Proyek Jalur Kereta Api dari Stasiun Kedundang ke Bandara YIA Nyaris Rampung

Kondisi Stasiun Kedundang, Temon. JIBI/Dokumen
19 Juli 2021 21:37 WIB Newswire Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Kementerian Perhubungan menyebutkan progres keseluruhan pembangunan jalur kereta api dari Stasiun Kedundang sampai Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), Kabupaten Kulonprogo, DIY, sudah mencapai 96,35 persen, sehingga siap difungsikan pada 17 Agustus 2021.

PPK Kegiatan Pengembangan Perkeretaapian Area 1 Balai Teknik Perkeretaapian Kelas 1 Wilayah Jawa Bagian Tengah Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Dheky Martin di Kulonprogo, Senin (19/7/2021), mengatakan untuk trek di jalur hilir atau yang berada di kawasan bandara sudah rampung 100 persen.

Sedangkan, di jalur hulu atau di sekitar Stasiun Kedundang ke arah bandara masih dalam proses pengerjaan.

"Hari ini, kami melakukan uji coba coba lokomotif dan uji coba sarana kereta rel diesel (KRD) yang nantinya akan digunakan untuk kereta api Bandara Internasional Yogyakarta. Uji coba ini berjalan lancar dan tidak ada kendala berarti," kata Dheky.

Pembangunan jalur kereta bandara ini merupakan proyek strategis nasional (PSN) yang dimulai sejak Desember 2019 dengan nilai investasi sebesar Rp1,1 triliun.

Jalur ini bisa mempersingkat perjalanan dari bandara menuju Kota Yogyakarta maupun sebaliknya menjadi hanya 45 menit dibanding melewati jalan raya antara 60-90 menit.

BACA JUGA: Covid-19 DIY Hari Ini Bertambah 1.992 Kasus dalam Sehari, 56 Meninggal Dunia

Dheky mengatakan dalam uji coba perdana ini, lokomotif dipacu dengan kecepatan 20-40 kilometer per jam. Sedangkan, kecepatan KRD berkisar 40-60 km per jam.

Keduanya melaju secara bergantian di trek sepanjang lima kilometer yang menghubungkan antara Stasiun Kedundang dengan Bandara Internasional Yogyakarta.

"Kami menargetkan rangkaian uji coba hingga kepastian jalur itu layak digunakan bisa selesai pada awal Agustus 2021. Setelah proses itu kelar, baru kemudian peresmian jalur yang direncanakan 17 Agustus 2021 mendatang," katanya.

Dheky mengakui pemasangan trek di jalur hulu memakan waktu lebih lama dibandingkan hilir lantaran terkendala bahan baku oksigen untuk pengelasannya.

Karena itu, pihaknya sudah mendatangkan alat flash butt welder guna mempercepat proses pemasangan. Jalur hulu masih kurang sekitar 700 meter atau sekitar 120 titik pengelasan lagi.

Alat itu digunakan dalam proses pengelasan berbasis listrik, sehingga pengelasan yang sebelumnya terhambat sudah bisa dikerjakan dan alat ini dalam sehari bisa menyelesaikan sampai 40 titik.

"Kami optimistis tiga hari ke depan trek hulu bisa selesa semua," katanya.

Sumber : Antara