak akan mengganggu lalu lintas kendaraan. Tahun ini diperbaiki," katanya.
Sebelumnya, Aktivis JCW, Baharuddin Kamba mendesak PT Istaka Karya segera memperbaiki kerusakan yang terjadi di underpas Kentungan. “Karena apabila hujan dengan intensitas tinggi, maka Underpass Kentungan khususnya di terowongan mengalami banjir. Itu sangat riskan terjadi kecelakaan,” ujarnya.
Menurut Kamba, proyek underpass Kentungan sering dikeluhkan masyarakat. Proyek ini juga sudah memakan korban sebuah kendaraan mobil terperosok karena pengerukan yang diduga tidak benar. Pemasangan gambar-gambar ikonik yang tidak selesai finishingnya juga menjadi masalah yang turut disoroti.
“Tentunya persoalan krusial adalah aspek keselamatan bagi pengguna jalan. Lain lagi penutup selokan yang tidak datar hingga masalah resapan air yang menimbulkan banjir saat musim hujan tiba. Kami mendesak pihak PT Istaka Karya mempertanggungjawabkan pekerjaannya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Paraguay kalahkan Turki 1-0 di Piala Dunia 2026. Gol cepat Galarza jaga peluang lolos meski bermain 10 orang.
Jalur TNGGP Gunung Gede Pangrango ditutup 23–29 Juli 2026 untuk event trail run internasional dan perbaikan fasilitas pendakian.
Anggota DPRD Sleman Raudi Akmal jadi tersangka korupsi dana hibah pariwisata 2020 senilai Rp10,95 miliar dan langsung ditahan 20 hari.
Pemerintah siapkan Rp1,54 triliun untuk diskon tiket transportasi libur sekolah dan Nataru 2026–2027 untuk jutaan penumpang
Pemerintah membuka program vokasi 2026 bagi 50 ribu korban PHK dan 220 ribu lulusan SMA-SMK dengan anggaran Rp6,26 triliun.
Pemkot Jogja mempercepat penataan kabel dan penertiban reklame ilegal. Sebanyak 2.623 reklame telah ditertibkan sepanjang 2026.