Puluhan Warga Positif Covid, Satu Dusun di Gunungkidul Lockdown

Salah satu jalan menuju RT 08 Dusun Dengok 2 ditutup sebagai imbas ditetapkannya kebijakan karantina wilayah oleh Pemerintah Kalurahan Dengok. Rabu (9/6/2021). - Harian Jogja/David Kurniawan
09 Juni 2021 15:27 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Kalurahan Dengok, Playen, mengunci (lockdown) Dusun Dengok 2. Kebijakan ini diambil setelah adanya 28 warga di dusun tersebut yang tertular virus Corona dalam rentang waktu yang hampir bersamaan.

Lurah Dengok Suyanto mengatakan penularan Covid-19 di wilayahnya terjadi sejak awal Juni. Hingga Rabu (9/6/2021) sudah ada 30 warga yang dinyatakan positif. Sebanyak 28 warga yang tertular berasal dari Dusun Dengok 2, sedangkan dua orang lainnya berasal dari dusun yang lain.

BACA JUGA: Terkuak! Pasien Covid-19 asal Pandak Bantul Kabur karena Kangen Kambingnya

Tim gugus tugas di tingkat kalurahan langsung memetakan kerawanan Covid-19. Hasilnya, RT 07 dan 08 di Dusun Dengok 2 masuk dalam zona merah. “RT lainnya masuk zona oranye. Namun agar penanggulangan dapat dimaksimalkan, satu dusun di-lockdown,” kata Suyanto.

Dia menjelaskan aktivitas masyarakat di Dusun Dengok 2 dibatasi. Selama 14 hari ke depan, warga tidak boleh menggelar kegiatan ibadah secara berjamaah hingga penyelenggaraan kegiatan sosial lainnya. Selain itu, pengetatan pelaksanaan protokol kesehatan di masyarakat juga digencarkan.

Suyanto mengaku sudah menyiapkan logistik permakanan untuk membantu masyarakat. “Sudah dipersiapkan dan siap disalurkan ke warga,” katanya.

Menurut dia, lonjakan kasus Corona khususnya di Dusun Dengok 2 berawal dari salah seorang warga yang meninggal dunia karena Corona. ia mengakui penanganan jenazah sudah sesuai dengan pemulasaraan Covid-19. “Berawal dari kasus ini menyebar hingga puluhan warga jadi tertular,” katanya.

Kepala Dusun Dengok 2 Nur Hendra Nugraha Putra menambahkan dari puluhan warga yang dinyatakan positif, ada empat orang yang dirawat di rumah sakit. “Upaya tracing terus dilakukan dan mudah-mudahan penularan bisa segera dihentikan,” katanya.

BACA JUGA: Mengaku Dapat Bisikan Gaib Temui Sri Sultan, Pria Ini Mengamuk di Mapolresta Jogja

Upaya penanganan penularan virus corona tidak hanya dilakukan di Kalurahan Dengok. Tim medis juga terus melakukan penelusuran warga kontak erat pasien positif yang berasal dari klaster pabrik tas di Kalurahan Bandung, Playen.

Surveilans UPT Puskesmas Playen I, Intan Triasmara mengatakan, ada sekitar 86 warga yang diketahui kontak erat dengan pasien positif dari klaster pabrik tas. Ia tidak menampik seluruh warga sudah menjalani rapid test antigen, namun puluhan warga harus menjalani swab untuk memastikan kondisi masing-masing orang.

“Tapi belum semua karena dari 86 orang, ada 11 warga yang belum di-swab,” katanya.

Menurut dia, hasil swab PCR akan diketahui kurang lebih lima hari ke depan. Selama menunggu hasil keluar, puluhan warga ini diminta menjalani isolasi mandiri.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, sudah ada 26 orang yang tertular Covid-19 dari klaster pabrik tas di Bandung. Kasus ini bermula dari pemilik yang dinyatakan positif hingga akhirnya menularkan ke pekerja. “Tracing terus dilakukan untuk mencegah agar penularan tidak semakin bertambah,” katanya.