BLT Rp900 Ribu Cair Juli 2026? Ini Cara Cek Penerima
BLT Rp900 ribu dari Kemensos cair atau tidak Juli 2026? Cek status penerima bansos lewat website dan aplikasi resmi berikut ini.
Antrean kendaraan dari arah barat yang menuju ke underpass Kentungan pada Kamis (4/2/2021). /Harian Jogja-Hafit Yudi Suprobo\r\n
Harianjogja.com, SLEMAN- Penyebab genangan air setinggi 25 sentimeter di underpass Kentungan pada Sabtu (29/5/2021) lalu sudah diketahui. Hal itu akibat sistem elektrik pompa penyedot air yang bermasalah. Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) DIY berjanji segera melakukan perbaikan agar ke depan kasus serupa tidak terjadi lagi.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.4 Satker PJN DIY, Julian Situmorang mengatakan penyebab genangan setinggi 25 cm pada akhir pekan lalu diakibatkan panel listrik untuk menghidupkan pompa penyedot air tidak berfungsi. "Dari hasil evaluasi kemarin (genangan air) disebabkan pompa air tak berkerja," katanya, Selasa (1/6/2021).
Karena masih menjadi tanggungjawab kontraktor, kata Julian, maka perbaikan panel listrik akan dilakukan oleh PT Istaka Karya. Underpas tersebut, katanya, memiliki empat pompa di setiap sudutnya sehingga saat terjadi genangan air bisa surut dengan cepat.
Baca juga: Ada Parkir Nuthuk Rp20.000 di Kota Jogja, Begini Respons Forum Jukir
"Saat hujan turun kemudian terjadi genangan, alat sensor mesin pompa secara otomatis bekerja menyedot air. Kemarin itu tidak bekerja sama sekali ketika itu sama sekali tidak bekerja,"katanya.
Saat mendapatkan laporan munculnya genangan air di underpas itu tim meluncur ke lokasi untuk melakukan pengecekan. Setelah dilakukan pengecekan sekitar 20 menit air berlangsung surut. "Kami hidupkan pompa secara manual. Ya tidak sampai 30 menit genangan air sudah surut," katanya.
Final Hand Over (FHO) atau serah terima akhir pekerjaan dari PT Istaka Karya kepada Satker PJN DIY, kata Julian, dilakukan pada Desember nanti atau setelah dua tahun pengerjaan proyek selesai. "Jadi segala sesuatunya, baik pemeliharaan maupun perawatannya masih menjadi tanggungjawab tersebut," katanya.
Baca juga: Perempuan Diharapkan Berperan Memasyarakatkan Pancasila
Untuk menghindari kejadian serupa, lanjut Julian, Satker PJN DIY meminta PT Istaka Karya untuk melakukan pemeriksaan hingga pergantian komponen-komponen yang sudah tak berfungsi. Tak hanya masalah panel kelistrikan, PJN juga meminta ada perbaikan kembali grill di underpass Kentungan.
"Selama ini warga masih mengeluhkan saluran air underpass itu. Ada banyak opsi yang akan dilalukan untuk perbaikan grill. Yang jelas tidak akan mengganggu lalu lintas kendaraan. Tahun ini diperbaiki," katanya.
Sebelumnya, Aktivis JCW, Baharuddin Kamba mendesak PT Istaka Karya segera memperbaiki kerusakan yang terjadi di underpas Kentungan. “Karena apabila hujan dengan intensitas tinggi, maka Underpass Kentungan khususnya di terowongan mengalami banjir. Itu sangat riskan terjadi kecelakaan,” ujarnya.
Menurut Kamba, proyek underpass Kentungan sering dikeluhkan masyarakat. Proyek ini juga sudah memakan korban sebuah kendaraan mobil terperosok karena pengerukan yang diduga tidak benar. Pemasangan gambar-gambar ikonik yang tidak selesai finishingnya juga menjadi masalah yang turut disoroti.
“Tentunya persoalan krusial adalah aspek keselamatan bagi pengguna jalan. Lain lagi penutup selokan yang tidak datar hingga masalah resapan air yang menimbulkan banjir saat musim hujan tiba. Kami mendesak pihak PT Istaka Karya mempertanggungjawabkan pekerjaannya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BLT Rp900 ribu dari Kemensos cair atau tidak Juli 2026? Cek status penerima bansos lewat website dan aplikasi resmi berikut ini.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 4 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tarif Commuter Line tetap Rp8.000.
Alibaba resmi meluncurkan Qwen3.8-Max, model AI 2,4 triliun parameter dengan kemampuan coding otonom, multimodal, dan context window 1 juta token.
Forbes memperbarui daftar orang terkaya dunia per 3 Agustus 2026. Elon Musk masih memimpin dengan kekayaan Rp12.416 triliun, diikuti Larry Page dan Jeff Bezos.
Massive Attack mengaku ditahan dan diinterogasi di Singapura setelah mengibarkan bendera Palestina saat konser. Dua anggota juga dicekal masuk kembali.
5 aplikasi Google seperti YouTube, Chrome, Maps, Gmail, dan Google Home disebut paling banyak menguras baterai HP. Simak cara mengatasinya.