Jogja Minta Sekolah Beradaptasi dengan Panduan Pembelajaran di Masa Pandemi

Suasana PTM di SDN Serayu, Jogja, Rabu (28/4/2021). - Harian Jogja/Sirojul Khafid
04 Juni 2021 18:07 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Disdikpora Kota Jogja segera menyosialisasikan Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran untuk Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah di Masa Pandemi Covid-19 yang dikeluarkan oleh Kemendikbudristek. Sekolah diharapkan segera menyesuaikan pembelajaran dengan panduan yang diterbitkan itu guna mengoptimalkan pembelajaran di masa pandemi.

Panduan ini dihadirkan untuk menerjemahkan keputusan bersama Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Menteri Kesehatan (Menkes), Menteri Agama (Menag), dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dengan tujuan menjadi alat bantu bagi guru dan tenaga pendidik jenjang PAUD-dikdasmen dalam mempersiapkan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

BACA JUGA: Begini Perkembangan Tol Jogja-YIA Setelah Ada Masalah di Mlangi

"Sebagian guru sudah ada yang mendapat materi itu dan kami juga sudah melalui pengawas dan rapat koordinasi kepala sekolah meminta agar segera diimplementasikan. Kami akui memang ada beberapa kendala, tapi dengan adanya uji coba PTM terbatas akan coba dikolaborasikan dulu," kata Sekretaris Disdikpora Kota Jogja, Dedi Budiono, Jumat (4/6/2021).

Jawatannya akan menekankan kreativitas guru dalam mentransfer pelajaran kepada murid. Metode pembelajaran akan disalurkan dengan cara yang menghibur dan tidak membebani murid. Artinya seminimal mungkin pembelajaran akan dijauhkan dari beban tugas, bukan berarti menghilangkannya. Sebab, pembelajaran yang berorientasi pada tugas hanya akan membebani murid.

"Jadi nanti misalnya yang satu tema bisa digabung tugasnya biar jangan terlalu banyak. Pembelajaran yang tematik kan bisa digabung. Modul yang belajar juga akan dibuat oleh masing-masing sekolah," imbuhnya.

Guna meminimalkan learning loss pada murid, pihaknya akan mengantisipasi dengan program ASPD. Lewat salah satu instrumen itu, diharapkan kualitas belajar dan juga kemampuan para murid bisa terukur selama menjalani pembelajaran. Kemudian, Disdikpora juga berusaha untuk memvariasikan pembelajaran sesuai dengan potensi dan kondisi masing-masing sekolah. Diharapkan dengan cara itu, sekolah bisa beradaptasi dan menyesuaikan dengan keadaan sekolah.

"Memang harus menyesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah. Artinya kalau sekolah tidak memungkinkan ya harus beradaptasi dan proses penyesuaian," katanya.

BACA JUGA: Pemakaman Pasien Covid-19 Tanpa Prokes Sudah Terjadi Berkali-kali di Srandakan, Camat Beberkan Faktanya

Kepala SMPN 1 Jogja Niken Sasanti mengaku tengah mempelajari Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran untuk Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah di Masa Pandemi Covid-19. Dia berharap pada awal tahun ajaran baru nanti panduan sudah bisa dilaksanakan di sekolah sesuai dengan rambu-rambu yang ada di panduan.

"Sebenarnya saat ini pun kami sudah mencoba simulasi pembelajaran tatap muka terbatas di sekolah dengan menerapkan pedoman dari kementerian dan sejauh ini semua berjalan dengan baik. Prokesnya bagus, sarana prasarana di sekolah memadai, orang tua mendukung meskipun belum semua mengizinkan anaknya ikut PTM, guru-guru dan tenaga kependidikan juga sudah siap. Kami juga punya data hasil skrining siswa sebelum PTM digelar," katanya.