Tempat Tidur Pasien Covid-19 di RS Kulonprogo Tersisa 18 Unit

Ilustrasi. - Reuters
09 Juli 2021 21:07 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Tempat tidur bagi pasien positif Covid-19 di kabupaten Kulonprogo kembali berkurang. Berdasarkan catatan dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulonprogo, hanya tersisa 18 tidur bagi pasien positif Covid-19 yang terdapat di RSUD Wates.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulonprogo Baning Rahayujati mengatakan 18tempat tidur yang tersisa tersebut berasal dari total 64 tempat tidur bagi pasien positif Covid-19 yang tersedia di dua RS rujukan penanganan Covid-19, yakni RSUD Wates dan RSUD Nyi Ageng Serang.

"Dengan kondisi tersebut, maka Bed Occupany Rate (BOR) atau angka ketersediaan kasur bagi pasien positif Covid-19 di kabupaten Kulonprogo telah menyentuh 80 persen," ujar Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulonprogo Baning Rahayujati pada Jumat (9/7/2021).

Baca juga: Angka Kematian akibat Corona di Gunungkidul Masih Tinggi

"Namun perlu diingat bahwa ini data bergerak sehingga dapat berubah sewaktu-waktu. Semoga kondisi segera membaik," sambung Baning.

18 tempat tidur yang masih terdapat di RSUD Wates menjadi tempat bagi pasien positif Covid-19 yang membutuhkan perawatan. RSUD Wates sendiri memiliki kapasitas tempat tidur sebanyak 40 unit dengan rincian enam tempat tidur untuk ruang ICU atau kategori critical dan 34 tempat tidur untuk kategori non-critical.

Terlebih, guna menunjang operasional pelayanan pasien Covid-19 di kabupaten Kulonprogo, RSUD Wates menambahkan kapasitas tempat tidur bagi pasien positif Covid-19 yang masuk kategori non-critical. Sehingga, kapasitas tempat tidur untuk kategori non-critical menjadi 44 tempat tidur. Sehingga total kapasitas tempat tidur bagi pasien positif Covid-19 menjadi 90 unit.

Baca juga: Daftar 21 Titik Lokasi Penyekatan di DIY

"Berdasarkan informasi yang kami himpun dari RSUD Wates, untuk tempat tidur di pelayanan ICU, dari enam tempat tidur sudah terisi lima tempat tidur, sedangkan yang non-critical terisi 27 tempat tidur, atau masih menyisakan 17 tempat tidur," kata Baning.

Sementara itu, kondisi di RSUD Nyi Ageng Serang Sentolo sendiri dari kapasitas 24 tempat tidur bagi pasien positif Covid-19 yang disediakan, seluruhnya sudah terisi pasien Covid-19. "Seluruh tempat tidur tersebut merupakan kategori non-critical. Adapun di rumah sakit ini tidak tersedia tempat tidur untuk kategori critical," kata Baning.

Selain penambahan jumlah tempat tidur bagi pasien positif Covid-19 di Kabupaten Kulonprogo, penambahan bangsal darurat bagi pasien positif Covid-19 yang sebelumnya melakukan isolasi mandiri di rumah juga harapannya bisa direalisasikan oleh RSUD Wates.

DPRD Kabupaten Kulonprogo sebelumnya mendorong RSUD Wates untuk menyediakan bangsal darurat bagi pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di kabupaten Kulonprogo. Harapannya, bangsal tersebut mampu memberikan pelayanan medis kepada pasien Covid-19 yang sebelumnya melakukan isolasi mandiri di rumah.

Ketua Fraksi PKS DPRD Kulonprogo Hamam Cahyadi mengatakan fungsi dari bangsal darurat yang berada di RSUD Wates sebagai tempat transit sementara bagi pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang mempunyai gejala sedang hingga kategori berat.

"Sehingga dengan adanya bangsal darurat tersebut, kebutuhan oksigen dan obat-obatan, serta konsultasi penyakit komorbid dari pasien terkonfirmasi positif Covid-19 bisa teratasi dibandingkan saat isolasi mandiri di rumah," kata Hamam.

Upaya koordinasi dengan sejumlah unsur yang terkait sudah dilakukan oleh DPRD Kulonprogo. Hamam dan lembaganya sudah merapatkan barisan dengan pihak dari RSUD Wates serta Dinas Kesehatan Kabupaten Kulonprogo terkait dengan realisasi bangsal darurat.

"Mereka (RSUD Wates) sudah menyiapkan bangsal Flamboyan. Bangsal tersebut berfungsi sebagai bangsal darurat penanganan Covid-19. Hanya saja, kapasitas bangsal Flamboyan hanya 11 kamar tidur, sedangkan antrean pasien terkonfirmasi Covid-19 di RSUD Wates selalu di atas 10 pasien," kata Hamam.